
Akhirnya rombongan Xuan Jian beserta seluruh prajurit kekaisaran jiahu pergi meninggalkan hutan, saat ini tujuan mereka adalah kediaman milik keluarga bangsawan Chao. Xuan Jian terlihat sangat cerah, otak kecilnya terus menghitung jumlah keuntungan yang telah dia dapatkan, dari seluruh harta kekayaan yang diperoleh dari dalam goa maupun dari markas para perampok.
Gadis kecil itu berpikir, seandainya saja mereka bertemu dengan beberapa orang bandit hutan atau apapun itu yang bisa menambah pundi-pundi kekayaannya, mungkin akan lebih menyenangkan lagi. Jika memang tidak memungkinkan untuk membawanya, dia bisa saja membeli kembali kereta barang yang lain saat rombongan mereka telah kembali menuju ke desa.
Nampaknya jiwa matre seorang pembunuh bayaran dari masa depan itu kembali bangkit dalam kehidupan keduanya, dia bahkan tidak ingin berbagi kekayaan itu dengan Kaisar Wei Huang, mengingat semua yang dia dapat kali ini adalah hasil jerih payahnya, membobol seluruh harta kekayaan milik bangsawan Chao yang telah disembunyikan di dalam gua dan juga merampok dari markas para perampok yang bertemu di jalan.
Mungkin memberikan dua atau tiga kereta barang itu untuk istana kekaisaran sudah merupakan suatu hal yang disebut dermawan, mengingat selama ini para bangsawan yang sangat kaya raya sekalipun hanya memberikan sedikit saja sebagai pembayaran pajak untuk istana kekaisaran.
Lalu kenapa Xuan Jian harus menyerahkan semua itu kepada kaisar? Bukankah akan lebih baik jika seluruh harta kekayaan itu dibagi dua dengan ibundanya? apalagi selama 10 tahun terakhir dia beserta selir Xuan Yang hidup dalam kesulitan, sangat pantas rasanya jika dia mendapatkan kompensasi dari semua kesedihan dan juga penderitaan yang dia terima, selama berada di paviliun bobrok yang berada di ujung paling belakang istana itu.
Xuan Jian tersenyum dengan sangat manis, sepertinya gadis itu telah memiliki rencana tersendiri untuk bisa memiliki seluruh harta yang telah dia dapatkan. Sedangkan Ming Xiu Ya terlihat mengerutkan dahi, dia sangat yakin jika gadis yang saat ini berada di sisinya itu tengah membuat rencana lain, untuk bisa menambah kembali jumlah kekayaannya.
"Apakah para pejabat yang tinggal di daerah ini jujur?" tanya Xuan Jian.
Ming Xiu Ya menoleh sejenak, ternyata apa yang dia fikirkan tidak meleset, gadis itu pasti ingin merampok ditempat lain lagi, mengingat harta yang mereka dapatkan di goa sudah cukup banyak, tidak mungkin jika bangsawan Chao masih memiliki kekayaan yang lebih lagi hingga bisa mengisi 10 kereta yang tersisa.
"Untuk wilayah ini sepertinya para pejabatnya Jujur, hanya saja di wilayah perbatasan banyak sekali rakyat miskin, namun ada seorang bangsawan kaya raya yang tinggal di sana dan banyak menindas rakyat." ucap Ming Xiu Ya.
Mendengar hal itu sontak membuat Xuan Jian semakin bersemangat. "Itu sangat bagus! Kita akan segera mengunjunginya." ucap gadis itu.
Ming Xiu Ya mengerutkan dahinya, dia belum mengerti dengan maksud dari gadis itu. "Bukankah keluarga bangsawan itu tidak mengganggu anggota keluarga istana kekaisaran, tuan putri?" tanyanya.
__ADS_1
Xuan Jian menggelengkan kepalanya, "Jika seluruh warga desa kelaparan dan juga hidup susah sedangkan dia memiliki banyak harta dan sering menindas rakyat kecil, itu artinya dia adalah pohon uang yang harus aku kunjungi selanjutnya. Apakah kau tidak kasihan terhadapku yang sangat miskin ini? Bahkan aku selalu diberi makan makanan sisa selama 10 tahun! Pakaian yang aku pakai hari ini adalah pakaian terbaik setelah sebelumnya aku menggunakan hanfu yang bahkan para pelayan saja tidak menggunakannya." ucap Xuan Jian.
Mendengar hal itu tentu saja Ming Xiu Ya langsung menghentikan kudanya, dia memang belum mengetahui kebenaran jika selama ini Xuan Jian telah dikucilkan.
"Kenapa kau memandangku seperti itu?" tanya Xuan Jian.
"Apa benar yang diucapkan tuan putri tadi?" tanya Ming Xiu Ya.
"Untuk apa aku berbohong padamu? Aku adalah orang yang paling miskin di seluruh istana kekaisaran! Begitu juga dengan ibuku, kami baru bisa menggunakan pakaian bagus setelah kembali ke papiliun anggrek beberapa hari yang lalu, sedangkan sebelumnya aku bahkan berpakaian yang lebih lusuh dibandingkan para pelayan." jawab Xuan Jian sambil menarik napas kasar.
"Bukankah yang mulia Kaisar begitu menyayangi tuan putri dan juga selir Xuan Yang?" tanya Ming Xiu Ya.
Xuan Jian menggelengkan kepalanya, "Kaisar bodoh itu menganggap jika aku adalah pembawa sial yang membuat putra kandungnya dari permaisuri Xue itu mati, padahal permaisuri sengaja membuang putra kandungnya di hutan hanya karena dia terlahir cacat." ucap Xuan Jian.
Ming Xiu Ya tersenyum mendengar penjelasan yang diberikan oleh Xuan Jian, hatinya bersorak gembira saat ini, setelah mengetahui rahasia terbaru dari Kaisar Wei Huang. Jika dia memang tak bisa melakukan pemberontakan terhadap istana kekaisaran, tidak ada salahnya jika dia segera memberitahukan kepada seluruh keluarganya, untuk segera mencari seorang pemuda cacat yang tinggal di hutan itu.
"Apa kau tidak ingin mencari tahu keberadaan saudaramu itu, tuan putri?" tanya Ming Xiu Ya. Dia harus bisa menyelami hati gadis kecil itu, jangan sampai nanti rencananya digagalkan oleh Xuan Jian.
Namun gadis itu hanya menggelengkan kepalanya, dia tak peduli dengan apapun yang terjadi pada putra dari permaisuri Xue Yi itu, mengingat selama ini sang permaisuri seringkali membuat kejahatan terhadap dirinya maupun sang ibu.
"Tidak! Untuk apa? Dia bukan saudaraku! Justru karena dia, aku dan ibuku harus menjadi korban dan diasingkan di paviliun bobrok. Meskipun dia mati, apa peduli ku?" ucap Xuan Jian seraya mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
Ming Xiu Ya tersenyum tipis, sepertinya untuk mencari keberadaan dari pangeran yang terbuang itu tidaklah sesulit yang dia pikirkan sebelumnya, apalagi Xuan Jian juga tidak memperdulikannya.
"Kediaman bangsawan Chao sudah dekat, tuan putri." ucap salah seorang prajurit memberitahu Xuan Jian.
Gadis itu pun segera menganggukkan kepalanya, "Ayo cepat! Jangan biarkan keluarga badjingan itu membawa kembali harta kekayaannya ke tempat lain." ucapnya sambil memacu kuda dengan sangat cepat.
Ming Xiu Ya dan para prajurit pun langsung bergegas menyusul Xuan Jian.
***
"Tuan besar..! Gawat tuan besar..!" ucap seorang pelayan tua sambil bergegas menuju ke tempat di mana bangsawan Chao saat ini tengah duduk bersantai bersama keluarganya.
"Ada apa?" tanya bangsawan itu.
"Sepertinya putri Xuan Jian beserta 200 orang prajurit tengah menuju ke kediaman ini." ucap pelayan itu lagi.
"Sial! Kita bahkan belum menyembunyikan seluruh harta kekayaan milik kita semua, sepertinya gadis itu ingin agar kita memberikan dia pelajaran, supaya tidak memiliki niat untuk mengambil harta milik kita semua." ucap bangsawan Chao.
Akhirnya pria tua itu pun segera bergegas bangkit dari kursi yang didudukinya, disusul oleh seluruh anggota keluarga. Bahkan Nona muda Chao terlihat berwajah pucat, dia masih ingat Bagaimana cara pelayan dari putri Xuan Jian membunuh seluruh prajurit yang di bawanya saat itu.
"Hei bangsawan Chao! Keluar kau!" teriak Xuan Jian setelah berada di depan gerbang kediaman bangsawan itu.
__ADS_1
...----------------...
Author up 1 chapter dulu ya reader, chapter selanjutnya setelah jam 12.00 siang nanti karena ada pengumuman Give away.