Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 124


__ADS_3

"Hahaha..."


Tawa Xuan Jian menggema di sekeliling tempat itu, hingga membuat bulu kuduk semua orang yang mendengarnya langsung merinding. Meskipun si pemilik suara hanyalah seorang gadis kecil, nyatanya mampu membuat siapapun yang mendengar tawa itu merasakan seolah kematian telah mendatangi mereka dengan sangat cepat.


Bahkan para prajurit saat ini satu persatu mulai kembali mundur, mereka tidak mungkin bisa menjatuhkan gadis kecil itu karena memiliki kecepatan dan juga kelincahan gerak yang tidak terbaca oleh mata.


Bahkan serangannya benar-benar mematikan, sehingga semua orang harus meningkatkan kewaspadaan, agar tidak menjadi korban kebuasan dari gadis kecil, yang saat ini tengah menunjukkan taringnya.


Xuan Jian seolah tengah mengatakan di hadapan semua orang, bahwa dialah pemilik kekuatan yang sebenarnya, bukan para prajurit atau kumpulan dari para pembunuh bayaran, yang saat ini berpakaian layaknya seorang prajurit.


Sepertinya keluarga Chu memang memiliki dendam tersendiri terhadapnya, karena telah membongkar aib dan juga kebusukan dari permaisuri Chu Rong Xie sehingga akhirnya wanita itu diberikan hukuman mati oleh kaisar Tian Wo.


Padahal jika keluarga itu meneliti lebih mendalam, Xuan Jian merupakan gadis kecil yang tidak bisa disentuh, tak hanya karena memiliki pasukan elit yang melindunginya, namun dia juga dibekali dengan berbagai macam kemampuan, yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun.


Bahkan saat ini sebanyak apapun pasukan yang dikirimkan oleh keluarga Chu, nyatanya tak sanggup untuk melukai gadis kecil itu, jangankan bisa membunuhnya, bahkan setelah menghadapi begitu banyak prajurit, gadis kecil itu sama sekali tidak mendapatkan luka sedikitpun, sedangkan mereka yang jadi lawannya saat ini tengah meringis kesakitan, akibat banyaknya terkena sayatan pedang dari tangan Xuan Jian.


Apalagi beberapa orang rekan mereka saat ini telah tersungkur tanpa nyawa di atas tanah, hingga membuat bau amis darah semakin menyeruak, namun Xuan Jian seolah tidak kehilangan semangatnya, gadis kecil itu malah semakin menakutkan, setelah seluruh tubuh dan juga wajahnya tertutup oleh percikan darah, dari orang-orang yang telah menjadi musuhnya.


Saat ini Xuan Jian bergerak dengan sangat lambat, gadis kecil itu sengaja membuat sebuah aura penekanan yang sangat kuat, terhadap orang-orang yang awalnya ingin menjadikan dia sebagai target utama pembunuhan.


Namun ternyata malah berakhir dengan kekecewaan, karena Xuan Jian ternyata berhasil melewati berbagai macam bentuk serangan yang mereka berikan.


Namun saat ini mereka telah kehilangan begitu banyak prajurit andalan, karena ternyata Xuan Jian beserta pasukannya benar-benar meluluhlantahkan keberanian dan juga kemampuan yang mereka miliki, hingga mau tak mau harus mundur dari tempat itu agar tidak menjadi korban selanjutnya.


"Dimana keberanian kalian saat ini? Kenapa terus mundur? Ayo maju dan hadapi aku!" teriak Xuan Jian kepada para prajurit itu.


Tangannya kini tengah menyeret sebuah pedang yang sangat besar dan juga berat, sambil menyunggingkan senyuman psikopatnya. Semua orang langsung bergidik ketakutan, mereka sepertinya harus mencari celah agar bisa keluar dari tempat itu, sebelum Xuan Jian menjangkau keberadaannya.


Pasukan elit yang dibawa Xuan Jian saat ini turut mengikuti langkah pemimpin mereka, semuanya melakukan hal yang sama seperti Xuan Jian, menyeret pedang yang telah dilumuri oleh darah musuh-musuh mereka, hingga menimbulkan suara dengungan yang sangat menyakitkan di telinga.

__ADS_1


Bruk...


Pria bertubuh tambun tiba-tiba saja langsung berlutut di hadapan Xuan Jian, meskipun saat ini seluruh prajurit yang dibawanya terlihat memelototkan mata, karena tak menyangka jika ternyata pria itu akan kehilangan akal sehatnya.


Dengan tak tahu malu dia berani menunduk di hadapan musuhnya sendiri, namun mereka juga menyadari jika saat ini tidak mungkin bisa menyelamatkan diri dari tempat itu, terlebih Xuan Jian beserta pasukannya bukanlah orang yang akan mudah untuk dikalahkan.


"Tolong ampuni kelancangan kami, tuan putri. Kami hanyalah pesuruh dari seseorang yang ingin melenyapkan nyawa anda." ucap pria bertubuh tambun itu seraya menghantukkan kepalanya ditanah.


Dia tidak memiliki keberanian lagi untuk berhadapan dengan Xuan Jian, tak hanya karena kemampuan yang dimiliki oleh gadis itu, melainkan karena racun yang saat ini terus menyerang seluruh organ tubuhnya, benar-benar membuat pria itu menyadari jika apa yang diucapkan oleh gadis kecil di hadapannya, bukanlah sebuah lelucon, melainkan kebenaran.


Dan mungkin saja seluruh tabib yang ada di istana kekaisaran longzhu, tidak akan memiliki kemampuan untuk menghilangkan racun itu dari tubuhnya.


"Katakan padaku! Siapa orang yang telah berani mengirim kalian semua untuk melenyapkanku?" Tanya Xuan Jian dengan mata yang memerah, menunjukkan aura penindasan yang sangat kuat.


Pria bertubuh tambun beserta seluruh prajurit yang di bawanya hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, mereka bimbang antara mengungkapkan kebenaran ataukah tetap tutup mulut. Namun saat ini jelas nyawa mereka dipertaruhkan.


Jingga akhirnya mau tak mau mereka pun harus mengungkapkan, siapa sebenarnya orang yang telah lancang mengirim mereka untuk membunuh putri Xuan Jian.


Dia tak lagi bisa menyembunyikan kegelisahan dan juga rasa takutnya, setelah melihat bagaimana rekan-rekannya yang tewas di tangan pasukan elit kekaisaran jiahu, terlebih Xuan Jian yang masih berusia 11 tahun, ternyata benar-benar seperti mesin pembunuh.


Dia sama sekali tidak memiliki belas kasihan sekalipun dan membabat seluruh musuhnya dengan sangat lihai, dia sengaja memberikan efek jera sebelum membunuh musuh-musuhnya dengan berbagai macam luka, yang pada akhirnya membuat orang-orang itu satu persatu menyerah untuk mempertahankan diri.


"Perdana mentri Chu?" Xuan Jian mengerutkan dahinya, sepertinya dia tidak pernah memiliki masalah dengan perdana menteri dari kekaisaran longzhu itu.


"Benar tuan putri, perdana menteri Chu adalah ayah dari permaisuri Chu Rong Xie yang telah dijatuhi hukuman mati, oleh yang mulia kaisar Tian Wo." jawab prajurit itu kembali.


Xuan Jian menganggukkan kepalanya, nampaknya saat ini gadis kecil itu mengerti, jika para prajurit yang dikirim untuk membunuhnya bukanlah orang-orang dari kekaisaran longzhu, melainkan suruhan dari salah seorang pembesar Istana yang merasa sakit hati, karena Xuan Jian telah membuka aib dan juga seluruh kejahatan dari permaisuri Chu Rong Xie, yang membuat wanita paling berkuasa di kekaisaran longzhu itu akhirnya harus meregang nyawa, akibat hukuman mati yang diberikan oleh kaisar Tian Wo.


"Baiklah..! Aku akan memberikan kalian dua pilihan, berdiri di belakangku dan menjadi pasukan dari kekaisaran jiahu, ataukah mati di tangan para prajurit elit milikku?" ucap Xuan Jian sambil melirik ke arah pasukannya.

__ADS_1


Para prajurit itu pun sontak bersujud dihadapan Xuan Jian, mereka langsung mengucapkan sumpah untuk setia kepada majikan mereka yang baru, terlebih saat ini mereka harus bisa menyelamatkan diri, agar tidak mengalami kematian yang sangat mengerikan seperti rekan-rekan mereka.


"Bagus! Kalian telah memilih jalan yang paling benar, dengan berdiri di belakangku, maka hidup kalian akan lebih terjamin mulai saat ini. Aku Xuan Jian, akan memberikan penghidupan yang layak untuk kalian semua, yang telah memilih untuk menjadi bagian dari prajurit kekaisaran Jiahu." ucap Xuan Jian penuh kebanggaan.


Swing...


Xuan Jian melemparkan satu botol porselen ke arah pria bertubuh tambun, sambil melengkungkan senyuman tipisnya.


"Ambil pil itu! Kau bisa menyembuhkan diri mulai saat ini dan ingatlah untuk tidak keluar dari wilayah kekaisaran jiahu, untuk sementara kalian semua akan tetapi tinggal di sini, sampai aku menyampaikan masalah ini kepada yang mulia Kaisar Wei Huang." ucap Xuan Jian.


"Sepertinya itu tidak perlu, mereka bisa langsung pergi ke istana kekaisaran jiahu dan bergabung dengan prajurit yang lain."


Terdengar suara yang sangat dingin dan juga datar di belakang Xuan Jian, saat ini Kaisar Wei Huang telah berdiri beserta Kaisar Zhang Wei dan seluruh keluarganya. Wajah mereka terlihat menghitam, karena Xuan Jian telah berani keluar dari istana kekaisaran, tanpa meminta izin terlebih dahulu.


Apalagi dia juga telah melibatkan ke 200 orang prajurit elit dari paviliun anggrek, untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri, tanpa sepengetahuan dari seluruh keluarganya.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Para prajurit itu serta merta langsung bersujud di hadapan Kaisar Wei Huang beserta seluruh keluarganya, mereka seolah telah mendapatkan semangat baru, setelah kedatangan dari pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu.


"Salam kepada yang mulia Kaisar, semoga panjang umur dan selalu diberikan kesehatan." ucap para prajurit itu dengan serempak.


Kaisar Wei Huang hanya menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum tipis. Wajahnya menunjukkan kepuasan, karena prajurit itu lebih memilih untuk mengabdikan hidupnya pada kekaisaran jiahu.


Sementara selir Xuan Yang kini telah berjalan ke arah Xuan Jian, sambil melengkungkan senyuman tipis. Tidak! itu bukan senyuman, melainkan sebuah seringaian. Tangan wanita itu dengan sangat cepat langsung menjewer telinga milik Xuan Jian, hingga membuat putrinya itu meringis namun dia mengabaikannya.

__ADS_1


"Dasar gadis nakal!"


__ADS_2