
Musik mulai mengalun dengan sangat lembut, beberapa orang penari memasuki aula pesta dengan meliuk-liukkan badannya, membuat semua tamu undangan langsung membelalakkan mata.
Mereka tak menyangka jika Kaisar Tian Wo akan langsung menyuguhkan tarian yang sangat indah dari para penari yang masih muda dan juga menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, bahkan gerakannya yang gemulai membuat semua orang terpana melihatnya.
Ada beberapa orang nona muda yang terlihat mulai mencibir para penari itu, karena merasa jika mereka juga mampu melakukan gerakan yang sama dengan yang dilakukan oleh para penari. Sedangkan para tuan muda tersenyum manis, karena mendapatkan pemandangan yang sangat mengagumkan, tak hanya penampilan para penari yang sangat indah namun gerakan badannya yang lembut dan juga memabukkan.
"Apa-apaan penari itu? Lihatlah! Dia bahkan menggunakan pakaian yang sangat terbuka." bisik salah seorang nona muda kepada rekannya.
Padahal dia juga menggunakan pakaian yang sama terbukanya dengan para penari, rekannya pun turut menganggukkan kepala dan menjawab.
"Kau benar, mereka seperti tidak memiliki malu. Bahkan lihatlah! Saat ini badan mereka meliuk-liuk seperti ulat bulu." ucap rekannya ikut menimpali.
Xuan Jian yang memang memiliki indra pendengaran sangat tajam, hampir saja menyemburkan teh yang sedang diteguknya, dia tak menyangka akan bertemu dengan seorang nona muda yang tidak tahu malu seperti kedua orang itu.
Bahkan jika dibandingkan dengan para penari, pakaian dari kedua orang nona muda itu jauh lebih terbuka, namun karena mereka memang terlahir dari keluarga bangsawan, membuat siapapun akan berpikir dua kali untuk berbuat jahat terhadap keduanya.
Sedangkan pangeran kedua yang mendengar bisik-bisik dari kedua orang nona muda itu hanya melirik dengan ujung matanya, sepertinya dia sama sekali tidak ingin mengacaukan suasana hatinya yang tengah bahagia, karena bisa membawa Xuan Jian singgah di istana kekaisarannya.
Putra mahkota saat ini terlihat begitu menikmati tarian indah yang disuguhkan oleh para penari, matanya jelalatan ke sana kemari hanya ingin menikmati suguhan yang lebih lagi, meskipun ada seorang permaisuri di sampingnya dan 5 orang selir yang duduk di belakangnya, namun dia tak memperdulikan keberadaan ke-6 orang wanita itu.
Baginya saat ini para penari itu sungguh sangat menggoda, sehingga dia berfikir akan merayu salah seorang dari penari itu, setelah acara ulang tahun Kaisar Tian Wo selesai.
Prok...
__ADS_1
Prok..
Prok...
Terdengar suara tepuk tangan yang bergemuruh di dalam aula pesta, seusai para penari itu menyuguhkan tarian yang sangat indah untuk semua tamu undangan yang hadir saat itu. Bahkan beberapa orang memberikan tips beberapa koin emas, kepada para penari karena merasa sangat puas dan terhibur.
Xuan Jian menguap, sepertinya gadis kecil itu mulai merasa bosan karena ulang tahun Kaisar Tian wo ternyata diikuti oleh orang-orang yang tidak kompeten dan dipenuhi dengan para bangsawan dan juga petinggi yang senang mencari muka.
Akhirnya acara pun dimulai dengan pemberian hadiah, semua tamu undangan yang hadir mulai maju satu persatu untuk memberikan hadiah kepada kaisar Tian Wo, ada yang memberikan pedang tingkat tinggi, ada juga yang memberikan mahkota bertahtakan intan dan berlian ataupun pakaian yang telah disulam dengan sangat indah menggunakan benang emas dan juga benang perak, sehingga tampak begitu menawan dan mahal.
Kaisar Tian Wo begitu senang hati menerima seluruh hadiah yang dibawa oleh para tamu undangannya, dia sama sekali tidak merasa keberatan untuk menerima hadiah apapun yang diserahkan padanya.
Hingga akhirnya tibalah waktu untuk Kaisar Wei Huang beserta seluruh keluarganya menyerahkan hadiah kepada kaisar Tian Wo, saat ini terlihat kedua orang selir saling berpandangan, mereka tengah berpikir, siapakah yang akan dipilih oleh kaisar Tian Wo untuk menyerahkan hadiah yang telah dibawa dari istana kekaisaran jiahu itu.
Selir Feng Ling dan selir Xiao Xia bangun dari kursinya, kedua orang selir Kaisar Wei Huang itu nampak saling memandang, di dalam hati keduanya saling mengutuk karena ternyata rivalnya sama sekali tidak mau mengalah, dan menyerahkan tugas ini kepadanya.
Namun mereka masih menunjukkan senyuman manis, seolah saat ini tidak ada persaingan apapun diantara keduanya. Xuan Jian sekilas melirik ke arah kedua selir itu, kemudian gadis kecil itu pun segera mengatakan pendapatnya.
"Yang mulia Kaisar telah membawa dua hadiah untuk diberikan kepada kaisar Tian Wo, jadi kedua Ibu selir bisa memberikan satu demi satu hadiah itu secara bergantian." ucap Xuan Jian.
Kaisar Wei Huang melirik ke arah Xuan Jian, sebenarnya dia memang membawa dua hadiah, namun hadiah yang satunya lagi akan diberikan untuk selir Xuan Yang pada saat mereka kembali menuju kekaisaran Jiahu.
Tapi agar kedua orang selirnya itu tidak bertengkar, akhirnya Kaisar Wei Huang segera mengibaskan lengan hanfunya dan memberikan kode kepada salah seorang pelayan, untuk membawakan kedua hadiah itu dan memberikannya kepada selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia.
__ADS_1
Akhirnya selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia pun maju kedepan, keduanya membungkuk dengan sangat hormat, sambil menyerahkan kedua hadiah dari Kaisar Wei Huang untuk Kaisar Tian Wo.
Nampak wajah sang Kaisar begitu bahagia menerima hadiah dari calon besannya, hal itu sangat jauh berbeda dengan raut wajah permaisuri Chu Rong Xie yang sepertinya sangat tidak menyukai keberadaan dari kedua orang selir Kaisar Wei Huang itu.
Dia merasa jika dirinya jauh lebih tinggi dibandingkan selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia, meskipun memang jika dilihat secara fisik, kedua orang selir itu jauh lebih baik dibandingkan dengan permaisuri Chu Rong Xie.
Sang permaisuri meminta agar kasim segera membuka hadiah yang diberikan oleh keluarga istana kekaisaran jiahu, dia merasa begitu penasaran apa yang bisa diberikan oleh seorang Kaisar Tiran seperti Kaisar Wei Huang.
Namun sepertinya Kaisar Tian Wo sangat tidak menyukai sikap dari istrinya itu, dia merasa jika saat ini permaisuri Chu Rong Xie seolah tengah memberikan penghinaan kepada calon besannya.
Kaisar Wei Huang hanya tersenyum tipis, dia tak memperdulikan sikap yang ditunjukkan oleh permaisuri Chu Rong Xie, baginya selama hal itu masih bisa dimaklum, maka dia akan tetap diam. Namun jika sang permaisuri melakukan hal yang lebih daripada itu, maka dia juga akan melakukan tindakan yang sama berbahayanya.
Akhirnya kasim pun segera membuka hadiah yang diberikan oleh kaisar Wei Huang, baru saja kain hitam terbuka semua orang nampak membelakakan matanya, melihat satu set perhiasan mewah yang terlihat sangat indah dan menawan.
Permaisuri Chu Rong Xie tersenyum puas, matanya berbinar menunjukkan keserakahan, namun dia langsung berwajah kecut, karena tiba-tiba saja Kaisar Wei Huang mengeluarkan suaranya.
"Zhen sengaja mempersiapkan satu set perhiasan yang sangat indah untuk selir agung Kaisar Tian Wo."
Mendengar hal itu tentu saja selir agung langsung membelakan matanya, dia tak menyangka jika ternyata hadiah mahal dan sangat indah itu merupakan sebuah penghargaan untuknya, wanita itu pun segera menerima hadiah pemberian dari Kaisar Wei Huang itu dengan tangan bergetar, matanya terlihat berkaca-kaca.
Ini adalah hadiah termahal dan juga terindah yang pernah dia terima seumur hidupnya, bahkan Kaisar Tian Wo sekalipun belum pernah memberikan hadiah yang seindah ini, selir Agung langsung menganggukkan kepalanya, dia pun tersenyum manis dan mengucapkan terima kasih kepada kaisar Wei Huang dan juga seluruh keluarga istana kekaisaran.
Sementara permaisuri Chu Rong Xie saat ini terlihat sangat marah, Ia pun akhirnya berniat untuk mempermalukan Xuan Jian di hadapan semua orang, dengan melakukan adu bakat di antara para putri kekaisaran dan juga nona muda.
__ADS_1
Dia sangat yakin, jika Xuan Jian yang hidup selama 10 tahun di dalam pengasingan, tidak mungkin memiliki kemampuan apapun, terlebih di bidang seni.