
Xiu Lan langsung menutup telinganya dengan kedua telapak tangan, sambil mundur. Sepertinya saat ini gadis pelayan itu benar-benar sangat kaget dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Xuan Jian, suara teriakannya begitu kencang, sehingga hampir saja membuat kuping Xiu Lan berdengung.
"Tuan putri, kau membuatku kaget. Bisakah kau menurunkan sedikit suaramu itu? Telingaku benar-benar sangat sakit!" ucap Xiu Lan.
Xuan Jian memelototkan matanya mendengar ucapan dari sang pelayan, dia yang baru saja mendapatkan kejutan dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Xiu Lan hari ini, dibuat kesal dengan sikap gadis pelayan itu yang mengomentari reaksi terkejutnya yang berlebihan.
Qing Yuan yang saat itu tengah berjalan ditemani beberapa orang prajurit, langsung berlari dengan sangat cepat setelah mendengar suara pekikan menggelegar dari paviliun anggrek, dia sangat takut terjadi sesuatu terhadap saudara perempuannya.
Bahkan Kaisar Wei Huang yang baru saja keluar dari ruang kerjanya, langsung melesat dengan sangat cepat, diikuti oleh Kasim dan juga beberapa orang prajurit, karena mendengar teriakan dari putri kecilnya itu, dia berpikir jika saat ini mungkin saja ada penyusup yang masuk ke Paviliun anggrek dan berusaha untuk melukai Xuan Jian.
"Sial! Bedebah mana yang telah berani menyusup ke dalam paviliun anggrek, sehingga membuat putri kecil zhen itu berteriak ketakutan?" gumam Kaisar Wei Huang sambil terus berlari dengan sangat cepat, untuk melihat keadaan sang putri.
Setibanya di depan paviliun anggrek, terlihat semua orang mulai mengatur nafasnya. Saat ini bahkan ketiga selir pun telah berada di tempat itu, dengan nafas yang memburu, sepertinya mereka juga mengalami hal yang sama dengan Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan.
"Apa yang kalian bertiga lakukan di tempat ini? Cepat pergi menyingkir dan bersembunyi di tempat yang lebih aman, sepertinya saat ini ada seseorang yang telah berani menyusup ke dalam paviliun anggrek dan mengganggu putri Xuan Jian." ucap Kaisar Wei Huang, sambil menatap ketiga orang selirnya.
Namun hal itu tidak diperdulikan oleh ketiga wanita yang saat ini tengah panik, setelah mendengar teriakan yang begitu menggelegar. Apalagi mereka mengetahui jika itu suara Xuan Jian.
Brak...
Pintu paviliun itu pun segera ditendang dengan sangat kencang oleh kaisar Wei Huang, raut wajah pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu terlihat menghitam, karena begitu khawatir dengan keadaan sang putri yang ditinggal sendirian di dalam kamarnya.
"Jian'er!" teriak semua orang sambil berjalan dengan sangat cepat, ke dalam kamar yang ditempati oleh Xuan Jian.
Sehingga membuat dua orang gadis yang saat ini tengah menyusun rencana di dalam kamar itu, akhirnya membalikkan tubuh mereka sambil mengerutkan kening, karena merasa sangat kaget dengan kemunculan seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu.
__ADS_1
"Eh... Ada apa? Kenapa wajah kalian ditekuk seperti itu?" tanya Xuan Jian dengan menunjukkan wajah polosnya.
Semua orang hampir saja menggeplak kepala gadis itu, jika mereka tidak mengingat bahwa Xuan Jian merupakan seorang yang sangat kejam. Namun apa yang telah dia lakukan tadi itu, di luar batas pengetahuan mereka selama ini.
Karena Xuan Jian selalu bersikap sangat tenang, bahkan jika ada orang yang menantang bertarung dengannya sekalipun.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak begitu kencang, sehingga membuat kami semua datang dan berlari ke sini?" tanya Qing Yuan.
Xuan Jian mengerutkan dahinya, tak lama kemudian gadis itu pun tertawa terbahak-bahak. Sepertinya teriakannya tadi membuat semua orang langsung berpikiran buruk dan menganggap bahwa dirinya berada dalam bahaya, sehingga langsung berbondong-bondong berdatangan ke dalam paviliun anggrek.
Namun ini cukup bagus, Xuan Jian akan berpura-pura sakit, sehingga seluruh anggota keluarganya akan berkumpul di dalam paviliun anggrek. Dia sendiri akan segera menyampaikan rencana besar yang akan segera dilakukan, mengingat langkah dari Jenderal muda Ming Xiu Ya akan segera dimulai malam ini.
"Ada sesuatu yang harus Jian'er sampaikan pada kalian, tapi sebelum itu beritahu semua orang jika saat ini Jian'er tengah sakit, sehingga kalian semua harus berada di sini dan menemani." ucap Xuan Jian.
Semua orang saling memandang dengan dahi yang berkerut, mereka tak mengerti dengan jalan pikiran dari gadis kecil itu. Namun tak lama kemudian, Kaisar Wei Huang segera berjalan keluar dari dalam paviliun anggrek untuk menemui Kasim dan beberapa orang prajurit yang sejak tadi mengikutinya.
kabar keadaan Putri Xuan Jian yang tengah sakit itu pun akhirnya menyebar dengan sangat cepat, di seluruh istana kekaisaran, bahkan seorang wanita yang telah menyusup ke dalam dapur kekaisaran dan menyamar untuk menjadi salah seorang koki di dapur istana terlihat menyunggingkan senyuman manis.
Sepertinya ini akan mempermudah jalannya untuk meracuni seluruh anggota istana kekaisaran Jiahu, mengingat semua orang saat ini telah berada di paviliun anggrek, sehingga tidak mungkin ada satu orang pun yang mengetahui aksinya, yang akan mencampurkan racun ke dalam makanan yang sengaja dihidangkan untuk seluruh anggota kekaisaran itu.
"Sepertinya saat ini Dewi Fortuna benar-benar telah berpihak padaku, sehingga tidak perlu bersusah payah untuk menyembunyikan diri lagi. Baiklah..! Mari kita campurkan segera racunnya kepada bahan-bahan yang akan digunakan untuk memasak malam ini." gumam wanita itu seraya mengeluarkan sebuah bungkusan berwarna putih dari lengan hanfunya.
Dia saat ini merasa sangat tenang, karena dapur yang lengang akibat semua orang yang tengah bergosip menceritakan tentang keadaan Putri Xuan Jian yang tiba-tiba saja jatuh sakit.
Jendral Ming Xiu Ya melengkungkan senyuman tipis, Pemuda tampan itu benar-benar merasa sangat beruntung, karena saat ini tidak akan ada satu orang pun penghalang yang merusak rencananya.
__ADS_1
Apalagi setelah mendengar keadaan Xuan Jian yang terkena penyakit yang sangat parah, membuat semua anggota keluarga istana kekaisaran jiahu berkumpul di satu tempat, sehingga akan semakin mudah baginya untuk mengeksekusi malam nanti.
Wajah Jendral muda itu terlihat berseri-seri, dia harus berterima kasih kepada dewa karena memberikan jalan mudah, untuk membalaskan dendam keluarga mereka, terhadap semua anggota keluarga kekaisaran jiahu.
Meskipun selama ini dia telah mengabdikan diri sebagai seorang jenderal muda di kekaisaran jiahu, dan mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh putra dan juga putri dari Kaisar Wei Huang, namun dirinya sangat yakin jika kemenangan sebentar lagi akan berpihak kepadanya, mengingat Xuan Jian tidak mungkin bisa melakukan apapun dan hanya terbaring di atas tempat tidur.
Sedangkan Qing Yuan, meskipun memiliki kemampuan berpedang yang sangat tinggi namun pemuda itu masih labil, sehingga akan semakin mudah untuk dia memprovokasi pemuda itu dan mempengaruhinya agar ikut bergabung bersama untuk menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran jiahu.
"Ini benar-benar berita baik!" ucap Jenderal muda Ming Xiu Ya sambil melangkahkan kakinya ke dalam paviliun, yang selama ini menjadi tempat tinggalnya selama berada di kekaisaran jiahu.
Dia akan segera menuliskan surat untuk orang-orang yang hingga saat ini masih berada di pelosok desa, untuk mengatur siasat baru, mengingat Xuan Jian saat ini tidak mungkin bisa melawan mereka semua.
.
.
.
"Apaaa..?" mata semua orang terbelalak kaget, setelah mendengar penjelasan dari mulut Xuan Jian.
Mereka tidak menyangka, jika saat ini ada musuh yang menyusup ke dalam istana kekaisaran dan berbaur bersama seluruh anggota keluarga. Bahkan dia begitu pandai dan sangat rapat menutupi identitas dan juga rahasianya, agar tidak diketahui oleh semua orang.
Namun hal itu tentunya tidak menyulitkan untuk Xiu Lan yang memang pada saat sebelumnya, telah mendapatkan banyak sekali informasi rahasia tentang kekuatan yang dimiliki oleh jendral muda itu.
Sehingga akhirnya gadis pelayan itu pun segera memberitahukan, tentang rencana yang telah dirangkai oleh Jenderal muda Ming Xiu Ya, beserta beberapa orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Sial..!" rutuk Kaisar Wei Huang sambil mengepalkan tangannya, dia pun menonjok udara kosong untuk melampiaskan kemarahan dan juga kekecewaan, yang telah membawa musuh mereka memasuki istana kekaisarannya.