
Setelah menyelesaikan semua permasalahan dengan keluarga bangsawan Chao, akhirnya Xuan Jian beserta rombongan pun segera kembali menuju ke istana kekaisaran Jiahu.
Sementara 50 orang prajurit mulai memisahkan diri untuk segera melaksanakan perintah dari Xuan Jian, untuk menyeret seluruh anggota keluarga bangsawan Chao menuju ke perbatasan dan juga rumah bunga. Xuan Jian tersenyum dengan sangat manis, hatinya saat ini gembira melihat ke-50 kereta barang itu telah terisi penuh oleh berbagai macam harta benda yang tak ternilai harganya.
Bahkan saat ini bisa jadi Xuan Jian adalah orang yang paling kaya di seluruh kekaisaran jiahu, mengingat hasil rampokan gadis kecil itu bahkan mungkin bisa memenuhi sebuah paviliun besar. Xuan Jian pun memacu kudanya dengan sangat cepat, diikuti oleh Ming Xiu Ya dan juga para prajurit yang lainnya, wajah mereka terlihat sumringah karena berhasil membuktikan jika mereka adalah prajurit yang bisa diandalkan oleh majikannya.
Kedatangan Xuan Jian langsung disambut oleh para prajurit penjaga gerbang, mereka pun segera membuka pintu untuk memberikan jalan kepada putri dari Kaisar Wei Huang beserta rombongannya yang baru saja kembali, setelah menyelesaikan permasalahannya dengan anggota keluarga bangsawan Chao.
Kaisar Wei Huang yang saat itu tengah berjalan diiringi oleh kasim dan 5 orang prajuritnya terlihat membelalakkan mata, dia tak menyangka jika putri kecilnya itu akan berhasil mengisi ke-50 kereta barang yang dibawanya itu dengan harta benda yang sangat berlimpah, bahkan jika dia mengirimkan 10 orang jenderal kekaisarannya untuk bisa mengambil harta kekayaan milik bangsawan Chao, belum tentu jumlah yang akan didapatnya sama dengan yang saat ini dibawa oleh Xuan Jian.
Gadis kecil itu segera menghentikan laju kudanya, kemudian meloncat dan menjejakkan kakinya di atas tanah, saat ini dia ingin segera memamerkan hasil kerjanya di hadapan Kaisar Wei Huang yang menurutnya tak pandai dalam mengatur keuangan dan juga seluruh wilayah kekuasaannya, sehingga banyak sekali para bangsawan yang melakukan kecurangan.
Kaisar Wei Huang pun segera mendekat ke arah putrinya yang baru saja turun dari atas kuda, dia segera bertanya dengan sangat tegas.
"Bagaimana hasil kerjamu, Putri Xuan Jian?" tanya Kaisar Wei Huang.
"Apa kau tidak bisa melihat, jika saat ini ke 50 Kereta barang itu telah penuh dengan harta yang sangat berharga, yang mulia Kaisar?" tanya Xuan Jian sambil memiringkan sedikit kepalanya ke arah bahu kiri.
__ADS_1
Kaisar Wei Huang pun berjalan dan melihat satu persatu kereta barang yang dibawa oleh para prajurit kekaisaran, dia hampir saja menjatuhkan rahangnya mengetahui jika saat ini harta yang dibawa oleh putri kecilnya itu bahkan bisa membeli sebuah kekaisaran besar.
"Bagaimana kau melakukan hal ini, Putri Xuan Jian?" tanya Kaisar Wei Huang.
"Tentu saja menggunakan otakku yang sangat cerdik ini, yang mulia Kaisar!" jawab Xuan Jian dengan sangat santainya.
Mata gadis itu pun melirik ke arah kiri, saat ini dia menangkap kehadiran sang ibu yang baru saja akan pergi menuju ke taman yang ada di depan istana, dengan gerakan yang sangat cepat Xuan Jian pun segera berlari ke arah selir Xuan Yang.
"Lihatlah ibu! Aku telah membawakan harta yang sangat banyak untukmu, tak seperti dia yang hanya bisa memberikan kita beberapa koin perak saja setiap bulannya selama 10 tahun." ucap Xuan Jian seraya mendelikan matanya ke arah Kaisar Wei Huang.
Sedangkan selir Xuan Yang langsung salah tingkah, dia tak tahu harus berlaku seperti apa di hadapan Kaisar Wei Huang dan juga putrinya Xuan Jian yang seolah sengaja ingin memetik api permusuhan di antara keduanya.
"Dari mana kau mendapatkan semua harta yang sangat banyak ini, Jian'er?" tanya selir Xuan Yang.
Xuan Jian pun melirik ke arah sang ibu, "Tentu saja aku mengambilnya dari hutan ibu, bangsawan Chao telah menyembunyikan sebagian harta benda miliknya di dalam sebuah goa, setelah itu aku juga merampok beberapa orang perampok yang saat itu berpapasan di jalan, sehingga berhasil mengisi 40 kereta barang."
"Dan saat aku akan pulang, aku juga kembali mampir ke rumah kediaman bangsawan Chao untuk mengamankan harta yang tersisa dari rumah besar itu. Bagaimana menurut Ibu? Bukankah putri kecil ibu ini sangat cerdas?" ucap janjian seraya menampilkan wajah imutnya.
__ADS_1
Selir Xuan Yang dan yang lainnya saat ini melongo mendengar pernyataan dari gadis kecil itu, bagaimana bisa seorang Xuan Jian merampok dari para perampok yang tinggal di hutan? namun jenderal Ming Xiu Ya langsung menganggukkan kepalanya, pertanda membenarkan apa yang telah diucapkan oleh Xuan Jian.
Kedua kasim kaisar saat ini menatap Xuan Jian dengan pandangan yang sangat aneh, sepertinya kedua orang pria tua itu merasa heran dengan kelakuan dari Xuan Jian yang jauh berbeda dengan selir Kuan Yang ataupun sang ayah Kaisar Wei Huang.
Bukankah selir Xuan Yang seorang yang sangat baik hati dan juga penyayang? Sedangkan Kaisar Wei Huang adalah seorang yang keras kepala dan juga kejam, namun lihatlah putri dari hasil pernikahan keduanya! Seorang perampok kelas kakap yang pastinya akan ditakuti oleh seluruh bangsawan di kekaisaran jiahu mulai saat ini.
"Lalu bagaimana dengan keadaan anggota keluarga bangsawan Chao itu, tuan putri?" tanya salah seorang kasim kaisar kepada Xuan Jian.
Gadis kecil itu hanya mendelikan matanya sebentar, kemudian dia pun bertepuk tangan seolah menyatakan jika saat ini mereka telah dibereskan semuanya.
"Mereka telah berada di tempat yang seharusnya! Anggota keluarga bangsawan Chao berada di perbatasan dan akan menjadi pelayan untuk mereka yang saat ini berjaga dan bertugas di perbatasan. Sedangkan untuk para wanitanya telah aku perintahkan kepada para prajurit untuk membawa mereka menuju ke rumah bunga, agar para wanita itu tidak kelaparan sehingga mereka masih bisa menyombongkan diri di hadapan semua orang sebagai seorang ja*ang dari keluarga bangsawan" ucap Xuan Jian dengan sangat sarkas.
Semua orang pun hampir terjatuh dari posisi berdirinya, mereka tak menyangka jika gadis kecil itu memiliki pemikiran yang sangat tidak masuk akal, dia bahkan tidak menyiksa ataupun membunuh keluarga bangsawan itu melainkan memberikan sebuah hukuman yang bahkan lebih mengerikan dibandingkan dengan hukuman mati.
Beberapa orang pejabat dan bangsawan yang baru saja akan menghadiri rapat di aula istana, seketika langsung menghentikan langkah mereka, di dalam hati mereka pun berjanji untuk tidak bersinggungan dengan putri Xuan Jian agar tidak mengalami kejadian serupa seperti yang saat ini dialami oleh keluarga bangsawan Chao.
"Tuan putri Xuan Jian benar-benar sangat mengerikan." cicit mereka seraya kembali melanjutkan perjalanan menuju aula istana.
__ADS_1