Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 131


__ADS_3

Malam harinya para prajurit dari kekaisaran jiahu telah bersiap dengan pakaian serba hitam, mereka juga menggunakan cadar tipis dengan warna senada, tak lupa dengan tudung caping untuk menghindari pandangan dari orang-orang sekitar, yang mungkin saja akan melihat aksi yang mereka lakukan.


Saat ini mereka semua tengah berkumpul di suatu tempat yang tak jauh dari penginapan, dimana mereka saat ini tinggal. Sebuah peta besar diperlihatkan oleh sang jenderal, dia juga telah menandai beberapa titik sebagai pedoman, kediaman yang ditinggali oleh keempat orang bangsawan, yang menjadi sasaran perampokan mereka malam ini.


Para prajurit mendengarkan dengan seksama, seluruh rencana yang saat ini tengah diutarakan oleh sang Jenderal, mereka akan dibagi menjadi 4 bagian, dimana masing-masing kelompok akan bergerak menuju satu kediaman, sehingga esok hari kehancuran 4 keluarga besar bangsawan, yang tinggal di kekaisaran longzu akan terdengar di semua tempat.


Wajah para prajurit saat ini begitu sumringah, mereka sudah bisa menebak banyaknya hasil jarahan yang akan didapat, dari keempat kediaman itu, mengingat para bangsawan yang menjadi lawan mereka saat ini merupakan orang-orang yang cukup terpandang dan dikenal sebagai bangsawan tingkat 1.


"Apakah kalian semua mengerti dengan penjelasanku?" tanya jenderal itu sambil melirik ke arah pasukannya.


Para prajurit dari kekaisaran jiahu langsung menganggukan kepala, mereka sudah mengingat dengan jelas semua yang diutarakan oleh sang jenderal, terlebih saat ini nafsu untuk segera menjarah telah menguasai pikiran mereka, sehingga dengan cepat menangkap seluruh rencana yang disiapkan oleh Jenderal kekaisaran jiahu itu.


"Mengerti, jendral." ucap mereka dengan serempak.


Akhirnya para prajurit itu pun mulai menyusun barisan, mereka membagi kelompok menjadi 4, kemudian berjalan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh jenderal kekaisaran, dan mengikuti peta kecil yang berada di tangan salah seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin penyerangan.


Tap...


Tap...


Tap...


Para prajurit mulai berlarian, mereka melompat kesana kemari menggunakan ilmu peringatan tubuh, saat ini tidak ada satu orang pun yang menggunakan kuda sebagai tunggangan, melainkan kecepatan mereka sebagai prajurit elit dari kekaisaran jiahu.


Terlihat para prajurit saat ini telah berada tak jauh dari tempat yang mereka tuju, sebagian bersembunyi di dalam kegelapan, sebagian lagi mencoba untuk menerobos masuk, dengan berpura-pura sebagai prajurit, di dalam kediaman-kediaman para bangsawan yang sangat licik itu.


Mereka bahkan tak segan-segan untuk membunuh para prajurit yang berjaga di tempat itu, kemudian merampas pakaian yang digunakannya dan langsung mengubah penampilan menjadi prajurit penjaga kediaman para bangsawan.


Tidak ada satu orang pun prajurit yang berwaspada, dengan serangan cepat yang dilakukan oleh pasukan elit kekaisaran jiahu, mereka memang bergerak terlalu lincah dan juga sangat pandai dalam membuat manipulasi.

__ADS_1


Tak ada satu orang prajurit penjaga itu yang mampu menerka, jika orang yang saat ini berdiri dengan seragam yang sama seperti mereka, merupakan musuh yang tengah menyamar.


Mereka saat ini seolah acuh dan tetap melanjutkan pekerjaan untuk berkeliling kediaman keluarga bangsawan itu, untuk memeriksa kalau-kalau ada penyusup yang masuk ataupun penyerangan yang tiba-tiba saja datang dari luar.


Namun setelah beberapa saat, mereka tidak menemukan kejanggalan itu, sehingga akhirnya yakin bahwa kediaman para bangsawan saat ini tengah berada dalam kondisi yang sangat aman.


Mereka pun segera kembali ke tempat tugas masing-masing sambil bercengkrama dengan sesama rekannya, tidak ada kecanggungan di antara mereka, semua berbaur menjadi satu dan bekerja sama dengan sangat baik.


"Apa ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya salah seorang prajurit kepada rekan-rekannya, dan hanya mendapatkan jawaban gelengan kepala.


Rekan-rekannya saat ini seolah mengatakan bahwa kediaman bangsawan dalam kondisi aman dan tidak ada yang harus mereka khawatirkan.


Di kediaman bangsawan Ma saat ini, semua anggota keluarga tengah berada di ruang makan. Mereka begitu menikmati hidangan yang dibuat oleh koki kediaman, yang terasa begitu lezat dan sangat memanjakan lidah, sehingga memutuskan untuk berlama-lama berada di sana.


Mereka tidak memiliki kecurigaan sedikitpun, bahwa saat ini kediaman tercintanya, tengah diawasi oleh ratusan orang di balik gelapnya malam, bahkan para prajurit yang berjaga sekalipun tidak kedengaran suaranya, sepertinya mereka sudah mulai melaksanakan kembali tugas yang diberikan, untuk menjaga keamanan dan juga kenyamanan para penghuni kediaman bangsawan Ma.


Namun sebuah teriakan tiba-tiba saja membuyarkan ketenangan semua orang, saat ini seorang gadis pelayan terlihat berlari sambil sesekali berteriak untuk meminta tolong, wajahnya sangat pucat dengan keringat yang mengucur deras di sekujur tubuhnya.


"Ada penyusup..!"


Teriakan gadis pelayan itu terdengar sangat kencang, namun tiba-tiba saja di belakangnya, seseorang terlihat mengikuti gadis pelayan itu yang berniat untuk memberikan laporan kepada tuan besar mereka yang hingga saat ini masih berkumpul di aula makan, bersama keluarganya.


"Prajuriiit..!"


Gadis pelayan itu lagi-lagi berteriak memanggil pertolongan, dia adalah saksi yang mengetahui bahwa saat ini di dalam kediaman bangsawan Ma, terdapat ratusan orang penyusup yang datang untuk merampok.


Mereka bahkan membawa kantung berwarna hitam, dengan ukuran yang sangat besar, sebagai wadah untuk menyimpan semua hasil jarahan yang mereka dapatkan.


Para prajurit yang mendengar teriakan gadis pelayan itu segera berlari menuju asal suara, mereka dibuat kaget karena suara cempreng nan keras itu, membuat mereka yang sejak tadi tengah setengah tertidur, akhirnya terbangun dengan tiba-tiba. dan segera berlari dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Hal itu pula yang membuat beberapa orang prajurit tersandung dan jatuh, selain tempat dimana gadis pelayan itu berteriak merupakan tempat yang sedikit gelap, ditambah lagi kepala para prajurit itu terasa berat, karena belum beristirahat sama sekali sejak pagi.


Mereka dituntut untuk terus bekerja hingga satu hari satu malam, untuk menjaga kediaman keluarga bangsawan Ma, tanpa diberikan istirahat sedikitpun. Sehingga membuat para prajurit itu diam-diam mencuri waktu, untuk tertidur sejenak agar tidak terlalu kelelahan.


"Apa yang terjadi?" tanya para prajurit itu saat mereka telah sampai di hadapan gadis pelayan yang sejak tadi berteriak.


Gadis itu pun segera menjelaskan semua yang dilihatnya, "Aku melihat beberapa orang penyusup masuk ke dalam paviliun milik tuan dan juga nyonya, mereka bahkan membawa kantung hitam yang sangat besar. Sepertinya saat ini kita kedatangan para perampok, yang berniat untuk menjarah seluruh harta benda milik majikan kita."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh gadis pelayan itu, para prajurit pun langsung saling berpandangan. Mereka bahkan tidak melihat kedatangan dari para penyusup yang disebutkan gadis itu.


"Apa kau yakin, tidak salah lihat?" tanya salah seorang prajurit untuk meyakinkan ucapan dari gadis pelayan itu.


"Aku tidak mungkin salah lihat, mereka memang benar-benar penyusup." ucapnya.


"Tapi kami bahkan sejak tadi berada di depan gerbang dan tidak melihat siapapun memasuki kediaman ini." ucap prajurit yang lain.


"Mereka tidak masuk melalui gerbang, melainkan melompat dari dinding kediaman dan langsung masuk ke arah paviliun milik tuan dan juga nyonya." ucap gadis pelayan itu menjelaskan.


Para prajurit langsung memelototkan matanya, mereka lupa bahwa para perampok bisa saja memiliki ketangkasan yang luar biasa, sehingga bisa memanjat dinding yang tinggi ataupun melompat lewat pohon besar yang berada di luar kediaman.


Dengan serta-merta mereka pun segera berlari ke arah seluruh paviliun milik majikan mereka, sambil menyembunyikan kentongan pertanda bahaya, sehingga para prajurit yang lain pun segera berkumpul di tempat itu.


"Apa yang terjadi?" ratusan prajurit tiba-tiba saja berkumpul, mereka sepertinya tidak terima karena saat ini rekan-rekan mereka yang berjaga mengganggu istirahat mereka.


Namun sebuah teriakan yang sangat kencang terdengar dari salah satu paviliun milik keluarga bangsawan Ma, saat ini seorang prajurit sepertinya telah terkepung oleh para penyusup yang masuk dan memiliki niat untuk merampok seluruh harta benda, milik anggota keluarga bangsawan itu.


"Ada penyusuuuup...!"


...----------------...

__ADS_1


Sebelumnya author minta maaf, karena saat ini masih belum bisa update tepat waktu seperti biasanya. Mohon kesabarannya ya readers, author saat ini masih belum bisa berkonsentrasi penuh untuk melanjutkan semua cerita yang author buat.


Mohon doanya, semoga besok atau lusa, author bisa kembali update tepat waktu sehingga tidak mengecewakan readers semua.


__ADS_2