Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 42


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali dua orang pelayan dan dua prajurit kekaisaran pun segera keluar dari penginapan, tempat mereka bermalam. Keempatnya segera melanjutkan kembali perjalanan mereka yang tertunda menuju ke istana untuk segera melaporkan kepada permaisuri Xue Yi tentang hasil pencarian mereka kemarin.


Hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah kali pembakaran hio, akhirnya keempat orang itu pun telah memasuki gerbang istana kekaisaran dan disambut dengan tatapan menyelidik, dari para penjaga gerbang.


Namun keempatnya beralasan, jika mereka terpaksa harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, agar bisa mendapatkan obat yang dibutuhkan untuk kesembuhan permaisuri Xue Yi.


Akhirnya mereka pun diberikan izin untuk kembali memasuki istana dan segera bergerak menuju paviliun milik permaisuri, kehadiran keempatnya memang sudah ditunggu oleh sang permaisuri, yang merasa begitu penasaran tentang keadaan putra yang pernah dibuangnya 10 tahun yang lalu.


Dia terus berdoa dalam hati, semoga anak cacat yang telah dibuangnya itu menghilang dan tidak akan pernah ditemukan kembali, bukan karena dia tidak bisa memberi makan anak itu, melainkan permaisuri Xue Yi takut jika rahasia besarnya selama ini perlahan-lahan akan terbongkar di hadapan Kaisar Wei Huang.


"Hormat kami kepada yang mulia permaisuri!" ucap keempat orang itu langsung menjatuhkan diri mereka dan bersujud setelah sampai di paviliun mawar.


Permaisuri Xue Yi segera mengibaskan lengan hanfunya, akhirnya keempat orang itu pun kembali berdiri dengan kepala masih setia menunduk, salah seorang pelayan langsung bergerak mendekati permaisuri Xue Yi, dia melirik ke kiri dan ke kanan untuk memastikan jika saat ini tidak ada satu orang pun yang akan mendengar apa yang dia laporkan kepada permaisuri.


Setelah dia merasa yakin, jika di tempat itu hanya ada sang permaisuri, akhirnya si pelayan pun dengan sangat cepat segera membisikkan informasi yang memang sedang ditunggu oleh permaisuri.


Mendengar laporan yang diberikan oleh keempat orang itu, permaisuri Xue Yi pun tertawa terbahak-bahak, ternyata ketakutannya selama ini tidaklah beralasan, karena nyatanya putra cacatnya yang dibuang di masa lalu, saat ini telah tiada.


Akhirnya permaisuri Xue Yi pun segera melemparkan empat kantung yang berisi koin emas kepada 4 orang yang telah menjaga rahasianya, dia segera menyuruh agar keempat orang itu segera pergi dari istana kekaisaran, agar di masa depan tidak menjadi hambatan untuk permaisuri Xue Yi. Hal itu tentu segera disanggupi oleh keempatnya, lagi pula saat ini mereka telah memiliki banyak sekali harta yang diberikan oleh sang permaisuri.


.


.

__ADS_1


.


Xuan Jian masih bersantai, sambil sesekali memutar-mutar cangkir yang ada di tangannya. Gadis itu sepertinya tidak terlalu memikirkan apa yang saat ini tengah dilakukan oleh permaisuri Xue Yi beserta keempat orang kepercayaannya itu.


Mengingat dia pun kini telah memiliki beberapa orang, yang akan membantu untuk menyelidiki identitas dari keempat orang itu, setelah keluar dari istana.


Xiu Lan masih duduk dengan santai di atas dahan pohon sambil memperhatikan tingkah dari keempat orang yang baru saja melapor dari paviliun mawar milik permaisuri Xue Yi, meskipun gadis itu tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, namun melihat wajah cerah dan sumringah yang ditunjukkan oleh keempat orang yang baru saja keluar dari paviliun mawar, dia sudah bisa menebak jika saat ini permaisuri Xue Yi telah memberikan hadiah yang cukup banyak untuk keempatnya.


Sehingga dia pun berpikir untuk bermain-main sejenak, dengan keempat orang itu dan merampoknya saat mereka telah berada di luar istana kekaisaran.


Xiu Lan yang dulu hanyalah seorang pelayan yang polos, kini otaknya telah tercemari oleh Xuan Jian, sehingga segala tingkah laku gadis pelayan itu benar-benar sangat mirip dengan Putri selir Xuan Yang.


Apalagi jika keduanya telah bertindak, maka tidak akan ada yang menyangka jika Xiu Lan hanyalah seorang pelayan, karena Xuan Jian memperlakukannya sama seperti saudara.


.


.


.


Kaisar Wei Huang saat ini tengah memimpin sebuah rapat di aula istana, setelah sebelumnya Ming Xiu Ya memberikan beberapa catatan dan juga bukti persekongkolan para pejabatnya, yang telah berani berbuat korup terhadap pajak yang ditetapkan oleh istana.


Sedangkan para pejabat dan juga bangsawan yang saat ini diundang untuk datang ke aula sidang terlihat saling memandang satu sama lain, mereka masih belum mengetahui hal apa yang membuat sang Kaisar tiba-tiba saja memanggil mereka semua, untuk melakukan rapat.

__ADS_1


Sedangkan selama ini keadaan kekaisaran masih baik-baik saja, begitu juga dengan Perdana Menteri Xue, tapi meski begitu sebagai seseorang yang dituakan dan juga merupakan salah seorang penasihat terbaik Kaisar, tentunya Perdana Menteri Xue harus menunjukkan wibawanya.


Dia pun mendatangi aula kekaisaran dengan raut wajah terbaiknya, dan menunjukkan kepada semua orang jika saat ini, dirinya pasti akan mendukung apapun yang diputuskan oleh kaisar.


Setelah seluruh pejabat dan juga bangsawan mengambil tempat, Kaisar Wei Huang segera mengumumkan, jika saat ini dirinya telah mendapatkan bukti atas persengkongkolan beberapa orang bangsawan dan juga pejabat istana yang melakukan kecurangan terhadap pajak.


Mendengar hal itu terlihat beberapa orang yang kini mulai berkeringat, wajah mereka sangat pucat, karena takut jika Kaisar Wei Huang akan menyebutkan nama mereka.


Namun sang Kaisar tidak langsung menyebutkan satu persatu nama para pejabat korup itu, dia melirik satu persatu ke arah para pejabatnya, untuk melihat bagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh mereka.


Dalam sekali pandang, Kaisar Wei Huang pun sudah bisa melihat dan menebak pejabat mana saja yang bersalah, mengingat saat ini wajah mereka terlihat sangat cemas, sedangkan sang Kaisar hanya tersenyum tipis.


"Mulai hari ini, zhen mencopot jabatan mentri pajak dan juga mentri pertahanan, karena sudah terbukti bersekongkol untuk melakukan kecurangan, mereka akan di hukum dipenjara bawah tanah. Selain itu, istana akan mengambil seluruh harta kekayaan milik mereka dan mengusir seluruh keluarganya dari kekaisaran jiahu." putus kaisar Wei Huang.


Mendengar hal itu, kedua menteri yang disebutkan namanya pun segera bersujud dihadapan Kaisar Wei Huang, keduanya meminta ampun dan meminta kesempatan kedua, mereka juga berjanji untuk tidak melakukan hal itu kembali.


Namun tentunya Kaisar Wei Huang bukanlah orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain, dia pun dengan sangat lantang langsung memanggil para prajuritnya.


"Prajurit!" teriak Kaisar Wei Huang.


Beberapa orang prajurit pun langsung mendekat, dan bersiap untuk menerima titah dari Kaisar wei Huang.


"Seret kedua orang tak tahu diri itu ke penjara bawah tanah, Selain itu beberapa orang diantara kalian, datangi kediamannya dan segera usir seluruh keluarganya agar segera meninggalkan kekaisaran ini! Jangan sampai mereka kembali lagi ke tempat ini." putus Kaisar Wei Huang.

__ADS_1


Mendengar hal itu , para prajurit pun dengan segera menarik tangan kedua orang menteri, meskipun keduanya saat ini terus saja memberontak dan berusaha untuk meminta pengampunan pada Kaisar Wei Huang.


__ADS_2