
Melihat pangeran Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang bisa berpikir dengan sangat dewasa, membuat kedua orang penguasa kekaisaran melengkungkan senyuman tipis, keduanya begitu bangga dengan putra mereka.
Meskipun usia Qing Yuan 3 tahun lebih muda dibandingkan pangeran Zhang Liang, nyatanya pemuda itu bisa mengimbangi pemikiran dari orang yang saat ini berdiri di hadapannya, dia tak lagi memperlihatkan sikap egoisnya, namun lebih cenderung menjadi sedikit dewasa dan pengertian. Meskipun sesekali ujung matanya melirik ke arah Kaisar Wei Huang.
Xuan Jian yang melihat kelakuan kedua orang pemuda itu hanya tersenyum tipis, gadis kecil itu sepertinya masih belum percaya dengan penglihatannya saat ini, apalagi Qing Yuan yang selama ini selalu posesif terhadapnya kini terlihat lebih pengertian.
Dia sangat yakin, pasti ada udang dibalik batu. Tidak mungkin Qing Yuan dengan begitu mudahnya melepaskan dirinya, apalagi sejak tadi mata saudara laki-lakinya itu seolah tengah berbagi kode dengan kaisar Wei Huang.
"Bagaimana jika kita semua merayakan hari ini dengan mencari ikan? Sepertinya akan sangat menyenangkan, jika melakukan sebuah pesta bakar-bakaran di belakang istana dengan hidangan ikan yang masih segar." ucap Qing Yuan.
Kaisar Wei Huang melirik dengan ujung matanya, entah apa yang tengah difikirkan oleh putranya itu? Padahal saat ini mereka tengah membahas tentang acara pertunangan antara pangeran Zhang Liang dengan Putri Xuan Jian.
Kaisar Zhang Wei melirik ke arah putranya, kemudian dia pun segera menganggukkan kepala sebagai pertanda jika saat ini dia menyetujui usulan yang dikemukakan oleh Qing Yuan, sepertinya saat ini memang waktunya untuk para orang tua mendiskusikan masalah pertunangan, apalagi keadaan pangeran Zhang Liang saat ini sudah semakin membaik.
Akhirnya kedua orang pemuda itu pun segera keluar dari aula keluarga, mereka segera memanggil para prajurit agar turut serta menyelam bersama di danau yang terletak di depan paviliun naga milik kaisar Wei Huang.
"Bagaimana kalau kita melakukan kompetisi? Siapa pun yang mendapatkan ikan paling banyak akan menjadi pemenangnya, dan dia boleh meminta apapun pada pihak yang kalah." ucap Qing Yuan.
Zhang Liang hanya menggelengkan kepalanya perlahan, meskipun saat ini dia telah bisa beraktivitas seperti biasanya, namun tetap saja untuk menyelam, dia masih belum mampu melakukannya. Mengingat luka yang berada di dadanya hingga saat ini masih belum kering.
Qing Yuan sepertinya lupa, bahwa pemuda yang saat ini berada di hadapan yaitu masih dalam proses pemulihan, apalagi saudara perempuannya itu tidak ragu-ragu menusukan pedang didada pemuda itu.
"Ciih! Dasar pengecut!" cibir Qing Yuan.
"Kita bisa melakukan kompetisi itu lain kali, pangeran ini tidak mungkin mengingkari janjinya." jawab Zhang Liang membela diri.
__ADS_1
Akhirnya Qing Yuan menyuruh agar para prajuritnya segera menangkap ikan-ikan dalam jumlah yang cukup banyak, dia ingin sekali membuat sebuah pesta kecil-kecilan di belakang paviliun yang dihuni oleh kaisar Wei Huang itu. Sepertinya membuat acara bakar-bakaran akan sangat menyenangkan, terlebih saudara perempuannya itu sangat menyukai kegiatan bakar-bakaran.
Xiu Lan tiba-tiba saja muncul, gadis pelayan itu berjalan dengan sangat tergesa-gesa menuju aula keluarga, dimana saat ini semua orang tengah berkumpul. Qing Yuan segera memanggil gadis itu, dia tidak mungkin membiarkan Xuanjl Jian yang saat ini tengah bercengkrama dengan calon mertuanya itu terganggu, hanya karena mendapatkan informasi dari Xiu Lan.
Apalagi Qing Yuan telah mengetahui sepak terjang gadis pelayan itu dalam hal mencari informasi, tidak diragukan lagi jika Xuan Jian mempercayakan segala sesuatu yang berhubungan dengan keamanan seluruh anggota istana kekaisaran padanya.
"Xiu Lan..!" panggil Qing Yuan.
Gadis pelayan itu pun melirik ke arah pemuda yang saat ini tengah memanggilnya, kemudian bergerak dengan cepat mendekatinya sambil membungkukkan badan, memperlihatkan sikap hormat terhadap saudara laki-laki dari majikannya itu.
"Salam kepada Pangeran mahkota." ucapnya.
"Apa ada masalah?" tanya Qing Yuan sambil menatap wajah gadis pelayan itu, sedangkan pangeran Zhang Liang tidak tertarik sedikitpun, dia malah menjatuhkan dirinya diatas kursi sambil memandang para prajurit yang saat ini terlihat berbondong-bondong mengeringkan air danau agar bisa secepatnya mendapatkan ikan.
Xiu Lan menarik sebuah gulungan kecil dari lengan hanfunya, kemudian menyerahkannya kepada Qing Yuan, pemuda itu segera membuka gulungan itu dan membaca isinya, matanya sedikit memicing sambil mendelik ke arah pangeran Zhang Liang yang masih santai dengan sikap acuh tak acuhnya.
"Astaga..! Apa kau yakin dengan kebenaran informasi ini?" tanya pangeran Zhang Liang seraya menatap lekat pada pelayan setia calon tunangannya itu.
Xiu Lan hanya menganggukan kepalanya, untuk menjawab pertanyaan dari pemuda itu. Kemudian gadis pelayan itu kembali mengambil gulungan kertas yang ada ditangan pangeran Zhang Liang.
"Kita harus segera bergerak, sebelum mereka memasuki istana kekaisaran." ucap Qing Yuan, pemuda itu segera memasang kewaspadaan tinggi, sambil sesekali memperhatikan gerak-gerik dari para prajurit dan juga pelayan yang tengah bekerja tak jauh dari posisinya.
Pemuda itu sangat yakin, jika saat ini ada salah seorang penyusup yang tengah menyamar menjadi seorang prajurit ataupun pelayan di istana kekaisarannya, mengingat informasi yang baru saja dia terima dari Xiu Lan benar-benar sangat jelas, sehingga dia tidak perlu meragukan kebenaran dari berita yang dibawa oleh pelayan saudara perempuan itu.
Pangeran Zhang Liang sejenak mengerutkan dahinya, bagaimana mungkin Qing Yuan akan percaya begitu saja dengan berita yang dibawa oleh gadis pelayan itu, sedangkan hingga saat ini mereka masih belum menyelidiki kebenarannya.
__ADS_1
"Bukankah kita harus menyelidiki hal ini terlebih dahulu? Aku sangat yakin jika orang itu pasti memiliki rencana lain, tidak mungkin jika dia hanya mengandalkan satu rencana saja." ucap Zhang Liang mengemukakan pendapatnya.
Qing Yuan melirik sekilas ke arah calon iparnya itu, kemudian segera memberi tahu Zhang Liang jika Xiu Lan tidak mungkin membawakan informasi yang salah untuk mereka.
"Xiu Lan adalah orang kepercayaan Jian'er, dia telah melewati berbagai macam pelatihan berat selama ikut dengan saudara perempuanku, jadi tidak mungkin jika informasi yang dibawanya itu salah." ucap Qing Yuan.
"Baiklah.. Jika seperti itu masalahnya, ayo kita pergi dan hadang mereka sebelum memasuki istana kekaisaran.
Qing Yuan menganggukan kepalanya, dia juga setuju dengan pendapat dari pangeran Zhang Liang, mengingat saat ini istana kekaisaran jiahu akan segera mengadakan pesta besar, untuk pertunangan putri Xuan Jian dan juga pangeran sang Liang.
"Ayoo..!" jawab Qing Yuan.
Akhirnya ke-3 orang itu pun segera keluar dari istana kekaisaran, mereka saat ini tak lagi memikirkan acara bakar-bakaran ikan, mengingat ada hal yang lebih penting lagi yang harus mereka urus dengan sangat cepat, agar tidak menjadi duri dalam kehidupan mereka nantinya.
Pangeran Zhang Liang melirik ke arah Xiu Lan, hingga saat ini dia masih belum mengetahui apa yang direncanakan oleh gadis pelayan itu, sehingga terus saja mengikutinya.
Padahal selama ini Pangeran Zhang Liang selalu bersikap dingin terhadap siapapun, namun sepertinya pelayan dari putri Xuan Jian itu adalah pengecualian, meskipun dia mengetahui bahwa saat ini mereka akan segera berperang, nyatanya gadis kecil itu tidak sedikitpun menunjukkan rasa takut di wajahnya, dia malah melengkungkan senyuman manis ke arah semua orang, kemudian segera bergerak menuju ke arah yang telah ditunjukkan oleh Xiu Lan.
"Disana!" tunjuk Xiu Lan begitu langkah mereka sampai di perbukitan.
"Apa kau yakin?" tanya pangeran Zhang Liang, dia tentunya tidak ingin bertindak ceroboh dengan menyerang begitu saja.
Apalagi hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh musuhnya saat ini, bisa saja jika mereka memiliki kekuatan yang lebih besar, sehingga membuat mereka bernyali untuk menyerang kekaisaran jiahu.
...----------------...
__ADS_1
Mohon maaf jika hari ini author hanya bisa update satu chapter saja, terjadi gangguan jaringan internet di wilayah tempat tinggal author saat ini 🙏🙏🙏.