Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 86


__ADS_3

Akhirnya acara pun dilanjutkan kembali, saat ini waktunya untuk para nona muda dan juga para putri dari kekaisaran menunjukkan bakat mereka masing-masing, di hadapan seluruh tamu undangan.


Banyak sekali nona muda dan juga para putri yang menunjukkan keahlian mereka di bidang menari atau pun memainkan musik, namun ada beberapa orang diantara mereka juga yang memamerkan hasil lukisan tangannya.


Permaisuri Chu Rong Xie yang melihat jika Xuan Jian hingga saat ini masih belum bergerak dari kursinya segera melirik, dia pun mengungkapkan keinginannya untuk bisa melihat Xuan Jian tampil di depan seluruh tamu undangan.


"Putri Xuan Jian, Kenapa masih duduk di kursi? Ayo segera maju dan tunjukkan kemampuanmu di hadapan seluruh tamu undangan!" ucap permaisuri Chu Rong Xie.


Xuan Jian yang merasa namanya dipanggil pun segera melirik ke arah permaisuri kekaisaran longzhu, dengan segera gadis itu pun menjawab.


"Apakah perlu? Bukankah sejak tadi yang mulia permaisuri telah melihat begitu banyak pertunjukan yang dipertontonkan oleh tuan putri dan juga nona muda dari seluruh wilayah kekaisaran? Masih perlukah gadis kecil ini untuk memamerkan diri?" tanya Xuan Jian sambil melirik sinis ke arah permaisuri Chu Rong Xie.


Mendengar jawaban seperti itu, tentu saja membuat hati sang permaisuri menjadi sangat panas, dia tak menyangka jika ternyata putri dari Kaisar Wei Huang itu memiliki lidah yang sangat tajam, sehingga mampu membolak-balikkan perkataannya dan membuat dia merasa dipermalukan, di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir.


"Jika tuan putri dan juga nona muda yang hadir di tempat ini menunjukkan bakatnya, bukankah menjadi kewajibanmu juga untuk melakukan hal yang sama, tuan putri Xuan Jian?" jawab permaisuri Chu Rong Xie menunjukkan otoritasnya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Kaisar Wei Huang beserta ketiga orang selirnya langsung mengepalkan tangan, gigi mereka gemeletuk menunjukkan reaksi tidak suka, dengan perkataan yang dilontarkan oleh wanita nomor satu di kekaisaran longzu itu.


Sementara Xuan Jian langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, dia pun segera mendekati salah seorang prajurit yang berjaga, untuk meminjam pedang miliknya.


"Tolong pinjami aku pedang, paman prajurit." ucap Xuan Jian dengan sangat sopan.


Prajurit yang dipanggil paman itu pun segera menoleh, kemudian menyunggingkan sekilas senyuman manis dan menyerahkan pedang yang berada di tangannya kepada Xuan Jian.


Semua orang nampak tidak percaya dengan gadis itu, bagaimana bisa seorang gadis kecil memegang sebilah pedang yang sangat besar dan berat? Namun Xuan Jian dengan santainya membawa pedang itu di tangan, kemudian memerintahkan kepada pengiring musik untuk segera memainkan musik dengan sangat lembut.


Musik pun langsung terdengar, Xuan Jian mulai menari dengan menggunakan pedang di tangannya, semua orang melototkan mata melihat kemampuan yang dipertontonkan oleh putri dari Kaisar Wei Huang itu, tak hanya gerakannya yang gesit dan juga lincah, namun terlihat dari setiap tebasan pedangnya yang sangat kuat.


Hal itu tentu membuat semua orang yang hadir di aula pesta menjadi semakin kagum, ternyata Kaisar Wei Huang memiliki seorang putri yang memang sangat tangguh dan juga terampil.

__ADS_1


Permaisuri Chu Rong Xie langsung berwajah buruk, dia yang awalnya berniat ingin mempermalukan Xuan Jian, akhirnya harus menuai karmanya sendiri. Karena saat ini semua orang menyanjung dan memuja Xuan Jian bagaikan seorang dewi.


Apalagi setelah melihat kemampuan yang dipertunjukkannya itu, benar-benar memukau dan membius mata semua orang, hingga mereka terus berdecak kagum dan bertepuk tangan dengan sangat riuh.


Xuan Jian membawakan sebuah tarian pedang dengan sangat menawan, dia terlihat bagaikan seorang Dewi perang saat tangan mungilnya yang penuh dengan tenaga itu, memegangi pedang besar milik salah seorang prajurit kekaisaran longzu.


Bahkan Pangeran kedua yang baru pertama kali melihat kemampuan yang dimiliki oleh Xuan Jian menjadi semakin terpesona, dia tidak akan pernah melepaskan gadis itu, meskipun harus bertarung nyawa. Xuan Jian adalah miliknya, dan akan tetap menjadi miliknya sampai kapanpun.


Putra mahkota saat ini memelototkan matanya, selama ini dia bahkan telah mengerahkan orang-orang untuk mengetahui tentang putri dari Kaisar Wei Huang itu. Namun ternyata Xuan Jian yang saat ini berada di hadapannya, tidaklah seperti rumor yang beredar di masyarakat.


Dia benar-benar seorang gadis yang sangat mempesona dan memiliki kemampuan di atas rata-rata, membuat siapapun yang melihatnya akan terpana dan langsung jatuh hati.


Permaisuri Chu Rong Xie mengepalkan kedua tangannya, dia tak menyangka jika ternyata putri dari Kaisar Wei Huang itu benar-benar memiliki kemampuan untuk menari, apalagi tarian yang dia bawakan sangatlah berbeda, bahkan dirinya yang merupakan seorang permaisuri kekaisaran belum tentu bisa menggerakkan badan dengan sangat lincah, sambil membawa beban sebuah pedang yang sangat besar dan berat.


Kaisar Wei Huang beserta ketiga orang selirnya hanya tersenyum tipis, keempat orang itu pun melirik sinis ke arah permaisuri Chu Rong Xie yang sepertinya merasa sangat malu dan menyesal, karena telah berani menantang seorang Xuan Jian untuk tampil di depan umum.


Jika saja dia mengetahui bahwa gadis itu memiliki kemampuan di atas para putri dan juga nona muda, mungkin dia tidak akan pernah menantangnya.


Akhirnya Xuan Jian pun segera menyelesaikan tariannya, setelah membungkuk untuk memberikan hormat kepada kaisar Tian Wo dan juga permaisuri Chu Rong Xie, gadis itu juga dengan cepat segera mengembalikan pedang yang dipinjamnya, dari salah seorang prajurit kekaisaran longzu.


Terdengar tepuk tangan yang sangat meriah begitu Xuan Jian menyelesaikan tariannya. Mereka benar-benar dibuat terkagum-kagum oleh putri dari Kaisar Wei Huang itu, sementara permaisuri Chu Rong Xie terlihat menundukkan kepala, seolah menyesali perbuatannya yang berniat ingin mempermalukan Xuan Jian.


Akhirnya acara pun dilanjutkan kembali, saat ini para pelayan terlihat mulai memasuki aula pesta dan menyajikan banyak sekali hidangan mewah untuk para tamu undangan yang hadir, sepertinya Kaisar Tian Wo benar-benar ingin menyambut dan menjamu tamunya dengan sangat baik.


Mata Xuan Jian terlihat berbinar setelah melihat begitu banyaknya hidangan yang tersaji di atas meja tempat duduknya, dia benar-benar kagum dengan pengaturan yang dibuat oleh kaisar Tian Wo yang ternyata benar-benar mengutamakan kenyamanan dari tamu undangannya.


Bahkan pria paruh baya itu tidak segan-segan menggelontorkan banyak sekali koin emas, hanya untuk bisa menyajikan hidangan yang sangat spesial untuk seluruh tamu undangan yang hadir, di pesta ulang tahunnya.


Namun baru saja Xuan Jian akan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba saja suara Kaisar Tian Wo membuat gadis kecil itu hampir saja tersedak.

__ADS_1


"Zhen sengaja mengundang semua orang di hari ulang tahun zhen saat ini, selain untuk bersyukur atas bertambahnya usia, zhen juga ingin melamar putri Xuan Jian untuk menjadi calon istri dari pangeran kedua, yaitu pangeran Tian Li Wei, bagaimana menurutmu yang mulia kaisar Wei Huang?"


Uhuk...


Uhuk...


Uhuk...


Kaisar Wei Huang langsung terbatuk, dia benar-benar sangat kesal dengan kaisar Tian Wo yang tidak menunggu agar seluruh keluarganya menyelesaikan makan terlebih dahulu, sehingga akhirnya dia pun terpaksa harus segera meneguk air putih yang terhidang di atas meja.


Sementara ketiga orang selir Kaisar Wei Huang langsung menyemburkan air yang ada di dalam mulut mereka, ternganga dan langsung memelototkan mata, karena ternyata undangan yang diberikan oleh kaisar Tian Wo tak hanya untuk merayakan pesta ulang tahunnya yang ke-40, melainkan juga karena ingin melamar Xuan Jian secara langsung di istana kekaisarannya sendiri.


Qing Yuan yang mendengar jika saat ini saudara perempuan satu-satunya telah dilamar oleh seseorang langsung berdiri, sambil melototkan mata pada seorang pangeran bertopeng yang saat ini terlihat menyunggingkan senyuman tipisnya.


Dia tak menyangka jika ternyata orang itu akan segera menjadi saudara iparnya, "Apakah kau sudah gila, pangeran kedua? Putri Xuan Jian saat ini bahkan baru berusia 10 tahun. Bagaimana bisa kau berfikiran untuk menjadikan dia sebagai calon istrimu?" Tanya Qing Yuan kepada pangeran kedua.


Meskipun separuh wajahnya tertutup topeng, namun Qing Yuan sangat yakin jika pemuda itu saat ini tengah tersenyum puas. Pangeran ke-2 pun segera berdiri dari kursi yang didudukinya kemudian menjawab ucapan dari Qing Yuan dengan tak kalah pedasnya.


"Pangeran ini hanya akan bertunangan dengan Putri Xuan Jian, dan setelah dia berusia 16 tahun maka pangeran ini akan segera memboyongnya menuju kekaisaran longzu untuk menjadi permaisuri pangeran." ucap Tian Li Wei.


Qing Yuan langsung memelototkan matanya sambil menunjuk ke arah wajah pangeran kedua. "Kau tidak akan pernah bisa merebut saudaraku!" ucapnya.


Namun segera Kaisar Wei Huang menyuruh agar putra nya itu segera duduk kembali di kursinya, kemudian melirik ke arah Xuan Jian yang saat ini terlihat tengah mengunyah makanannya dengan sangat santai.


Kaisar Wei Huang pun bertanya tentang pendapat dari putri kecilnya itu.


"Bagaimana menurutmu, Putri Xuan Jian?" tanya Kaisar Wei Huang.


Xuan Jian melirik sekilas ke arah ayah kandung dari pemilik tubuh yang ditempatinya itu, kemudian dia pun segera memberikan jawaban yang sangat spontan dan membuat semua orang langsung terkaget-kaget.

__ADS_1


"Tidak masalah." jawab Xuan Jian dengan acuh tak acuh.


"Apaaa?" semua orang langsung memelototkan mata, mendengar jawaban yang diucapkan oleh gadis kecil itu.


__ADS_2