Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 107


__ADS_3

Lin Xiu Ya berjalan ke depan, matanya mengarah kepada gadis kecil yang saat ini terlihat begitu malas sambil sesekali melihat perubahan raut wajah dari ketiga orang yang berkuasa di kekaisaran jiahu itu.


"Apa yang kalian inginkan sebenarnya? Sehingga membawa prajurit begitu banyak menuju desa terpencil ini? Apakah kalian berniat untuk berperang bersama kami?" tanya Lin Xiu Ya.


Mendengar pertanyaan itu, Xuan Jian langsung melirik ke arah sang pemuda, jelas rasa tidak suka tergambar dari wajah cantiknya.


"Seharusnya kau tahu jika selama ini bahkan seluruh keluargamu dan rakyatmu yang tinggal di desa ini, mendapatkan perlindungan dan juga makan dari hasil kerjamu, selama berada di dalam istana kekaisaran. Tidakkah kau merasa jika apa yang kau lakukan terlalu berlebihan? Sehingga memiliki niat untuk menghabisi seluruh anggota keluarga istana? Lagi pula kau bukanlah seorang pangeran lagi, kekaisaran tianzi telah jatuh di bawah kekuasaan kekaisaran jiahu sejak lama." ucap Xuan Jian dengan santainya.


Semua orang yang hadir di sana memelototkan mata mendengar ucapan dari gadis kecil itu, meskipun mereka telah mendengar bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh Xuan Jian, namun melihat gaya yang dipertunjukkan oleh gadis itu, membuat semua orang yang merasa tidak menyukainya.


Bukan hanya karena ucapannya yang terlalu lancang dan juga sarkas, bahkan dia berani menentang ucapan Lin Xiu Ya tepat dihadapan Kaisar Wei Huang itu sendiri. Tidakkah itu dianggap sebagai sebuah penghinaan untuk seorang penguasa? Bahkan tanpa melihat keberadaan dari Kaisar Wei Huang, Xuan Jian terus saja melayangkan teror dengan kata-kata yang sangat tajam terhadap Lin Xiu Ya.


"Kekaisaran Tianzi memang telah menghilang, namun itu tidak berarti, bahwa kami sudah Kehilangan semangat untuk memberikan perlawanan yang sengit pada seluruh prajurit kekaisaran jiahu." ucap Lin Xiu Ya tak mau kalah.


"Sayangnya aku bahkan bisa memenggal kepalamu saat ini juga, jika kau terus menentang keinginanku." ucap Xuan Jian.


Semua orang hampir saja terjatuh dari tempatnya, karena merasa sangat kaget dengan ucapan dari mulut kecil Xuan Jian, mereka tak menyangka bahwa gadis berusia 10 tahun itu berani memberikan provokasi sekaligus menunjukkan taring di depan semua orang.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Lin Xiu Ya kembali.


Xuan Jian melirik ke arah Kaisar Wei Huang, nampak sang ayah menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


"Aku bisa mengembalikan kekaisaran tianzi kepada kalian, namun aku memiliki syarat yang harus dipenuhi." ucap Xuan Jian.

__ADS_1


"Katakan!" kali ini Kaisar Lin Feng turut membuka suaranya.


"Kalian harus memberikan upeti terhadap kekaisaran jiahu, yaitu 1000 orang prajurit setiap tahunnya dan juga hasil bumi yang kalian dapatkan, akan kalian bagi dua dengan kekaisaran ku. Jika memang kalian setuju dengan persyaratan ini, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama dari sekarang, aku akan meminta kasim istana untuk mengesahkan perjanjian damai di antara kedua kekaisaran, dengan catatan kekaisaran tianzi akan berada di bawah kekuasaan dari kekaisaran jiahu." ucap Xuan Jian.


Semua orang hampir tidak percaya mendengar ucapan gadis kecil itu, bagaimana mungkin seorang putri kekaisaran bisa mengambil tanggung jawab yang sebesar itu? bahkan di depan ayah kandungnya sendiri, yang merupakan seorang Kaisar sekaligus Pemimpin tertinggi kekaisaran.


Lin Xiu Ya menarik sudut bibirnya perlahan, sebuah lengkungan senyuman tipis muncul di wajahnya. "Bisakah aku mempercayai ucapanmu putri Xuan Jian?"


"Kau telah mengenalku dan aku tidak akan pernah mengingkari ucapanku sendiri." jawab Xuan Jian dengan sangat malas.


Lin Xiu Ya tersenyum penuh arti, meskipun dia tak berhasil untuk membunuh seluruh anggota keluarga dari kekaisaran jiahu, tapi penawaran yang diberikan oleh Putri Xuan Jian cukup untuk membuatnya puas.


Dia akan memiliki banyak kesempatan, untuk bisa kembali mengambil alih seluruh kekaisaran tianzi, serta melepaskan diri dari cengkraman kekejaman Kaisar Wei Huang suatu hari nanti, Lin Xiu Ya hanya butuh waktu sedikit lebih lama dibandingkan sebelumnya, untuk kembali meningkatkan harga diri dan juga kemampuan yang dimiliki oleh seluruh orang-orangnya, untuk menata kembali ke kaisaran tianzi yang telah lama menghilang.


Sedangkan Kaisar Lin Feng saat ini memicingkan matanya ke arah sang Putra, dia masih belum mengetahui rencana yang ada di dalam otak Pangeran Lin Xiu Ya sehingga mau menerima penawaran yang diajukan oleh Putri Xuan Jian.


"Beberapa orang anggota istanaku akan berada di kekaisaranmu, selain untuk membantu mengembalikan stabilitas keamanan dan juga kemakmuran untuk kekaisaran tianzi, mereka akan menjadi mata dan telingaku, jika suatu saat nanti kalian memiliki niat buruk untuk kembali memberontak dan mencari perkara dengan seluruh anggota keluarga kekaisaran jiahu." putus Xuan Jian.


Lin Xiu Ya menganggukan kepalanya, dia cukup puas dengan pengaturan dari putri Xuan Jian, meskipun keberadaan orang-orang dari kekaisaran jiahu itu akan menyulitkan langkah ke depannya, namun untuk saat ini dia juga membutuhkan orang-orang yang memang memiliki kemampuan untuk mengatur dan menata ulang kembali kekaisarannya, sehingga lebih dipandang di kemudian hari.


"Baik, aku mengikuti pengaturanmu." jawab Lin Xiu Ya dengan tegas.


Xuan Jian tersenyum tipis, kemudian dia pun segera berbalik ke arah sang ayah.

__ADS_1


"Tidak perlu adanya peperangan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, terkadang kita hanya harus menggunakan kepala dingin. Mereka telah mendapatkan apa yang mereka inginkan dan sebentar lagi kita juga akan mendapatkan keuntungan dari mereka, itu jauh lebih baik dibandingkan menghilangkan banyak nyawa, hanya karena pertempuran. Kecuali jika suatu saat nanti mereka berkhianat, hancurkan saja seluruh kekaisaran tianzi, bahkan hingga bayi sekalipun, jangan pernah memberi ampun." ucap Xuan Jian sambil melangkah kembali ke arah keretanya.


Kaisar Wei Huang menganggukan kepala, rona kekaguman terlihat dari wajah pria itu, dia benar-benar takjub dengan pemikiran sang putri yang telah berhasil membuat musuh menjadi kawan, bahkan bukan hanya sekedar kawan, melainkan bawahan orang yang akan menjadi abdi untuk mereka.


"Tarik kembali seluruh pasukan, kita akan Kembali menuju ke kaisaran." perintah Xuan Jian pada prajuritnya.


"Baik tuan putri!" ucap prajurit itu penuh hormat.


"Dan Kau pangeran Lin Xiu Ya, persiapkan diri kalian. 3 hari dari sekarang, datanglah ke istana kekaisaran jiahu, kita akan segera mengesahkan perjanjian damai ini." ucap Putri Xuan Jian sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela kereta.


"Zhen harap kalian bisa mengikuti pengaturan yang dibuat oleh putri Xuan Jian, jika sampai zhen mengetahui niat buruk kalian, zhen bahkan tidak akan pernah segan-segan untuk memberikan pelajaran yang lebih besar, daripada sebelumnya." ucap Kaisar Wei Huang penuh peringatan sambil membalikkan tubuhnya dan kembali masuk ke dalam kereta disusul oleh Qing Yuan.


Kereta pun akhirnya kembali berjalan, diikuti oleh barisan prajurit yang begitu banyak, Awalnya mereka hanya mengetahui jika Xuan Jian membawa 185 orang prajurit elit, ternyata pemikiran mereka salah, karena begitu Xuan Jian memberikan perintah untuk menarik seluruh pasukan, kini di hadapan mereka terlihat 10.000 orang prajurit turut bergabung, dalam barisan pasukan elit milik kekaisaran jiahu itu.


Kaisar Lin Feng akhirnya mengerti maksud dari putranya itu menyetujui penawaran yang diberikan oleh Putri Xuan Jian, ternyata sedari awal Lin Xiu Ya mengetahui keberadaan dari 10.000 orang prajurit itu, mengawasi dari kejauhan.


Sehingga mau tak mau, membuat pemuda itu akhirnya menyetujui keinginan dari Putri Kaisar Wei Huang itu.


"Apa kau yakin ini tidak akan menyulitkan kita kedepannya, pangeran Lin Xiu Ya?" tanya Kaisar Lin Feng.


Pemuda itu hanya melirik sekilas ke arah ayahnya, kemudian menjawab dengan sangat tegas.


"Peraturan yang dibuat oleh putri Xuan Jian, sama nilainya dengan titah yang dikeluarkan oleh kaisar Wei Huang, meskipun gadis kecil itu dirumorkan merupakan anak terbuang dari pria nomor satu di kekaisaran jiahu ini, nyatanya dialah yang lebih berkuasa di dalam istana kekaisaran, dibandingkan sang Kaisar itu sendiri." jawab Lin Xiu Ya.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat mata semua orang langsung terbelalak kaget, mungkinkah jika selama ini gadis kecil itu menjadi seseorang yang berdiri di belakang layar? Dan memegang kendali atas kebijakan dan seluruh pengaturan yang dibuat oleh Kaisar Wei Huang?


__ADS_2