
"Berhenti! Apa seperti itu caramu bersikap pada ayahmu sendiri, putri Xuan Jian?" tanya Kaisar Wei Huang.
"Ayah? Sejak kapan kau jadi Ayahku? kau hanyalah boneka yang dimainkan oleh permaisuri, bahkan selama ini kau tak pernah sekalipun menyelidiki, Apa yang diucapkan oleh permaisurimu itu! Kau terlalu dibutakan oleh kata-kata dari wanita licik itu, sehingga kau dengan seenaknya membuang aku dan juga ibuku di dalam gubuk bobrok hingga saat ini!" teriak putri Xuan Jian sambil menunjuk wajah Kaisar.
"Bukankah zhen sudah menyuruhmu untuk kembali ke paviliun Anggrek bersama ibumu, Putri Xuan Jian? Lalu kenapa kau harus kembali ke paviliun bobrok yang ada di ujung paling belakang istana itu? Apakah zhen menyuruhmu melakukan hal itu?" tanya Kaisar Wei Huang.
"Tentu saja semua itu karenamu! Jika saja kau tidak menunjukkan wajahmu, saat aku tengah merayakan ulang tahun ibuku waktu itu, mungkin hingga saat ini aku dan ibuku juga masih tinggal di paviliun anggrek. Apakah kau tahu seberapa besar kebencianku terhadapmu? bahkan meskipun kau melakukan kebaikan selama seumur hidup, tak akan pernah membuat rasa sakit hati dan juga dendamku terhadapmu menghilang." ucap putri Xuan Jian.
Hal itu sukses membuat Kaisar duduk terdiam di atas kursinya, dia tak bisa lagi membantah ucapan yang dikeluarkan oleh putrinya itu, dia menyadari kesalahannya selama ini, selama 10 tahun bahkan Kaisar Wei Huang selalu tutup mata atas perbuatan dari permaisurinya.
Bahkan baru saat ini saja dia melakukan penyelidikan terhadap keluarga Perdana Menteri Xue dan juga permaisuri Xue Yi.
"Jika kau masih memiliki malu, berhentilah menggangguku dan juga ibuku, Aku bahkan bisa mencarikan suami yang lebih baik untuk ibuku! dan ingatlah! sampai kapanpun, aku tak akan pernah mengakuimu sebagai Ayahku, aku membencimu dari ujung kepala sampai ujung kaki." ucap Xuan Jian Seraya keluar dari ruang kerja Kaisar.
Tak lama gadis itu pun kembali berbalik dan melemparkan sebuah benda berupa kotak hitam ke arah Kaisar Wei Huang.
Hap...
Tangan Kaisar Wei Huang segera menangkap benda yang dilemparkan oleh Putri Xuan Jian, dia terbelalak kaget begitu membuka isi dari kotak itu, saat ini Xuan Jian telah memberikan seluruh bukti tentang kejahatan dari permaisuri Xue Yi terhadap dirinya dan juga selir Xuan Yang.
Bahkan surat-surat yang dikirimkan oleh Tuan Muda Mu Cheng Yi juga ada di sana, sang Kaisar mengusap wajahnya dengan sangat kasar, ini adalah pertama kalinya dia merasa menjadi orang yang sangat bodoh, karena tak mengetahui tentang perselingkuhan sang istri dengan salah seorang tuan muda bangsawan yang ada di kekaisarannya.
Bahkan di situ juga terdapat bukti, jika kedua putra kaisar yang bernama Wei Jin dan Wei Jun ternyata bukanlah putra dari Kaisar Wei Huang. Ini merupakan pukulan telak bagi sang Kaisar, benar-benar luar biasa dan sangat mengguncang jiwanya, dia benar-benar tak menyangka jika permaisurinya itu ternyata bermain kotor di belakangnya, apalagi saat dia melihat sebuah bukti bahwa permaisuri Xue Yi pernah membuang putra pertamanya, hanya karena cacat.
__ADS_1
"Jika kau ingin mendapatkan bukti tentang keberadaan putramu, kau bisa mencari dua orang prajurit dan juga dua orang pelayan yang baru saja meninggalkan kekaisaran beberapa hari yang lalu, mereka berempat adalah saksi mata sekaligus pelaku yang membuang putramu di hutan."
"Apakah sekarang sudah merasa senang, Kaisar Wei Huang? Bahkan saat ini kau terlihat begitu menyedihkan!"
"Kau mengatakan dirimu adalah seorang yang berkuasa di kekaisaran ini, Namun nyatanya bahkan aku jauh lebih mengetahui seluruh rahasia dari setiap orang yang tinggal di istana kekaisaran ini, nikmati hidupmu Kaisar, karena mungkin mulai besok aku akan memberikanmu kejutan dan kejutan lagi setiap harinya, sehingga membuat kau akhirnya mati karena terkena serangan jantung." ucap Xuan Jian seraya tersenyum mencibir ke arah Kaisar.
Kaisar Wei Huang hanya bisa terduduk di tempatnya, dia tak tahu harus berbuat apa saat ini. Bukti-bukti yang selama ini dicari oleh orang-orang kepercayaannya, ternyata telah berada ditangan Xuan Jian.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata putrinya itu bukan hanya mencari bukti kejahatan permaisuri Xue Yi saja, melainkan dengan bukti perselingkuhannya juga.
Hal itu tentunya memukul telak hati dan juga fikiran kaisar Wei Huang. Permaisuri Xue Yi telah bertindak diluar batas kewajaran, jika hanya memberikan ramuan mandul untuk kedua selir barunya, mungkin kaisar Wei Huang tidak akan semarah itu.
Namun saat ini, permaisuri Xue Yi telah terbukti membuang putra kaisar Wei Huang dan memfitnah Xuan Jian sebagai pembawa kesialan yang membuat putra pertama sang kaisar meninggal.
Apalagi dengan tindakannya yang terus saja berusaha untuk membunuh selir Xuan Yang dengan berbagai macam cara, membuat kaisar Wei Huang semakin meradang.
Kaisar Wei Huang pun akhirnya memutuskan untuk segera mengumpulkan orang-orang kepercayaannya, dia harus segera berbuat sesuatu agar permaisuri Xue Yi dan juga Perdana Menteri Xue, tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri, bukti-bukti yang diberikan oleh Xuan Jian telah cukup untuk menghukum mati kedua orang itu.
.
.
.
__ADS_1
Uhuk...
Uhuk...
Permaisuri Xue Yi terus saja terbatuk, entah kenapa dia merasa sangat gelisah dan begitu takut saat ini, seolah telah memiliki firasat jika kematiannya semakin dekat.
Uhuk...
Uhuk...
Dia kembali terbatuk seraya memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, para pelayan segera membantu sang permaisuri yang saat ini tengah duduk di gazebo untuk kembali beristirahat di peraduannya.
Mereka terlihat begitu khawatir, apalagi saat ini wajah permaisuri terlihat sangat pucat. Dua orang pelayan segera memisahkan diri, kemudian segera berlari kearah yang berlainan.
Salah satu pelayan akan segera memanggil tabib, sementara yang satunya lagi akan segera memberitahu perdana mentri Xue, saat ini belum ada satu orang pelayan pun, yang berani melapor pada kaisar Wei Huang tentang kondisi permaisuri Xue Yi yang semakin memprihatinkan.
Selang beberapa saat kemudian akhirnya Perdana Menteri Xue pun segera kembali bertandang ke istana kekaisaran, untuk melihat sang putri yang saat ini masih diperiksa oleh beberapa orang tabib, yang telah dipanggil oleh para pelayan.
Wajah pria tua itu terlihat sangat khawatir, apalagi hingga saat ini belum ada satu orang tabib pun yang bisa mendiagnosa, penyakit apa yang telah diderita oleh permaisuri Xue Yi?
Tabib itu lagi-lagi menggelengkan kepalanya, mereka juga terlihat sangat bingung dengan gejala yang diperlihatkan oleh permaisuri Xue Yi, karena hingga saat ini mereka belum pernah melihat penyakit yang seperti itu sebelumnya.
Beberapa orang pelayan bahkan saat ini tengah berkasak-kusuk di belakang, "Sepertinya yang mulia permaisuri terkena kutukan, karena selama ini dia selalu berbuat jahat terhadap orang lain." ucap salah seorang pelayan.
__ADS_1
"Psst... Pelankan suaramu! jangan sampai ucapanmu itu terdengar oleh Perdana Menteri Xue." ucap pelayan yang lain.
"Tapi semua itu benar, bahkan selama ini permaisuri Xue Yi terlalu sering menyakiti Putri Xuan Jian dan juga selir Xuan Yang, apalagi beberapa waktu yang lalu dia juga pernah memberikan ramuan, agar kedua selir baru yang mulia Kaisar tidak bisa memberikan keturunan." ucap pelayan yang lain.