Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 149


__ADS_3

Ketua perampok itu hanya bisa tertunduk sambil meringis merasakan sakit, dia tak menyangka jika pada akhirnya kekuatan yang selama ini selalu dibanggakannya, bisa diporak-porandakan dengan begitu hebatnya oleh para prajurit kekaisaran jiahu.


Bahkan mereka tak hanya membalas dengan memberikan luka fisik, namun juga menyakiti keluarga para perampok. Kini hanya penyesalan dan air mata yang tersisa, bahkan dia tak bisa menyelamatkan anak dan juga istrinya yang turut merasakan penyiksaan mendalam, atas segala kelakuan buruknya.


Andai saja dia diberikan kesempatan, pasti dia akan merubah segala sesuatunya, agar tidak kehilangan kebahagiaan keluarga. Tapi nasi telah menjadi bubur, saat ini tak ada lagi maaf untuknya, dia harus menerima hukuman yang diberikan oleh selir Feng Ling terhadapnya.


"Lemparkan dia ke tempat perbudakan dan obati lukanya! Pastikan umurnya tetap panjang, agar dia bisa menerima penyiksaan yang lebih daripada ini." ucap selir Feng Ling.


Kemudian wanita itu pun bergerak ke arah ketua perampok, tangannya segera melayang dengan penuh amarah dan juga sakit hati, memberikan tamparan hingga beberapa kali, membuat wajah ketua perampok itu akhirnya merah dan membengkak, meninggalkan bekas tangan wanita itu.


Plak...


"Ini untuk kesalahanmu yang telah berani menyentuh tubuhku."


Plak...


"Ini untuk kesalahanmu yang telah menculikku."


Plak...


"Ini untuk kesalahanmu yang memiliki niat buruk terhadapku."


Plak...


"Ini untuk kesalahanmu yang telah membuat aku kotor. Kau adalah manusia paling bejat yang ada di muka bumi ini, akan kupastikan bahwa putri dan istrimu juga menerima akibat yang lebih buruk, dibandingkan yang saat ini kuterima. Bahkan akan perlihatkan hal itu di depan matamu, agar kau tahu apa artinya sakit hati."


Plak...

__ADS_1


Plak...


Plak...


Duagh...


Dengan sekuat tenaga, Selir Feng Ling mengayunkan kakinya, untuk memberikan tendangan ke arah dada dan juga perut ketua perampok itu, kemudian matanya menatap nyalang dengan penuh dendam dan berbalik ke arah para prajurit, untuk memberikan perintah.


"Seret anak dan juga istrinya ke tempat ini." ucapnya dengan santai.


Para prajurit yang sejak tadi telah memisahkan istri dan juga putri dari ketua perampok itu pun akhirnya, segera membawa ketiga orang wanita berbeda usia itu ke hadapan selir Feng Ling, dan mendorong tubuh ketiga wanita itu hingga mencium kaki wanita kaisar.


Tak lama sebuah perintah yang mutlak keluar dari mulut wanita itu, hingga membuat ketua perampok langsung berlutut dan bersujud di hadapannya, untuk memohon ampun.


"Kalian semua, siksa ketiga wanita itu dengan berbagai cara. Biarkan ketua perampok itu melihat, jika bukan dia saja manusia yang mampu berbuat keji." ucapnya.


"Yang mulia, mohon ampuni kesalahan hamba. Jangan libatkan anak dan juga istri hamba dalam kesalahan yang telah hamba buat." ketua perampok itu akhirnya memohon di hadapan selir Feng Ling.


"Bukankah aku juga memohon padamu agar kau tidak menyentuhku? Apakah kau mendengar permohonanku? Tidak! Kau bahkan telah berani menjamah tubuhku! Bukankah kau tadi begitu bangga, karena merasa aku adalah orang yang lemah dan tidak memiliki kekuatan apa-apa? Maka saat ini lihatlah anak dan istrimu juga merupakan orang-orang yang lemah, dan sebentar lagi mereka akan merasakan siksaan yang lebih besar daripada yang kau buat terhadapku." ucap selir Feng Ling.


Para prajurit sudah tak mengindahkan ucapan dari ketua perampok itu, dengan serta merta mereka pun segera bergerak ke arah tiga orang wanita yang merupakan istri dan juga putri dari ketua perampok, membuat ketiga orang itu langsung menjerit histeris, karena merasa sangat takut, namun mereka tidak memiliki daya upaya untuk menyelamatkan diri.


Sedangkan ketua perampok saat ini hanya bisa menunduk, menyaksikan perbuatan bejat yang dilakukan oleh para prajurit kekaisaran jiahu terhadap istri dan juga putrinya. Selir Feng Ling tertawa terbahak-bahak, meskipun saat ini dirinya tak mungkin diangkat menjadi seorang permaisuri kekaisaran, karena telah dijamah oleh pria lain, setidaknya dia merasa cukup bahagia karena bisa memberikan hukuman yang lebih parah, seribu kali lipat lebih menyakitkan dibanding yang dia terima.


Dan sebentar lagi ketua perampok itu akan segera dikirim menuju ke tempat perbudakan, dia akan dipekerjakan setiap hari tanpa diberikan makan, bahkan akan selalu disiksa seumur hidupnya hingga dia mati.


Namun siapa yang akan membuat dia mati? Selir Feng Ling bahkan akan menyewa salah seorang tabib istana, untuk memastikan bahwa ketua perampok itu tetap hidup dan menjalani hukumannya, hingga puluhan tahun lamanya. Dia tak akan merasa puas begitu saja, dengan menyiksa pria itu secara mental, namun fisik dari pria itu masih baik-baik saja.

__ADS_1


Ketua perampok terus menunduk, namun salah seorang prajurit segera bergerak ke arahnya dan mencengkram dagu pria paruh baya itu, agar bisa melihat perbuatan mereka. Wajah pria tua itu memerah, betapa pecundangnya dia yang tidak bisa melakukan apa-apa, di saat istri dan juga kedua putrinya mendapatkan ketidak adilan.


Setelah menyelesaikan seluruh permasalahan ditempat itu, akhirnya para prajurit pun kembali bergerak menuju tempat para bandit untuk menyelamatkan selir Xiao Xia, sedangkan selir Feng Ling saat ini diamankan oleh beberapa orang prajurit, mereka membawanya ke sebuah sungai untuk membersihkan diri kemudian berganti pakaian.


Perjalanan menuju ke tempat para bandit itu sebenarnya tidaklah terlalu jauh, hanya saja medan yang curam ditambah jalanan yang sangat licin, membuat para prajurit akhirnya harus berjuang lebih keras lagi. Apalagi saat ini mereka membawa 10 kereta barang yang harus dijaganya.


Sedangkan di tempat para bandit itu sendiri saat ini terlihat seorang pria berlari dengan sangat cepat menuju sebuah rumah yang cukup besar, nafasnya terengah-engah, sepertinya dia berlari cukup jauh hingga mencapai tempat itu.


Tak lama pria itu pun langsung masuk ke sebuah ruangan yang diyakini sebagai tempat ketua bandit itu berada.


"Ketua.." panggil pria itu.


Seorang pria berusia 45 tahun tiba-tiba saja muncul dan langsung mendudukkan dirinya di atas sebuah kursi.


"Apa ada informasi baru lagi?" tanya pria itu kepada anak buahnya.


"Benar ketua, saat ini para prajurit dari kekaisaran jiahu telah bergerak menuju tempat ini. Kita harus segera bersiap, jangan sampai mereka melenyapkan kita semua seperti halnya yang dialami oleh para perampok." ucapnya.


Ketua bandit itu pun langsung mengerutkan dahinya, sepertinya dia masih belum mengetahui informasi terbaru tentang para perampok yang beberapa waktu ke belakang telah bekerjasama dengan pihaknya.


"Apa maksudmu dan apa yang telah terjadi dengan para perampok itu?" tanya ketua bandit.


Pria itu pun segera mendekat, kemudian menceritakan semua yang dia lihat. Mata ketua bandit itu langsung membola, dia benar-benar tak percaya bahwa para prajurit kekaisaran jiahu bisa berbuat sekejam itu, namun dia sedikit bersyukur karena setidaknya hingga saat ini selir Xiao Xia dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan tidak ada satu orang pun yang berani mendekat ke tempat wanita itu disekap.


"Syukurlah jika mereka telah mati, dengan begitu aku tak perlu membagi dua seluruh harta yang diberikan oleh kaisar Wei Huang, sebagai bahan pertukaran dengan istrinya itu. Segera beritahu seluruh anak buahku untuk bersiap menyambut kedatangan dari para prajurit kekaisaran dan berikan peringatan pada mereka, untuk tidak menyentuh sehelai rambut pun dari selir Xiao Xia jika mereka masih tetap ingin hidup." ucap ketua bandit.


Pria itu pun segera bergerak untuk keluar dan memberitahu rekan-rekannya, sedangkan sang ketua saat ini hanya tersenyum senang. Impiannya sebentar lagi akan segera tercapai, dia hanya harus menunggu sebentar lagi hingga kekayaan itu mendatanginya.

__ADS_1


__ADS_2