Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 97


__ADS_3

Bruk...


Tubuh permaisuri Chu Rong Xie terjatuh dari atas kursi yang didudukinya, dia benar-benar tak menyangka jika Kaisar Wei Huang menginginkan kepalanya, sebagai imbalan atas apa yang dia lakukan terhadap Putri Xjan Jian.


Meskipun dia seorang wanita yang paling berkuasa di seluruh kekaisaran longzhu, namun dia menyadari jika kekuatan yang dimiliki oleh kekaisaran jiahu tidaklah main-main, apalagi Kaisar wae Huang terkenal sangat tiran, dia tidak akan pernah berpikir dua kali untuk membantai dan menghancurkan seluruh musuhnya.


Apalagi dirinya yang telah berani mempermalukan Putri Xuan Jian di hadapan semua orang, permaisuri Chu Rong Xie sepertinya mulai menyesali perbuatannya, dia berusaha untuk bergerak, meskipun saat ini tubuhnya terasa sangatlah lemah. Karena telah mendengar permintaan dari Kaisar Wei Huang terhadap suaminya sendiri.


"Tolong maafkan sikap permaisuri ini yang tidak bisa menjaga mulutnya dan berusaha untuk menyakiti Putri Xuan Jian beserta seluruh anggota keluarga kekaisaran jiahu." ucap permaisuri Chu Rong Xie seraya menjatuhkan diri dan bersujud dihadapan Xuan Jian dan seluruh keluarganya.


"Katakan apa keputusanmu, Kaisar Tian Wo? kepala permaisurimu ataukah seluruh wilayah kekuasaan, Kau bisa langsung menjawabnya sekarang juga, sebelum pangeran ini mengerahkan seluruh pasukan dari kekaisaran jiahu untuk menyerang dan menghancurkan seluruh wilayah kekuasaanmu." ucap Qing Yuan dengan sangat dingin.


Nada suaranya terdengar begitu tegas, apalagi saat ini wajahnya terlihat menghitam setelah melihat Xuan Jian yang terluka di bagian punggungnya.


"Kirim 500 orang pasukan menuju kerajaan kecil, pastikan kalian menguras seluruh harta benda milik mereka karena putri Mei Hua telah kalah dalam pertarungan, meskipun keluarga dari kekaisaran jiahu tidak mengambil alih kerajaannya, bukan berarti kami tidak akan merampok seluruh harta berharga yang dimiliki oleh Kerajaan kecil itu, menjadi sebuah kerajaan yang sangat miskin." ucap Kaisar Wei Huang memberikan perintah kepada salah seorang prajuritnya.


Prajurit itu pun segera pergi dan menyampaikan pesan yang telah diucapkan oleh kaisar Wei Huang kepada seluruh rekannya, mereka saat ini akan segera bersiap untuk pergi ke kerajaan kecil sesuai dengan mandat yang telah diberikan oleh kaisar Wai Huang, sedangkan raja dari kerajaan kecil itu hanya bisa mengelus dada, dia tentu saja tidak mungkin melawan kekuatan dari kekaisaran jiahu, karena ternyata sebuah kekaisaran besar seperti kekaisaran longzhu sendiri saja tidak berani terhadapnya.


"Mohon maafkan kesalahan dari putri raja ini dan jangan lakukan hal seperti itu di kerajaan kecil zhen." ucap raja dari kerajaan kecil itu sambil membungkuk di hadapan Kaisar Wei Huang.


Namun sepertinya saat ini ayah dari Xuan Jian itu sama sekali tidak mengindahkan permintaan dari sang raja, baginya penghinaan yang telah diberikan oleh permaisuri Chu Rong Xie beserta Putri Mei Hua tidak akan pernah bisa cukup meskipun keduanya membayar dengan harta sebanyak apapun.


"Carikan pria yang paling buruk dan juga miskin untuk dijadikan suami dari Putri Mei Hua, gadis yang sombong dan tidak tahu bagaimana memposisikan diri itu, tidak pantas untuk mendapatkan kehormatan menjadi selir ataupun permaisuri seorang pangeran." ucap Qing Yuan sambil melirik ke arah sang ayah.

__ADS_1


Kaisar Wei Huang tersenyum tipis, sepertinya saat ini kedua orang pria berbeda usia itu tengah menunjukkan kasih sayang dan juga perlindungan mereka terhadap Xuan Jian, yang selama ini hanyalah dianggap sebagai seorang putri yang terbuang.


Seketika mata semua orang melotot, ternyata rumor hanyalah rumor semata, Kaisar Wei Huang bahkan bersedia melakukan apa saja untuk bisa menyenangkan hati sang putri, bahkan untuk menghancurkan seluruh kekaisaran, dia tidak akan pernah berpikir dua kali.


Mei Hua yang baru saja tersadar setelah beberapa saat yang lalu dia mengalami kehilangan kesadaran, gadis terlihat memelototkan matanya dengan mulut yang terbuka, dia tak menyangka jika dirinya akan mendapatkan hukuman yang begitu berat.


Kaisar Wei Huang memang tidak mengambil alih kerajaan kecilnya, namun bukan berarti dia tidak memberikan hukuman yang lebih besar, jika dibandingkan dengan kehilangan sebuah kerajaan.


Mei Hua berusaha untuk menggerakkan tubuhnya yang saat ini terasa seperti remuk, akibat terkena tebasan pedang dengan kemarahan dari Xuan Jian, dia ingin berusaha untuk memohon kepada kaisar Wei Huang beserta seluruh keluarganya, agar tidak memberikan hukuman yang begitu berat terhadap dirinya.


Dia akan melepaskan pangeran kedua dengan senang hati, namun tak ingin menikahi pria jelek dan juga miskin.


"Mohon maafkan kesalahan putri ini, yang mulia Kaisar. dan jangan berikan hukuman yang begitu berat." ucap Mei Hua sambil terus berusaha untuk menggeret tubuhnya, agar bisa mendekat ke arah kaki Kaisar Wei Huang.


Gadis itu hanya bisa meneteskan air matanya, saat mendengar keputusan yang diberikan oleh kaisar Wei Huang. Dia jelas tak ingin menjadi seorang budak apalagi penari yang akan semakin membuat harga dirinya terjatuh, meskipun saat ini dia merasa bahwa keputusan yang diambil oleh kaisar Wei Huang benar-benar tidak masuk akal dan juga sangat memberatkan dirinya.


Namun mau tak mau, gadis itu pun menganggukkan kepala dan menyampaikan persetujuannya untuk menikahi seorang pria buruk rupa dan juga miskin.


"Putri ini siap untuk menikah dengan seorang pria buruk rupa dan juga miskin. Terima kasih untuk kebaikan dari yang mulia kaisar." ucap Mei Hua sambil menundukkan kepalanya.


Jelas saja hatinya saat ini benar-benar merasa sangat sakit, tak hanya karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan terhadap pangeran kedua, namun juga keputusan atas pernikahannya yang diambil oleh kaisar Wei Huang benar-benar membuatnya putus asa dan ingin mengakhiri hidup.


Namun di sisi lain Mei Hua sangat menyayangi kedua orang tuanya, dia tak mungkin membiarkan ayah dan ibunya menanggung semua masalah atas kesalahan yang dia perbuat, sehingga mau tak mau gadis itu pun berusaha untuk pasrah dan berlapang dada, meski tak tahu apa yang akan terjadi suatu saat, jika dirinya bisa menemukan seseorang yang bisa membantu untuk membalaskan dendam terhadap Kaisar Wei Huang.

__ADS_1


Xuan Jian melirik ke arah ayah dan juga saudara tirinya, perasaan bangga dan juga bahagia tersirat dari raut wajahnya saat ini. Meskipun punggungnya tengah terluka, namun gadis kecil itu tetap menyunggingkan senyuman manis.


Ini adalah pertama kalinya dia merasakan kehangatan sebuah keluarga, setelah selama ini dirinya dibuang dan tinggal di gubuk bobrok bersama sang ibu.


Bahkan ketiga orang selir kaisar Wei Huang terlihat melengkungkan senyuman tipis, mereka benar-benar bahagia karena pada akhirnya Kaisar Wei Huang tergerak untuk melindungi putri semata wayangnya, bahkan Qing Yuan yang baru saja mereka kenal, berhasil memperlihatkan di hadapan semua orang, jika dirinya memang saudara laki-laki yang terbaik dan mampu menjaga Kebahagiaan dari Xuan Jian.


"Ayo kita pergi!" ajak Xuan Jian.


Akhirnya gadis kecil itu pun segera keluar dari dalam aula pesta, diikuti oleh ketiga orang selir yang selalu setia berada di sampingnya.


Saat ini dia sudah tidak memiliki kepercayaan sedikitpun terhadap pangeran kedua, yang ternyata sangat jauh dari ekspektasi yang diharapkannya.


Pangeran kedua berusaha untuk berlari ke arah Xuan Jian dan menarik pergelangan tangan gadis itu dengan sangat lembut, namun Xuan Jian dengan segera melepaskan cengkraman tangan dari pangeran kedua dengan sangat kasar.


"Jangan pernah menyentuh tubuhku, akan lebih baik jika kamu mencari wanita lain, lagi pula aku sudah tidak ingin memiliki hubungan dengan kekaisaran ini." ucap Xuan Jian.


Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan pun langsung mengikuti langkah dari Xuan Jian, sambil sesekali mata kedua orang pria berbeda usia itu pun saling memandang, sepertinya saat ini mereka telah merangkai sebuah rencana di dalam otak kecilnya, untuk bisa menghancurkan seluruh kekaisaran longzhu.


Meskipun bibir keduanya tidak mengeluarkan satu patah kata pun, keduanya tetap bungkam di sepanjang perjalanan menuju kereta kekaisaran.


Mereka bahkan tak lagi melirik ke arah belakang, dan membiarkan Kaisar Tian Wo beserta pangeran kedua menatap kosong ke arah kepergian dari keluarga itu, Ini baru peringatan. Bagaimana jika Kaisar Wei Huang benar-benar menyerang seluruh wilayah kekaisaran longzhu? Pasti akan sangat berbahaya baginya.


"Seret permaisuri Chu Rong Xie, dan lemparkan dia ke penjara bawah tanah!" perintah dari kaisar Tian Wo.

__ADS_1


Bruk...


__ADS_2