
"Xiu Lan! Lihat siapa yang aku bawa?" ucap Xuan Jian.
Xiu Lan pun langsung melirik, matanya terlihat sembab karena dia terlalu banyak menangis, namun begitu netranya menangkap bayangan dua orang saudaranya yang saat ini telah dibawa oleh Xuan Jian, Xiu Lan pun segera bangkit dan memeluk keduanya.
"Kakaaak...!" panggil Xiu Lan.
Kedua pemuda itu pun segera memeluk Xiu Lan. "Kau di sini?" tanya keduanya.
"Ya! Dia majikanku, putri Xuan Jian.
Kedua pemuda itu pun segera melirik ke arah Xuan Jian, kemudian membungkukan badan mereka. Xuan Jian mengajak mereka semua untuk segera pergi ke sebuah toko pakaian, karena saat ini kedua saudara Xiu Lan belum memiliki pakaian sama sekali.
Tap...
Tap...
Tap...
Akhirnya mereka pun sampai didepan sebuah toko yang terlihat sangat sepi, tak lama seorang pelayan datang membukakan pintu dan langsung menyambut mereka dengan sangat ramah.
"Selamat datang di toko kami nona dan tuan! Apa yang bisa pelayan ini bantu?" tanya pelayan toko itu dengan sangat ramah, Xuan Jian segera saja menunjuk beberapa kain.
"Aku mau 20 pasang pakaian untuk kedua orang pemuda ini dengan kain yang terbaik." ucap Xuan Jian.
Pelayan toko itu pun segera mengganggukan kepalanya, kemudian mereka mengajak kedua pemuda itu untuk bertemu dengan seorang penjahit yang berada di lantai 2, agar bisa sekalian mengukur badan mereka.
"Semua pakaiannya akan selesai sore ini, nona." ucap gadis pelayan itu.
"Baiklah, aku akan menunggunya." jawab Xuan Jian seraya menyerahkan beberapa koin emas pada gadis penjaga toko itu, kemudian dia pun segera mengajak keempat orang yang bersamanya untuk mencari tempat makan.
Sepertinya saat ini Xuan Jian tak bisa lagi memasak, jadi mau tak mau dia pun segera mengunjungi sebuah kedai makan untuk bisa mengisi perutnya yang saat ini mulai keroncongan, karena hari sudah mulai siang dan mereka terlalu banyak bergerak ke sana ke sini sejak menginjakkan kaki di pasar itu.
"Selamat datang di kedai makan kami nona-nona, tuan-tuan! Silakan masuk." ucap salah seorang pelayan mempersilahkan Xuan Jian dan juga rekan-rekannya untuk masuk.
__ADS_1
"Tolong siapkan semua makanan yang paling enak untuk kami semua." ucap Xuan Jian.
Pelayan itu pun segera mengangguk, kemudian dia berlari ke belakang untuk memberitahu koki. Sementara Xuan Jian dan juga rekan-rekannya segera mendudukkan diri mereka di atas kursi.
Kedua pemuda itu nampak masih berdiri, sehingga Xuan Jian pun segera menggeser kursi dan menyuruhnya untuk duduk.
"Kenapa kalian berdiri di situ? Duduklah! Kita akan segera makan." ucap Xuan Jian.
Kedua pemuda itu hanya menggelengkan kepala, "Kami hanyalah seorang budak, nona! Tidak sepantasnya kami duduk di tempat yang sama dengan anda." ucap salah seorang pemuda itu.
"Tidak ada batasan antara majikan dengan pelayannya, kalian bukanlah budak! Mulai hari ini kalian adalah keluargaku, saudaraku sama seperti halnya Xiu Lan dan juga Mei Ling, jadi duduklah bersamaku, kita akan segera menikmati makanan bersama-sama." jawab Xuan Jian.
Hal itu sontak membuat kedua pemuda saling berpandangan, namun saat melihat Xiu Lan menganggukan kepalanya, akhirnya kedua pemuda itu pun segera menarik kursi dan langsung mendudukinya.
Tak lama gadis pelayan itu pun datang kembali, dengan membawa makanan yang sangat banyak. Dia langsung menyiapkan makanan untuk mereka semua di atas meja, akhirnya Xuan Jian pun bisa makan dengan sangat santai bersama rekan-rekannya sambil menunggu pakaian yang mereka pesan tadi selesai dibuat.
Baru saja mereka selesai menikmati makanan yang disajikan di kedai makan, tiba-tiba saja segerombolan orang memasuki tempat itu.
"Kalian semua keluar dari tempat ini! Nona muda kami akan segera makan!" ucap salah seorang prajurit sambil menunjuk kepada semua orang yang saat ini tengah menikmati makanan.
"Cih! hanya seorang Nona muda saja tapi kalian sudah sombong dan mengusir semua orang, benar-benar sampah!" cibir Xiu Lan dengan suara lantang menyemburkan kata-kata yang sangat pedas.
Hal itu tentu saja membuat kedua kakaknya memelototkan mata ke arah adiknya, mereka tak ingin mencari masalah dengan orang-orang dari keluarga bangsawan Chao.
Sedangkan para prajurit yang saat ini tengah mengiringi Nona muda dari keluarga Chao itu terlihat mulai menarik pedang dari sarungnya, dan segera berjalan ke arah Xiu Lan.
"Dasar gadis bodoh! Berani sekali kau menghina Nona muda kami? Apa kau tidak pernah mengetahui jika keluarga bangsawan Chao merupakan keluarga terkaya di seluruh wilayah kekaisaran ini?" tanya prajurit itu sambil mengacungkan pedangnya ke arah Xiu Lan.
Kedua pemuda yang merupakan kakak dari gadis itu pun kembali memelototkan matanya, keduanya jelas tak terima jika adiknya digertak, namun apa yang harus mereka lakukan? Bahkan mereka pun tak mampu untuk melawan keluarga Chou, mengingat selama ini keduanya pernah menjadi budak selama hampir 2 tahun, hingga akhirnya mereka kembali dijual kepada salah seorang penjual budak, setelah disiksa dengan sangat parah.
Tapi Xiu Lan masih tetap tenang di tempatnya, dia sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun. Begitu juga dengan Mei Ling dan juga dan Xuan Jian, ketiganya masih tetap santai menyesal teh yang saat ini masih tersisa di cangkir mereka.
"Kenapa? Kalian tak terima? Dasar prajurit bodoh!" cibir Xiu Lan kembali. Prajurit itu pun langsung meradang, namun ketika matanya melihat kedua orang pemuda yang saat ini bersama Xiu Lan, akhirnya para prajurit itu pun segera tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Ternyata kalian benar-benar orang yang sangat bodoh! Kalian telah menghabiskan banyak koin emas untuk membeli budak yang telah dibuang dari keluarga Chao, keduanya tak bisa bekerja dengan sangat baik, sehingga akhirnya bangsawan Chao memutuskan untuk membuangnya." ucap prajurit itu.
Xiu Lan langsung meradang, sepertinya luka-luka yang saat ini diterima oleh kedua kakaknya adalah ulah dari keluarga Chao, gadis itu pun segera melirik Xuan Jian dengan ujung matanya.
Melihat hal itu Xuan Jian pun langsung tersenyum tipis ke arah Xiu Lan dan segera menganggukkan kepalanya, tak lama Xiu Lan pun langsung meloncat dari kursinya dan merebut pedang dari salah seorang prajurit itu, kemudian dengan santainya dia langsung menebas leher salah seorang prajurit sombong dengan pedang yang baru saja diambilnya.
Crash...
Hal itu tentu saja membuat semua orang memelototkan matanya, beberapa orang yang tengah makan terlihat langsung merasa mual, apalagi saat ini darah segar mengucur deras dari leher yang terpotong itu.
Rekan-rekan dari prajurit yang telah dipenggal oleh Xiu Lan pun langsung mengacungkan pedang mereka dan segera menyerang bersamaan.
Trang...
Trang...
Trang...
Sret...
Sret...
Bruk...
Sayangnya mereka bukanlah lawan yang seimbang untuk seorang Xiu Lan, sehingga akhirnya hanya menjadi samsak tinju untuk Xiu Lan melatih kembali bogem mentahnya.
"Sepertinya kita harus berkunjung ke keluarga Chao, tuan putri!" ucap Xiu Lan sambil melirik ke arah Xuan Jian.
"Tentu saja, setelah mengambil pakaian yang kita pesan tadi, ayo kita kunjungi Kaisar bodoh itu! Aku akan meminta agar seluruh harta milik keluarga Chao segera diambil alih oleh istana." ucap putri Xuan Jian
Nona muda itu tentu saja sangat marah setelah mendengar ocehan dari kedua gadis yang ada di hadapannya. "Berani sekali kalian berbicara tidak sopan di hadapan Nona muda ini!" ucapnya dengan sangat sombong.
Namun Xiu Lan dengan cepat segera menjawab ucapan yang dilontarkan oleh Nona muda sombong itu, "Dan kau! Berani sekali menggertak seorang tuan putri dari Kaisar Wei Huang! Apa kau masih memiliki simpanan nyawa, sehingga berani bersikap sombong dihadapan putri dari Kaisar?" tanya Xiu Lan.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat wajah nona muda Chao langsung pucat, dia jatuh tersungkur di atas lantai, tak menyangka jika yang saat ini tengah tersenyum tipis ke arahnya adalah Xuan Jian yang merupakan putri dari Kaisar Wei Huang dan juga selir Xuan Yang.