
Mendengar teriakan dari seorang gadis kecil, keluarga bangsawan Chao langsung keluar dari kediaman mereka, dan menyuruh para penjaga gerbang untuk segera membuka pintu untuk membiarkan gadis lancang itu untuk segera memasuki kediaman.
Saat ini keluarga bangsawan itu belum mengetahui, jika Xuan Jian datang bersama seorang jenderal muda kekaisaran.
Gerbang pun terbuka, Xuan Jian bisa melihat jika di depan kediaman itu saat ini bangsawan Chao telah berdiri bersama dengan keluarganya, menunjukkan wajah sombong dan juga mencibir terhadap Xuan Jian yang baru saja menggerakkan langkah kudanya menuju kesana.
"Apa yang kau inginkan, tuan putri?" tanya bangsawan Chai tanpa berbasa-basi.
Xuan Jian menyunggingkan seringaian tipis, sepertinya pria tua yang ada di hadapannya saat ini ingin segera mendapatkan pelajaran yang setimpal untuk ketidaksopanannya itu.
"Apa kau tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini bangsawan Chao?" tanya Xuan Jian.
"Tentu saja aku sangat mengetahuinya! Kau adalah putri yang tidak diinginkan oleh kaisar Wei Huang! Lalu untuk apa aku menyambut kedatanganmu?" ucap bangsawan Chao dengan sombongnya.
Xuan Jian melirik ke arah para prajuritnya, "Kalian semua, bunuh seluruh keluarga bangsawan Chao dan ambil semua harta yang berharga dari dalam kediaman! kemudian hancurkan seluruh kediaman ini hingga rata dengan tanah!" ucap Xuan Jian memberikan perintah kepada para prajuritnya.
Mendengar hal itu tentu saja bangsawan Chao langsung melotot, dia tak menyangka jika Xuan Jian memiliki keberanian untuk menyerang dirinya.
"Kau terlalu sombong putri Xuan Jian! Prajuritmu hanya 200 orang, sedangkan prajuritku ada 600 orang." ucap bangsawan seraya memanggil seluruh prajuritnya, untuk membentuk barisan agar bisa melindungi seluruh anggota keluarganya.
Xuan Jian tersenyum tipis, "600 orang prajurit bagiku bukanlah jumlah yang banyak, bahkan hanya dengan beberapa gerakan saja, aku bisa membunuh seluruh prajuritmu itu." ucap Xuan Jian.
Para prajurit pun segera menarik senjata mereka dan langsung saling menyerang satu sama lain.
Trang...
Trang...
Trang...
Sret..
Sret...
__ADS_1
Sret...
Crash...
Meskipun prajurit yang dibawa oleh Xuan Jian hanya berjumlah 200 orang, tapi ternyata kemampuan yang mereka miliki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 600 orang prajurit milik kediaman bangsawan Chao, hingga akhirnya tak membutuhkan waktu lama untuk mereka semua bisa melumpuhkan seluruh prajurit itu.
Bahkan saat ini di atas tanah terlihat kucuran darah mengalir dengan sangat deras, para prajurit yang selama ini dipekerjakan oleh bangsawan Chao akhirnya berhasil dibunuh satu persatu oleh prajurit yang dibawa oleh Xuan Jian.
Wajah bangsawan Chao langsung menghitam, dia benar-benar sangat kesal, karena ternyata 600 orang prajurit miliknya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan para prajurit yang dibawa oleh Xuan Jian, apalagi kehadiran Ming Xiu Ya yang sejak tadi terus saja membantai para prajuritnya, membuat pria tua itu akhirnya menggertakkan giginya dengan sangat kencang.
"Sial!" ucap bangsawan Chao.
Xuan Jian tertawa di atas kudanya, apalagi melihat wajah stress dari seluruh keluarga bangsawan Chao membuat dia semakin menikmati ketakutan dan juga ketidakberdayaan dari anggota keluarga bangsawan itu, seperti semilir angin pagi yang menyenangkan.
Dia tak berniat untuk menghentikan para prajuritnya maupun Ming Xiu Ya, bahkan Xuan Jian terlihat semakin memacu semangat mereka, untuk membantai lebih banyak lagi para prajurit yang dipekerjakan di kediaman bangsawan itu.
"Ayo bunuh semua para prajurit itu!" teriak Xuan Jian sambil tertawa dengan sangat lantang.
Akhirnya bangsawan Chao langsung menarik pedang dari pinggangnya dan berusaha untuk mendekat ke arah Xuan Jian, dia ingin menyandera putri dari Kaisar Wei Huang itu, agar bisa menghentikan pertarungan.
Duagh...
Bruk...
Tubuh bangsawan Chao langsung terjatuh di atas tanah, apalagi saat ini dadanya seakan telah remuk akibat dari tendangan yang dilakukan oleh kuda yang ditunggangi Xuan Jian.
Dia hanya bisa melotot tak berdaya melihat seluruh anggota keluarganya telah disandera oleh para prajurit kekaisaran, mereka sengaja mengikat seluruh anggota keluarga bangsawan Chao agar tidak melarikan diri dari sana, sementara para prajurit akan segera masuk ke dalam kediaman untuk mencari barang berharga yang lain milik keluarga bangsawan itu.
"Apa kau tahu hukuman untuk seseorang yang tidak menghormati anggota kekaisaran, pria tua? Apalagi kau berniat untuk menyerang seorang putri Kaisar!" tanya Xuan Jian sambil mengalihkan pandangannya ke arah bangsawan Chao.
Pria tua itu pun langsung terdiam, sepertinya dia lupa jika hukum mati saat ini bisa saja mengancam dia beserta keluarganya, setelah tadi berani memprovokasi Xuan Jian, bahkan tidak menyambut kedatangannya di kediaman keluarga itu.
"Maafkan kelancangan hamba, yang mulia!" ucap bangsawan Chao sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Xuan Jian hanya bisa tersenyum kecut melihat kelakuan dari pria tua itu, "Setelah aku menunjukkan kekuasaanku terhadapmu, kau baru meminta maaf! Sedangkan saat aku baru saja datang di kediamanmu, kau bahkan tidak menghormatiku sama sekali. Apakah seperti ini caramu memperlakukan seorang anggota keluarga istana, bangsawan tua?" cibir Xuan Jian.
Bangsawan Chao hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tahu bahwa dirinya telah melakukan kesalahan fatal dan mungkin saja akan mendapatkan hukuman berat yang harus diterima oleh seluruh keluarganya.
"Tolong lepaskan keluarga hamba, yang mulia." ucap bangsawan Chao memohon sambil berlutut di hadapan Xuan Jian yang hingga saat ini belum juga turun dari atas kudanya.
"Tadi kau bersikap sombong terhadapku, dan sekarang kau sendiri yang berlutut dan memohon ampun padaku. Ternyata benar! Bangsawan Chao adalah seorang yang sangat sombong dan tidak tahu diri." ucap Xuan Jian semakin memojokkan pria tua itu.
"Sangat wajar sekali jika putrimu itu bertindak semena-mena di luaran, karena ternyata didikan dari keluargamu memang tidaklah benar! Kau terlalu memanjakan seluruh anak-anakmu sehingga mereka berbuat keji terhadap orang lain." ucap Xuan Jian kembali.
Tak lama para prajurit pun segera kembali, setelah mendapatkan banyak sekali harta berharga dari kediaman keluarga bangsawan Chao, mereka menggotong banyak peti berisi perhiasan, koin emas dan juga pakaian-pakaian mahal, bahkan beberapa guci dan juga lukisan mahal turut diangkut oleh mereka.
"Ssemuanya telah siap, tuan putri. 10 kereta barang telah terisi dengan harta benda milik keluarga bangsawan Chao." ucap salah seorang prajurit memberitahu Xuan Jian sambil membungkukan badannya.
"Kalian benar-benar bisa diandalkan! kerja bagus!" ucap Xuan Jian memuji para prajuritnya.
"Lima puluh orang dari kalian memisahkan diri dari sekarang, bawa seluruh pria dari keluarga bangsawan Chao, mulai saat ini aku ingin mereka menjadi pelayan untuk para prajurit yang berjaga di perbatasan dan untuk para wanita, lemparkan saja mereka di rumah bunga! Tempat itu jauh lebih cocok untuk seluruh anggota bangsawan sombong itu." ucap Xuan Jian.
Semua orang terlihat meneteskan air mata, mereka tak menyangka jika Xuan Jian akan memberikan hukuman yang jauh lebih menyakitkan dibandingkan hukuman mati. Bangsawan Chao berdiri dari tempatnya, dan langsung menunjuk wajah Xuan Jian.
"Kenapa kau tidak membunuhku saja, putri Xuan Jian?" tanya pria tua itu.
Xuan Jian hanya tertawa melihat kebodohan yang dipertontonkan oleh bangsawan Chao, "Aku bukanlah kaisar yang bodoh itu, jika aku memenggal kepalamu dan juga seluruh anggota keluargamu, maka kalian tidak akan pernah merasakan kesakitan, seperti yang selama ini dirasakan oleh rakyat kekaisaran yang telah kalian siksa dan kalian jadikan budak di kediaman!"
"Dengan cara ini aku bisa memberikan hukuman yang setimpal untuk seluruh dosa dan juga kesalahan kalian dan ingatlah jika salah seorang dari kalian mencoba untuk membunuh diri dengan cara apapun, maka anggota keluarga yang lain harus merasakan hal yang sama dengan mendapatkan hukuman 10 kali pukulan papan setiap hari selama 40 hari sampai kalian mati." ucap Xuan Jian dengan mata yang menyorot marah ke arah ke seluruh anggota keluarga bangsawan Chao.
Mendengar hal itu, tentu saja menjadi pukulan telak untuk semua anggota keluarga bangsawan Chao, mereka hanya bisa menunduk pasrah menerima nasib buruk yang harus menimpa, akibat kebodohan dan juga kesombongan yang selama ini selalu dipertunjukkannya di hadapan semua orang.
...----------------...
Terima kasih banyak untuk semua reader yang telah mengikuti cerita ini dari awal hingga saat ini, sesuai janji author pada hari ini akan segera diumumkan tiga orang pemenang GA sebagai bentuk apresiasi dari author kepada tiga orang pendukung terbanyak untuk karya ini.
__ADS_1
Selamat untuk ketiga orang pemenang, hadiah akan dikirim paling lambat besok tanggal 18 april 2023.