
Keberadaan para prajurit dari kekaisaran jiahu, sama sekali tidak mengundang perhatian ataupun kecurigaan seluruh rakyat kekaisaran longzhu, karena saat ini mereka telah menyatu dengan menggunakan pakaian yang sama, seperti yang dikenakan oleh seluruh rakyat kekaisaran.
Kedatangan seluruh pasukan dari kekaisaran jiahu tak hanya untuk memberikan pelajaran kepada seluruh anggota keluarga Chu, yang telah berani mengirimkan prajurit dan juga pembunuh bayaran untuk melenyapkan putri Xuan Jian, namun saat ini mereka juga mendapatkan tugas tersendiri yaitu mencari tahu campur tangan anggota istana yang lain.
Bisa saja di belakang anggota keluarga Chu, mendapatkan dukungan dari pihak lain yang memiliki kedudukan sama besarnya di istana kekaisaran. Seperti halnya seorang perdana menteri, ataupun jenderal besar dari kekaisaran.
Dua orang prajurit saat ini bergerak menuju rumah makan, selain rumah bunga, rumah makan merupakan salah satu tempat pencarian informasi tercepat dan juga terbaik di setiap kekaisaran, karena di tempat inilah rakyat akan berkumpul untuk berbincang-bincang.
Saat ini keduanya mulai memesan beberapa hidangan yang cukup mahal, sehingga semua orang yang saat ini tengah menikmati makanan langsung melirik ke arahnya dan mulai menganggukkan kepala pertanda mereka memberikan penghargaan terhadap tamu yang baru saja datang di tempat itu.
Rumah makan yang dikunjungi oleh kedua orang prajurit itu tergolong lumayan mahal dan hanya dikunjungi oleh orang-orang tertentu saja, yang memiliki cukup banyak koin, sehingga tidak memungkinkan untuk rakyat biasa menikmati makanan mewah yang tersaji di tempat itu.
Selain makanan mewah, mereka juga memesan arak terbaik yang dimiliki oleh rumah makan itu. Saat ini keduanya seperti ingin menikmati hidup, setelah selama ini terus saja berkecamuk dalam pertempuran yang tidak berkesudahan, akibat kelakuan dari orang-orang yang mulai mempertunjukkan taring mereka, setelah mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh Putri Xuan Jian.
Di meja sudut yang berada di dalam rumah makan itu terlihat beberapa orang, yang menggunakan pakaian layaknya bangsawan. Mereka saat ini sepertinya tengah berdiskusi mengenai sesuatu hal yang sangat penting. Suaranya terdengar samar-samar, mereka seolah tak ingin ada yang mendengar pembicaraan yang saat ini tengah didiskusikan dengan begitu pelik di dalam rumah makan itu.
"Bagaimana perkembangan dari para prajurit kekaisaran jiahu yang dikirim oleh kaisar Wei Huang menuju kekaisaran kita?" tanya salah seorang pria yang berusia sekitar 45 tahun kepada 3 orang rekannya.
"Kau tenang saja bangsawan Jun, sampai saat ini para prajurit itu belum juga sampai di wilayah kekaisaran kita, sepertinya mereka mengalami masalah dengan para bandit yang telah kita siapkan di berbagai tempat selama ini." jawab salah seorang pria sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... kau benar bangsawan Ma, sepertinya rumor tentang para prajurit dari kekaisaran jiahu yang sangat tangguh dan juga memiliki strategi yang sangat bagus dalam pertempur hanya isapan jempol saja. Melawan kelompok bandit yang telah kita siapkan di beberapa tempat saja, mereka tidak memiliki kekuatan apapun." ucap pria yang dipanggil bangsawan Jun itu dengan sangat senang.
__ADS_1
"Jika bukan gara-gara gadis kecil yang merupakan putri dari kaisar Wei Huang itu, pasti keponakanku masih hidup dan berbahagia bersama keluarganya." ucap salah seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun sambil menunduk.
"Kau tenang saja, bangsawan Jiang, kami semua di sini untuk membantumu melenyapkan gadis sialan itu." ucap bangsawan Ma.
"Kalian benar, putriku mendapatkan hukuman gara-gara ucapan dari gadis sialan itu. Dia harus mendapatkan pelajaran yang amat berharga, agar tidak ada orang lain yang berbuat seperti itu lagi di kemudian hari." ucap bangsawan Chu akhirnya menimpali.
Keempat orang bangsawan itu akhirnya kembali menyusun siasat baru, untuk bisa mengirim pasukan yang kedua kalinya menuju kekaisaran jiahu, mereka sepertinya masih belum jera, sehingga lagi-lagi melakukan kesalahan yang sama.
Kedua orang prajurit yang menyamar itu saling melengkungkan senyuman tipis, keduanya memiringkan kepala mereka, sepertinya saat ini sedikit demi sedikit tabir yang tertutup itu telah terbuka. Akhirnya mereka mengetahui, bahwa di belakang pasukan yang dikirimkan oleh bangsawan Chu, ternyata ada tiga orang bangsawan lain yang mendukung pergerakannya.
"Apa kau mendengar itu?" tanya prajurit A kepada rekannya.
Prajurit B langsung menganggukan kepala, meskipun keempat orang bangsawan itu berbicara dengan sedikit berbisik-bisik, namun dengan ketajaman indra pendengaran yang dimiliki oleh mereka, setelah mendapatkan pelatihan yang sangat berat dari Xuan Jian membuat kedua orang prajurit itu bisa mendengar dengan sangat jelas semua yang diucapkan oleh keempat orang bangsawan itu.
Sedangkan beberapa orang prajurit yang lain mulai berkeliling untuk berjalan-jalan, sekaligus mencari informasi dengan cara yang lebih terbuka.
Mereka tak segan-segan membantu rakyat kekaisaran longzhu yang membutuhkan uluran tangan, agar memudahkan rencana untuk mendapatkan informasi sesuai dengan yang diharapkan oleh majikan mereka saat ini.
Beberapa orang bahkan dengan santainya memasuki tempat yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, karena di sanalah para wanita ja*ang berada. Namun para prajurit meyakini bahwa rumah bunga adalah tempat beredarnya informasi rahasia.
Hanya membutuhkan beberapa koin emas saja, dan berita yang mereka cari akan segera didapatkan dengan sangat mudah. Wanita-wanita yang bekerja di tempat itu sudah terbiasa melayani berbagai macam pelanggan, bahkan mereka juga memegang informasi penting dari setiap pelanggannya.
__ADS_1
Rahasia terjaga dengan sangat baik, selama tidak ada pihak lain yang memberikan upah lebih besar, untuk membeberkan rahasia yang diinginkannya.
Para prajurit yang memasuki rumah bunga langsung disambut dengan aroma alkohol yang sangat kuat, saat ini di tempat itu begitu banyak pria-pria hidung belang yang mencari kepuasan dan juga melampiaskan hasrat mereka, terhadap wanita-wanita yang memang dipekerjakan.
Mereka seolah tidak terganggu sedikitpun dan terus saja melangkah, menuju salah seorang pemilik rumah bunga itu.
Saat ini informasi penting lah yang mereka butuhkan, bukan pelayanan lain dari wanita-wanita cantik, sehingga beberapa orang wanita yang berusaha mendekat dan merayu ke arah mereka, diabaikan begitu saja.
Bahkan para prajurit itu sama sekali tidak menoleh keberadaan dari wanita-wanita cantik, yang berpakaian sangat terbuka itu.
Meskipun jujur dalam hati, mereka sedikit terpesona dengan kemolekan dan juga kelincahan yang dimiliki oleh wanita-wanita itu, namun saat ini mereka harus tetap fokus dengan tujuan mendatangi tempat itu, agar tidak mendapatkan omelan dari jenderal yang saat ini menunggu informasi penting yang tengah mereka cari.
"Selamat datang tuan-tuan."
Seorang wanita bertubuh gempal dengan pakaian yang sangat mewah dan juga perhiasan yang begitu banyak, langsung saja menghampiri kedatangan para prajurit dari kekaisaran jiahu itu.
Dia memberikan senyuman termanis dan mempersilahkan tamu kehormatannya untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
"Apa yang bisa Lu Xia bantu untuk tuan-tuan semua?" tanya wanita itu dengan sedikit terkekeh, sepertinya saat ini dia berusaha untuk menarik perhatian para prajurit yang tengah menyamar.
"Berikan kami informasi yang sangat akurat, tentang beberapa orang bangsawan yang tinggal di kekaisaran longzhu." jawab salah seorang prajurit sambil merogoh kantung koin yang berada di samping kanan hanfu yang dipakainya. Dia pun segera menyodorkan 5 koin emas ke hadapan wanita itu.
__ADS_1
Mata wanita itu langsung berbinar, melihat banyaknya koin emas yang saat ini disodorkan oleh tamunya. Kemudian dia segera memanggil salah seorang pelayan agar membawa tamu pentingnya itu menuju ke sebuah ruangan, di mana ada seseorang yang bisa memberitahu informasi penting itu kepada mereka.
"Silahkan ikuti pelayan itu, tuan-tuan!"