Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 59


__ADS_3

Sesampainya di paviliun anggrek, Xuan Jian pun segera masuk ke dalam kamarnya, dia harus menyiapkan rencana dengan sangat matang untuk bisa mengalahkan selir Feng Ling, sepertinya saat ini selir itu telah memulai rencananya, dan dia tak boleh lengah apalagi saat ini posisi sang ibu dipertaruhkan.


Xuan Jian tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh selir Xuan Yang, walau bagaimanapun caranya, dia akan tetap melindungi ibunya dengan segala macam cara meskipun dia harus melakukan kejahatan.


Sementara di tempat lain saat ini, Kaisar Wei Huang tengah mendengarkan informasi yang dibawa oleh beberapa orang kepercayaannya, sejak kepergian Xuan Jian dari aula, Kaisar telah memerintahkan dua orang kepercayaannya untuk mengawasi kediaman kedua selir dan saat ini juga, dia baru saja mengetahui jika apa yang dikatakan oleh Xuan Jian tidaklah salah, kedua selirnya memang memiliki rencana yang sangat busuk untuk menyingkirkan satu sama lain.


Terlebih selir Feng Ling yang saat ini sudah mulai mengirimkan surat untuk para pembunuh bayaran, agar segera menyelenyapkan selir Xiao Xia. Meskipun jauh di lubuk hati orang nomor satu dari kekaisaran jiahu itu masih memiliki perasaan sayang terhadap kedua selirnya, namun ternyata dia benar-benar ditampar dengan kenyataan, bahwa selama ini kedua orang selir itu telah banyak merencanakan kejahatan demi kejahatan untuk saling menyingkirkan.


Hanya saja hal itu tak bisa terlihat secara langsung, karena di depan semua orang keduanya selalu menjaga sikap seolah-olah seperti sepasang saudara, namun setelah meneliti lebih jauh ternyata kedua selir itu tak lebih dari seekor ular, mereka pandai memainkan peran di hadapan semua orang sebagai seorang wanita yang sangat lemah lembut dan juga penuh kasih.


Bahkan dia juga hampir tertipu saat mengetahui jika putrinya diperlakukan dengan begitu baik oleh kedua selirnya itu. Kaisar Wei Huang benar-benar tidak paham dengan cara berpikir kedua wanita itu, yang harus terus berpura-pura seolah menjadi seorang yang baik sedangkan di belakang mereka terus membuat rencana rencana jahat untuk saling menyingkirkan satu sama lain.


Keesokan harinya Kaisar Wei Huang memanggil Ketiga orang selirnya, dia berniat untuk mengajak istri-istrinya itu untuk berjalan-jalan. Namun ternyata selir Xuan Yang menolak ajakan yang diberikan oleh kaisar Wei Huang, dia beralasan jika saat ini dirinya sedang tidak enak badan.

__ADS_1


Hal itu sengaja dia lakukan agar bisa mendekatkan Kaisar dengan kedua orang selirnya, mengingat hingga saat ini selir Xuan Yang bahkan telah kehilangan kepercayaan terhadap Kaisar Wei Huang.


Kaisar Wei Huang menatap pedih ke arah selir Xuan Yang, jauh di lubuk hati orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu saat ini dipenuhi perasaan bersalah terhadap selirnya. Jika saja di masa lalu dia tidak termakan provokasi yang diucapkan oleh permaisuri Xue Yi, mungkin hingga saat ini hubungan keduanya akan tetap harmonis seperti dulu.


Selir Xuan Yang segera undur diri, dia ingin beristirahat di kediaman, sedangkan kedua selir yang lain tetap berada di sisi Kaisar, mereka akan mengikuti kemanapun sang suami pergi.


Akhirnya Kaisar Wei Huang pun mengajak kedua selir untuk berjalan-jalan di sekitar taman, dia mengajak keduanya untuk memetik beberapa bunga untuk hiasan kamar mereka, selir Xiao Xia terlihat sangat ceria, apalagi kali ini dia dihadapkan dengan bermacam-macam bunga mawar kesukaannya.


Sedangkan selir Feng Ling hanya tersenyum tipis, dia membiarkan selir Xiao Xia terus bahagia, karena malam nanti dialah yang akan berbahagia setelah mendengar berita kematian dari selir Xiao Xia.


Uhuk...


Uhuk...

__ADS_1


Selir Feng Ling baru saja menyuapkan beberapa makanan ke mulutnya, namun tiba-tiba saja dia merasa jika dadanya saat ini sangat sesak bahkan perutnya pun mual, sehingga akhirnya dia pun segera terbatuk.


Segera selir itu pun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dia ingat jika saat itu Xuan Jian menyimpan bunga lili di kamar milik permaisuri Xue Yi hingga membuat wanita nomor 1 di kekaisaran jiahu itu akhirnya keracunan, akibat terlalu sering menghirup aroma bunga.


Dia tak ingin mengalami hal yang sama, sehingga akhirnya memerintahkan beberapa orang pelayan untuk segera menggeledah kamarnya, jangan sampai ada satu batang atau kelopak bunga pun yang tertinggal di kamar miliknya, para pelayan pun segera menggerakkan tubuh mereka untuk mencari di semua tempat, namun setelah beberapa saat akhirnya mereka pun kembali dan melaporkan kepada selir Feng Ling jika mereka tidak menemukan satu kelopak bunga pun di kamar miliknya.


Hal itu tentu saja membuat selir Feng Ling mengerutkan dahi, jika memang bukan dari bunga, lalu kenapa dia sampai terbatuk? bahkan kali ini dadanya semakin terasa sesak, nafasnya tersengal, perutnya pun mengalami mual. Bukankah Ini salah satu gejala keracunan? fikir sang selir.


Akhirnya selir Feng Ling pun segera menyuruh para pelayannya untuk memanggil tabib, dia tak akan membiarkan dirinya mati begitu saja sebelum menjadi seorang permaisuri di kekaisaran jiahu.


Tak lama kemudian tabib yang dipanggil pun datang, kemudian memeriksa keadaan dari selir Feng Ling, setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, akhirnya tabib pun menyatakan jika saat ini selir Feng Ling membutuhkan istirahat yang cukup karena terlalu lelah.


Mendengar hal itu tentu saja membuat hati selir Feng Ling menjadi tenang, dia tak perlu merisaukan apapun saat ini, karena ternyata kecurigaannya tidak berdasar. Dia tak terkena racun, itu hanya karena efek kelelahan dan juga mungkin karena dia banyak fikiran dalam beberapa hari terakhir, hingga membuatnya mengalami beberapa gejala yang mirip dengan orang keracunan.

__ADS_1


Sementara di balik dinding paviliun yang ditempati oleh selir Feng Ling, seorang gadis terlihat tersenyum kecil saat menyadari ketakutan yang dialami oleh selir itu, dia mungkin berfikir jika saat ini Xuan Jian telah mengirimkan racun dalam bentuk bunga ke kamarnya, hingga harus mengerahkan sebegitu banyak pelayan untuk menggeledah isi dari paviliunnya.


Dia belum mengetahui jika Xuan Jian bahkan bisa mengirimkan racun dalam bentuk apapun, tidak harus dengan bunga, bahkan lewat makanan ataupun pakaian yang dikenakan oleh sang selir, mengingat Xuan Jian adalah seseorang yang sangat pandai menyusup ke dalam paviliun milik orang lain, apalagi gerakannya yang sangat lincah dan juga cekatan, membuat dia selalu lolos dari pengawasan para prajurit yang berjaga di seluruh kediaman.


__ADS_2