
Selir Xiao Xia yang baru saja mendengar laporan dari salah seorang pelayannya terlihat sangat berang, dia tak menyangka jika selir Feng Ling saat ini akan membuat sebuah rencana, agar Kaisar Wei Huang mengangkat selir Xuan Yang menjadi permaisuri kekaisaran.
Sedangkan dia telah berjuang selama sekian lama, untuk bisa menjadi wanita nomor satu di kekaisaran jiahu itu. Haruskah saat ini dia melepaskan keinginannya, hanya karena selir Xuan Yang dan juga Putri Xuan Jian?
Tapi bagaimana tanggapan semua orang terhadap dirinya, jika dia melakukan hal itu? Bukankah selir Xiao Xia akan dianggap seorang pengecut, karena tak memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan selir Xuan Yang? Meskipun wanita itu telah dikenal sebagai selir yang terbuang selama ini, nyatanya dia memiliki pendukung yang sangat kuat di belakangnya. Selain Putri Xuan Jian, ada juga Qing Yuan yang saat ini telah diangkat menjadi putra mahkota kekaisaran.
Selir Xiao Xia mengepalkan kedua tangannya, dia benar-benar sangat kesal dengan tindakan yang dibuat oleh selir Feng Ling, andai saja dia mengetahui sebelumnya, bahwa wanita itu akan menggunakan cara lain untuk menyerang dirinya, mungkin selir Xiao Xia akan berpikir dua kali untuk memprovokasi selir Feng Ling agar posisinya tidak terancam.
Lama terdiam, akhirnya selir Xiao Xia pun memantapkan hatinya untuk menemui selir Xuan Yang, dia harus mengetahui bagaimana pemikiran wanita itu tentang rencana yang saat ini tengah dirancang oleh selir Feng Ling dan juga Kaisar Wei Huang, meskipun dia tak yakin bahwa selir Xuan Yang akan melakukan apa yang dia inginkan, namun setidaknya dia harus berusaha untuk mencegah wanita itu agar tidak menjadi lawannya.
Diam-diam selir Xiao Xia pun melangkahkan kakinya menuju paviliun anggrek, dimana selir Xuan Yang tinggal, dia ingin berbagi pemikiran dengan wanita itu tentang siapa yang sebenarnya akan menggantikan posisi permaisuri Xue Yi menjadi wanita nomor satu di kekaisaran jiahu.
Jika memang selir Xuan Yang menginginkan posisi itu, maka selir Xiao Xia akan mencoba untuk berbesar hati dan memberikannya dengan sukarela, dia tentu saja tidak ingin berurusan dengan Qing Yuan ataupun Xuan Jian yang telah dia ketahui bagaimana tindakannya, akan sangat berbahaya untuknya jika harus berhadapan dengan kedua orang putra dari Kaisar Wei Huang itu, bahkan dia tak yakin dirinya akan selamat, jika berusaha untuk menyakiti selir Xuan Yang.
Tap...
Tap...
__ADS_1
Tap...
Akhirnya langkah kaki selir Xiao Xia pun sampai di kediaman selir Xuan Yang, dia melihat sendiri saat ini wanita itu tengah menyulam sebuah kain, yang mungkin saja untuk Xuan Jian. Sebuah hanfu berwarna merah cerah dengan sulaman burung phoenix yang terbuat dari benang emas terlihat begitu menggemaskan, sehingga bahkan selir Xiao Xia sendiri sangat tertarik melihat kemampuan yang dimiliki oleh selir Xuan Yang.
Selama ini dia hanya belajar tata krama dan juga cara untuk menyenangkan suami, selain menyanyi dan menari, dia juga sangat pandai dalam bermain musik. Namun ternyata selir Xuan Yang memiliki kemampuan lain, wanita itu benar-benar sangat pandai menenun dengan hasil yang sangat menakjubkan.
"Selir Xiao Xia..!" panggil selir Xuan Yang.
Selir Xiao Xia pun berjalan mendekat ke arah selir Xuan Yang, dia mendudukkan dirinya tak jauh dari hadapan wanita itu.
"Pakaian yang sangat indah, kau memiliki kemampuan yang benar-benar sangat luar biasa selir Xuan Yang.." puji selir Xiao Xia dengan sepenuh hati.
Sepertinya selir Xuan Yang belum ikhlas, untuk melepaskan Xuan Jian jauh darinya, meskipun dia masih memiliki waktu 5 tahun untuk bisa tetap bersama dengan Xuan Jian. Namun semua itu seolah tidak cukup untuknya, memberikan seluruh kasih sayang dan juga perhatian kepada putri satu-satunya yang paling dia kasihi dalam hidup.
Selir Xiao Xia menangkap kesedihan dari mata selir Xuan Yang, wanita itu pun segera menggeser tempat duduknya, kemudian memeluk selir Xuan Yang dengan erat, entah kenapa dia sama sekali tak bisa berkata kasar ataupun berbuat yang tidak baik terhadap wanita yang saat ini ada dalam dekapannya. Dia seolah memiliki keinginan, untuk melindungi dan selalu menjaga ibu dari putri Xuan Jian itu.
Keduanya akhirnya berpelukan sambil mengucurkan air mata, tak ada lagi rasa kesal ataupun kemarahan di hati selir Xiao Xia. Saat ini hatinya benar-benar terbuka, dia menerima selir Xuan Yang seperti seorang saudara dan dia juga ingin agar selir Xuan Yang lah yang menjadi permaisuri kekaisaran.
__ADS_1
Ini bukanlah sebuah kekalahan, namun Inilah yang disebut dengan cinta, dia menyayangi selir Xuan Yang dengan sepenuh hati, sebagaimana seorang adik terhadap kakaknya dan dia ingin yang terbaik untuk wanita itu, agar bisa kembali dekat dengan Kaisar Wei Huang seperti dulu, saling mencintai dan tak terpisahkan.
"Apa yang membuatmu datang kemari, selir Xiao Xia?" tanya selir Xuan Yang, saat ini dia mulai menyadari bahwa sejak tadi selir Xiao Xia bahkan terus saja menenangkannya.
Selir Xiao Xia tersenyum lembut, kemudian segera menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh selir Xuan Yang.
"Aku datang untuk memberikan selamat padamu, selir Xuan Yang. Kau adalah wanita yang terpilih untuk menjadi permaisuri Kaisar dan aku turut bahagia untukmu." jawab selir Xiao Xia, matanya terlihat berkaca-kaca, namun bibirnya terus saja menyunggingkan senyuman manis.
Selir Xuan Yang mengerutkan dahinya, hingga saat ini dia masih belum mengetahui bahwa Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan dan selir Feng Ling telah membicarakan tentang hal ini.
"Apa maksudmu, selir Xiao Xia?" tanya selir Xuan Yang.
Akhirnya selir Xiao Xia pun menceritakan semua yang terjadi di istana kekaisaran, tanpa sepengetahuan selir Xuan Yang, hal itu tentu saja membuat sang selir langsung merasa tak enak hati. Bagaimana bisa mereka semua melakukan hal itu pada selir Xiao Xia? Padahal selama ini dirinya tak pernah menginginkan posisi permaisuri sekalipun, dia bahkan telah nyaman meskipun hanya berstatus sebagai selir kekaisaran.
Selir Xuan Yang berdiri dari kursi yang didudukinya, dia harus segera menemui Kaisar Wei Huang untuk membicarakan masalah ini, dia tentu saja tak ingin selir Xiao Xia tersakiti hanya karena dirinya, walau bagaimanapun dia tidak pernah mempermasalahkan siapapun wanita yang akan menjadi permaisuri kekaisaran.
Namun langkah selir Xuan Yang terhenti, saat ini dari kejauhan terlihat Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan dan juga selir Feng Ling tengah berjalan menuju ke arahnya, ketiganya berjalan dengan sangat santai sehingga tidak menimbulkan kecurigaan siapapun. Bahkan tak ada satu orang pun pelayan atau prajurit yang mengikuti di belakang mereka.
__ADS_1
"Salam yang mulia.." ucap selir Xuan Yang dan selir Xiao Xia bersamaan, begitu langkah kaisar Wei Huang mendekat kearahnya.