
Beberapa orang pria berpakaian hitam tiba-tiba saja muncul, tak jauh dari tempat di mana kompetisi antara kedua orang selir itu diadakan. Mereka terlihat menatap benci ke arah Kaisar Wei Huang, para prajurit yang menyadari kehadiran orang-orang itu pun segera membentuk barisan, untuk melindungi Kaisar mereka.
Sedangkan kedua orang selir saat ini mulai dibantu oleh para pelayannya untuk mundur dan kembali menuju paviliun tempat mereka tinggal, mereka tak mungkin tetap berada di lapangan, sementara saat ini terlihat beberapa orang penyusup mulai menunjukkan batang hidungnya.
Xuan Jian beserta selir Xuan Yang baru saja akan menggerakkan langkah mereka menuju ke lapangan, untuk menonton kompetisi yang diadakan oleh kaisar Wei Huang, untuk mendapatkan seorang permaisuri pengganti setelah kematian permaisuri Xue Yi.
Namun tiba-tiba saja gadis itu segera menghentikan langkahnya, melihat kedua orang selir yang saat ini tengah berjalan dengan sangat cepat diiringi oleh puluhan pelayan. Xuan Jian pun segera melirik ke arah kedua selir itu dan bertanya.
"Apa yang terjadi Ibu selir?" tanya Xuan Jian.
Selir Feng Ling yang saat itu berada tak jauh dari Xuan Jian pun segera mendekat, kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh putri dari selir Xuan Yang itu.
"Ada beberapa orang pria berpakaian hitam yang tiba-tiba saja datang dan mengganggu kompetisi, dia bahkan berani melesatkan panah ke arah yang mulia Kaisar dan memberikan ancaman untuk keselamatan kekaisaran." ucapnya.
Mendengar hal itu tentu saja Xuan Jian pun langsung mengubah raut mukanya, saat ini gadis itu terlihat menjadi sangat serius dan langsung memerintahkan kepada ketiga orang pelayannya, untuk membawa kembali sang Ibu yaitu selir Xuan Yang menuju paviliun anggrek, sementara dirinya akan melanjutkan perjalanan menuju ke lapangan untuk melihat badjingan mana yang telah berani menyusup dan mencari masalah dengan keluarganya.
Selir Xuan Yang tak bisa menolak perintah dari sang putri, dia pun dengan segera kembali bersama kedua orang pelayan yang di bawanya. Xiu Lan baru saja akan bergerak mengikuti langkah Xuan Jian, hanya saja gadis itu segera melirik dan memberikan peringatan kepada Xiu Lan untuk melindungi sang ibu dan menjaganya hingga dia kembali ke Paviliun anggrek.
"Kembali ke paviliun dan pastikan ke 200 orang prajurit itu menjaga kediaman ibuku dengan sangat baik, jangan lupa untuk memberikan peringatan kepada kedua kakakmu juga untuk ikut berwaspada, sepertinya musuh yang saat ini mendatangi kita bukanlah lawan yang mudah. Mengingat mereka berani menunjukkan batang hidungnya di dalam istana milik musuhnya sendiri." ucap Xuan Jian memberikan instruksi.
Xiu Lan pun segera membalikkan badannya, saat ini dia bergegas membawa selir Xuan Yang untuk kembali ke paviliun anggrek, dia tak mungkin menolak perintah dari Putri Xuan Jian, meski bagaimanapun Xuan Jian telah menganggapnya sebagai seorang keluarga, bahkan dia ditempatkan di salah satu kamar yang berada di paviliun anggrek.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat gadis pelayan itu merasa berhutang budi, selain telah membebaskan dirinya dari ikatan budak, Xuan Jian juga telah menyelamatkan kedua orang kakaknya. Apalagi saat ini tanpa banyak perhitungan, Xuan Jian juga melatih mereka semua agar bisa menjadi orang-orang yang kuat di masa depan.
Langkah Xuan Jian akhirnya sampai di lapangan, dia melihat sendiri jika saat ini ada sekitar 500 orang pria berpakaian serba hitam tengah mengacungkan senjata, seolah menantang Kaisar Wei Huang untuk berperang di dalam istananya sendiri.
Hal itu tentu saja membuat Xuan Jian merasa sedikit aneh, ada sesuatu hal yang ganjil yang harus segera dia temukan.
Xuan Jian berusaha untuk menajamkan penglihatannya, agar bisa menemukan hal yang sejak tadi dia pikirkan, tak lama kemudian terlihat gadis itu pun memelototkan matanya, saat ini tak jauh dari 500 orang pria berpakaian hitam itu terlihat seorang pemuda berusia sekitar 10 tahun dalam kondisi terikat, wajah pemuda itu terlihat sangat mirip dengan Kaisar Wei Huang.
Meskipun saat ini keadaannya jauh dari kata baik atau sangat mengenaskan. Dia mengalami banyak luka dan lebam di sekitar wajahnya. Xuan Jian pun langsung melesat dengan sangat cepat, dia harus menyelamatkan pemuda itu dari sekapan 500 orang pria berpakaian hitam, agar tidak memecahkan perhatian Kaisar Wei Huang saat mengalami bentrokan dengan ke 500 orang pria itu.
Gerakan Xuan Jian yang sangat cepat dan juga lincah membuat ke 500 orang pria itu tak menyadari kehadiran si gadis kecil, mereka saat ini terlihat sangat fokus terhadap Kaisar Wei Huang, yang sudah menunjukkan wajah jeleknya.
Sang Kaisar dari kekaisaran feniks emas itu saat ini terlihat begitu marah, apalagi saat netranya melihat keadaan seorang pemuda yang terikat diantara ke-500 orang pria berpakaian hitam, dari wajahnya jelas saja sang kaisar mengetahui identitas dari pemuda itu, mengingat saat ini dia bisa melihat wajahnya versi muda.
Namun dia tak menyangka jika ke-500 orang pria berpakaian hitam itu bahkan telah melacak keberadaan sang putra, hingga menjadikan tameng untuk mereka agar bisa melengserkan Kaisar Wei Huang dari Singgasana kekaisaran.
"Bagaimana menurutmu Kaisar Wei Huang? mana yang lebih penting? Keselamatan putra kandungmu sendiri ataukah posisimu?" tanya salah seorang pria yang disinyalir sebagai ketua dari ke 500 orang penyusup itu.
Mendengar hal itu Kaisar Wei Huang langsung mengepalkan tangannya, saat ini dia tak bisa memilih antara putra kandungnya sendiri atau pun posisinya. Walau bagaimanapun dia baru saja bisa menemukan sang putra, namun jika dia memberikan tahta kekaisaran terhadap orang itu, kemungkinan mereka akan membuat kekacauan dan juga menyiksa seluruh anggota istana kekaisaran.
Hal itu tentu saja membuat sang Kaisar akhirnya terdiam, dia tak bisa memilih antara status ke bangsawannya atau putra kandungnya sendiri.
__ADS_1
Blam...
Bang...
Duagh...
Bruk...
Tiba-tiba saja barisan ke 500 orang penyusup itu melonggar, saat ini beberapa orang mulai terpental dan tersungkur di atas tanah. Hal itu tentu saja membuat Kaisar Wei Huang memelototkan matanya, saat ini orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu tengah memikirkan, siapa sebenarnya orang yang telah berani membuat masalah dengan ke 500 orang pria berpakaian hitam itu.
Namun tak lama kemudian, sang Kaisar terlihat hampir menjatuhkan rahangnya, dia tak menyangka jika Xuan Jian akan menyusup pada sekelompok penyusup itu, dan langsung memberikan serangan spontan terhadap mereka, dengan memberikan tinjuan dan juga tendangan yang sangat mematikan ke arah titik vital.
Brugh...
Brugh...
Kratak...
Xuan Jian dengan gerakan yang sangat gesit segera memberikan serangan ke arah beberapa orang pria berpakaian hitam, dia yang memang sangat ahli dalam memberikan serangan jarak pendek tentu saja begitu diuntungkan. Meskipun saat ini di hadapannya ada begitu banyak lawan, namun belum tentu bisa memberikan serangan terhadapnya, karena dia dengan sangat cepat terus mengelak dan menjadikan satu persatu dari orang berpakaian hitam itu sebagai tameng.
Sehingga akhirnya perkelahian itu membuat ke 500 orang pria berpakaian hitam menjadi tercerai berai, mereka saling menunjuk dan mengutuk satu sama lain, karena serangan dari rekan mereka sendiri akhirnya harus mendarat pada wajah dan juga tubuh pria-pria yang dijadikan tameng oleh Xuan Jian.
__ADS_1
"Sial! Siapa kau?" tanya salah seorang pria sambil menunjuk ke arah Xuan Jian. pria itu sepertinya tak terima karena saat ini Xuan Jian telah membuat pasukannya menjadi berantakan.