Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 102


__ADS_3

Kaisar Wei Huang benar-benar tak menduga jika Ming Xiu Ya adalah pangeran dari kekaisaran tianzu, yang telah dia hancurkan beberapa tahun belakangan. Bahkan dia baru mengetahui bahwa pemuda itu memiliki nama marga Lin dan bukan Ming.


Pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu sepertinya sangat emosi sekaligus geram, karena telah tertipu selama beberapa waktu terakhir, dia sangat yakin jika di dalam istana saat ini, ada banyak prajurit yang merupakan antek-antek dari jendral muda itu.


"Zhen akan segera mengumpulkan seluruh pejabat istana untuk merundingkan masalah ini." ucap kaisar Wei Huang seraya bangkit dari kursi yang didudukinya.


Namun dengan sangat cepat, Xuan Jian segera mencekal pergelangan tangan milik sang kaisar, sehingga membuat pria nomor satu di kekaisaran jiahu itu akhirnya kembali mendudukkan diri di atas kursi.


"Kenapa Putri Xuan Jian? Apa kau tidak ingin menyelamatkan semua orang yang tinggal di dalam istana kekaisaran ini?" tanya Kaisar Wei Huang seraya menetap tajam ke arah sang putri.


Xuan Jian hanya menggelengkan kepalanya, "Sepertinya kita tidak perlu melakukan hal itu, yang mereka inginkan adalah nyawa seluruh anggota keluarga kekaisaran, bukan rakyat ataupun para prajurit. Jika seperti itu maka kita sendiri yang harus memikirkan jalan keluar untuk masalah yang satu ini." ucapnya.


Semua orang pun akhirnya terdiam, saat ini mereka tengah memikirkan jalan yang terbaik, untuk bisa menyelamatkan diri dari pasukan yang berasal dari kekaisaran Tianzu.


Tak lama Qing Yuan pun segera melirik ke arah Kaisar Wei Huang, sepertinya saat ini pemuda itu telah mendapatkan jalan untuk bisa melawan orang-orang, yang memang memiliki niat buruk terhadap keluarganya.


"Bagaimana jika kita mengerahkan pasukan untuk menghadang mereka, sebelum sampai di istana kekaisaran. Sepertinya hanya itu satu-satunya jalan, agar kita semua bisa selamat dari masalah ini. Ucapnya.


Xuan Jian hanya menggelengkan kepalanya, kemudian segera menyampaikan apa yang saat ini ada di dalam hatinya.


"Aku beserta Xiu Lan telah mengetahui, jika ada seseorang yang telah mencuri token prajurit yang dimiliki oleh perdana menteri Xue, selain itu mereka juga telah melatih banyak sekali pasukan di salah satu desa yang berada di perbatasan, sehingga kita semua tidak pernah berpikir jika mereka adalah musuh, karena tinggal di wilayah kita sendiri." jawab Xuan Jian sambil menatap wajah Kaisar Wei Huang.


"Jangan kau katakan, jika token prajurit itu berhasil diambil alih oleh Jenderal muda itu!" tekan kaisar Wei Huang.


Xuan Jian dan Xiu Lan hanya menganggukkan kepala, keduanya sangat yakin jika pria berpakaian serba hitam yang saat itu telah menerobos masuk ke dalam paviliun mawar yang dihuni oleh mendiang permaisuri Xue Yi adalah tersangka yang telah mencuri token itu.


"Sial..!" rutuk kaisar Wei Huang sambil mengepalkan tangannya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini? Sepertinya ini lebih berbahaya dari pada sebelumnya." ucap selir Xuan Yang sambil menatap wajah seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu, dengan wajah yang sangat sedih.

__ADS_1


Xuan Jian hanya tersenyum tipis sambil memandang ke arah sang ibu, kemudian gadis kecil itu pun segera menyampaikan rencana besarnya, untuk memecah belah persatuan para prajurit yang saat ini berada di bawah kendali keluarga Lin.


"Kita akan menyebar kerikil, agar mereka terjatuh. Bukan batu besar yang membuat seseorang terkecoh, melainkan kerikil tajam lah yang akan membuatnya terkena masalah." ucap Xuan Jian.


"Yang mulia, akan lebih baik jika anda segera mengumumkan kepada seluruh rakyat kekaisaran jiahu, bahwa siapapun pemilik token prajurit keluarga Xue, dia akan dihukum mati dan jika ada seorang yang melihat keberadaan dari para prajurit itu, maka dia harus disingkirkan saat itu juga, istana kekaisaran akan segera memberikan hadiah yang sangat besar untuk setiap kepala dari orang-orang itu." lanjutnya.


Kaisar Wei Huang langsung berbinar, sepertinya putri kecilnya itu telah memecahkan permasalahan besar, yang saat ini tengah memenuhi otak kecilnya.


Dengan cara ini, maka para prajurit dari kerajaan tianzu akan membantai rekannya sendiri, mengingat mereka juga menginginkan hadiah, sesuai yang dijanjikan oleh istana kekaisaran.


"Rencana yang sempurna." puji semua orang sambil tersenyum manis ke arah Xuan Jian.


Gadis kecil itu hanya terkikik, melihat reaksi yang ditunjukkan oleh seluruh anggota keluarganya, kemudian dia pun segera meminta kepada 200 orang prajurit elit yang telah didiknya, untuk bersiap dalam menghadapi serangan, yang dilakukan oleh orang-orang dari kekaisaran tianzu.


Kaisar Wei Huang berjalan dengan sangat gagah ke arah ruang kerjanya, dia pun segera memanggil kasim kepercayaannya untuk segera membuat surat, yang berisi titah untuk seluruh prajurit dan juga rakyat dari kekaisaran jiahu.


Beberapa orang prajurit langsung masuk ke dalam ruang kerja Kaisar, setelah mendapatkan tugas besar dari Kaisar Wei Huang, Mereka pun segera pergi dari istana kekaisaran menuju alun-alun, untuk menyampaikan pesan penting yang telah diberikan oleh kaisar mereka, agar diketahui oleh seluruh rakyatnya.


Gong...


Gong..


Gong...


Suara gong dipukul bertalu-talu, membuat seluruh rakyat kekaisaran jiahu langsung berkumpul di sebuah lapangan besar, saat ini di hadapan mereka, seorang Kasim beserta 100 orang prajurit tengah berdiri, sambil membawa sebuah gulungan kertas yang berisi titah dari Kaisar mereka.


Dengan suara yang sangat kencang, salah seorang prajurit itu maju dan membacakan titah yang telah dikeluarkan oleh kaisar Wei Huang.


"Titah dari yang mulia Kaisar!" ucap prajurit itu menjeda kalimatnya.

__ADS_1


Seketika seluruh rakyat pun langsung membungkuk, memberikan penghormatan. Tak lama kemudian prajurit itu pun kembali melanjutkan perkataannya.


"Saat ini token prajurit yang dimiliki oleh Perdana Menteri Xue telah dicuri oleh seseorang, siapapun pemilik dari token itu akan mendapatkan hukuman penggal dari istana kekaisaran dan jika ada sesiapa yang melihat keberadaan dari para prajurit itu, maka diwajibkan untuk menyerang dan membunuhnya. Istana kekaisaran jiahu akan membayar sebesar 10 koin emas, untuk setiap kepala yang berhasil kalian bunuh." ucap prajurit itu sambil menggulung kembali surat titah yang telah dikeluarkannya.


Semua rakyat kekaisaran jiahu saat ini saling memandang, sepertinya mereka mengerti dengan apa yang dimaksud oleh kaisar Wei Huang, ini adalah pertanda adanya sebuah kemalangan besar, yang akan terjadi jika para prajurit itu berada di dalam wilayah kekaisaran jiahu.


Seluruh rakyat yang mendengarkan titah itu langsung berkasak kusuk, mereka pun saling mempertanyakan keberadaan dari para prajurit milik keluarga bangsawan Xue itu, selama ini mereka memang mengetahui jika Perdana Menteri Xue memiliki bawahan sebanyak 5000 orang prajurit, yang memang telah dipersiapkannya untuk mempersenjatai kekaisaran.


Namun semenjak Perdana Menteri Xue dan juga permaisuri Xue Yi mendapatkan hukuman mati, maka tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan dari token itu.


"Sial!" umpet salah seorang pria yang berada dibarisan paling belakang rakyat kekaisaran jiahu. Mata pria itu nampak memerah, apalagi setelah mendengar titah yang dikeluarkan oleh kaisar Wei Huang.


Dengan cara ini, maka pasukannya akan berkurang, karena rakyat kekaisaran beserta seluruh prajurit akan dengan mati-matian memburu 5000 orang prajurit itu demi mendapatkan hadiah 10 koin emas, dari setiap kepala yang berhasil mereka tebas dan persembahkan kepada kaisar Wei Huang.


Pria itu pun segera bergegas untuk pergi meninggalkan lapangan, di mana tadi dirinya beserta seluruh rakyat kekaisaran berkumpul. Dia harus segera menyampaikan informasi rahasia ini, kepada seluruh sekutunya.


Apalagi saat ini mereka telah merencanakan untuk segera menyerang istana kekaisaran, jika seluruh prajurit kekaisaran jiahu beserta rakyat melihat keberadaan dari para prajurit yang telah dipersiapkan oleh Perdana Menteri Xue itu, berada di wilayah kekaisaran, maka sudah pasti mereka pun akan mendapatkan serangan dan amukan dari rakyat.


Dengan cara ini maka mau tak mau dia pun harus membuat ke-5.000 pasukan itu untuk berganti pakaian dan menggunakan seragam kekaisaran tianzu.


"Apaaa?" seorang pria tua langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, matanya melotot setelah mendengar informasi yang dibawa oleh salah seorang mata-mata rahasianya, yang ternyata telah berhasil mendapatkan sebuah informasi besar, yang hampir saja menghancurkan seluruh rencananya dalam meratakan istana kekaisaran jiahu.


Beberapa orang pria lain yang saat itu berada di aula rapat pun turut melakukan hal yang sama, mereka benar-benar tak habis pikir, jika ternyata Kaisar Wei Huang telah melakukan langkah pertamanya, untuk menekan pergerakan dari para prajurit kekaisaran tianzu, saat akan bergerak menuju ke arah Istana kekaisaran.


Dengan cara ini bahkan mereka harus berpikir ulang, untuk mengeluarkan kelima ribu orang prajurit itu, mengingat rakyat dan juga para prajurit kekaisaran jiahu, tidak akan diam saja setelah mendengar jumlah hadiah yang dikeluarkan oleh istana kekaisaran, untuk setiap kepala dari para prajurit itu.


"Dasar kaisar Wei Huang sialan! Berani sekali dia bermain-main dengan kita." ucap salah seorang pria yang berusia 35 tahun.


Di masa kekaisaran tianzu dulu, dia merupakan seorang jenderal perang kebanggaan dari kekaisaran, namun pada akhirnya karena mendapatkan luka dalam yang sangat parah, sehingga membuatnya harus terkapar tak berdaya, saat terjadinya pertempuran antara dua kekaisaran besar.

__ADS_1


__ADS_2