Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 155


__ADS_3

Acara pesta yang diadakan di aula kekaisaran jiahu akhirnya menjadi ajang pencarian jodoh bagi para pemuda ataupun pemudi yang saat ini masih belum memiliki pasangan, mereka mulai berjalan-jalan dan berkenalan satu sama lain, sehingga banyak di antara mereka akhirnya menjalin pertemanan.


Namun ada sesuatu yang sangat ini mengganjal dalam pikiran seseorang, dia berniat untuk mengutarakan hal itu kepada kaisar Wei Huang, hanya saja sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat. Namun dia tidak memiliki kesempatan lain untuk membicarakannya, sehingga mau tak mau akhirnya pemuda itu segera berjalan ke arah depan dan memberikan hormat ke arah Kaisar Wei Huang.


"Lin Xiu Ya memberi hormat kepada yang mulia Kaisar dan juga permaisuri baru, semoga selalu diberkati dengan umur panjang dan kebahagiaan." ucapnya sambil membungkuk.


Kaisar Wei Huang menyadari bahwa saat ini pemuda itu memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan dengannya, sehingga dia pun segera menjawab ucapan pemuda itu. "Katakan! Apa yang bisa zhen bantu untukmu."


Mendengar ucapan Kaisar Wei Huang, membuat mata pemuda itu langsung berbinar, dia tak menyangka jika Kaisar Wei Huang akan memberikan reaksi yang demikian, sehingga membuatnya langsung berbunga-bunga.


"Jika yang mulia tidak keberatan, izinkan pangeran ini untuk mengambil salah seorang pelayan milik Putri Xuan Jian yaitu Xiu Lan untuk menjadi calon permaisuri kekaisaran." ucapnya dengan sangat yakin.


Byuurr...


Xuan Jian dan juga Xiu Lan yang saat ini tengah bersantai sambil meminum teh di kursi mereka, akhirnya menyemburkan minuman yang ada di mulutnya, mereka tak menduga jika Lin Xiu Ya memiliki keberanian untuk mengambil Xiu Lan darinya.


Bahkan selama ini gadis kecil itu sedikitpun tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap pemuda yang dulu pernah menjadi jenderal muda kekaisaran jiahu itu, di matanya pemuda itu hanyalah seorang mata keranjang, apalagi dia seringkali menggoda Xiu Lan saat berada dalam tugas.


Tiba-tiba saja seluruh tubuh Xiu Lan terasa merinding, apalagi saat ini diam-diam pangeran Lin Xiu Ya melirik ke arahnya sambil menyunggingkan seringaian tipis. Hal itu tentu saja membuat Xiu Lan merasa sedikit takut, dia tak menyangka jika pemuda mesum itu memiliki perasaan terhadapnya.

__ADS_1


Namun dia masih bingung saat ini, bagaimana cara menolak lamaran dari pangeran Lin Xiu Ya? sedangkan dirinya hanyalah seorang pelayan kecil, jauh berbeda dengan pria yang saat ini berada di hadapannya, yang merupakan seseorang yang memiliki kekuasaan sebagai seorang putra mahkota.


Kaisar Wai Huang menganggukkan kepalanya, kemudian melirik ke arah Putri Xuan Jian yang saat ini terlihat mengerutkan dahi, dia benar-benar tak habis pikir dengan pangeran Lin Xiu Ya yang memiliki keinginan untuk menikahi seorang pelayan seperti Xiu Lan.


Meskipun gadis itu memiliki kemampuan luar biasa dalam hal berpedang maupun beladiri, namun untuk menjadi seorang permaisuri kekaisaran, bukankah dibutuhkan seorang gadis yang memiliki garis keturunan bangsawan? Sehingga tidak akan dipandang sebelah mata oleh siapapun di masa depan.


Menyadari kegelisahan dari Putri Xuan Jian, akhirnya Pangeran Lin Xiu Ya segera mengatakan alasan dibalik keinginannya untuk menikahi Xiu Lan.


"Saat ini kekaisaran tianzu masih berangsur-angsur memulihkan diri, sehingga kekuatan secara ekonomi ataupun militer masih belum stabil. Walaupun pangeran ini mengambil seorang permaisuri dari kasta terendah sekalipun, tidak akan ada yang berani memandangnya sebelah mata, karena wanita itu pasti akan turut berjuang dalam membangun kekaisaran. Sehingga rakyat akan melihatnya sebagai seorang pejuang, bukan pelayan."


Kaisar Wei Huang menganggukkan kepalanya, dia benar-benar merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh pangeran Lin Xiu Ya. Sedangkan Xuan Jian saat ini melirik ke arah gadis pelayan itu, dia ingin mengetahui bagaimana pemikiran dari Xiu Lan mengenai lamaran yang diberikan oleh pangeran dari kekaisaran tianzu.


Walau bagaimanapun status di antara keduanya sangatlah jauh berbeda, pemuda itu merupakan seorang putra mahkota kekaisaran, sedangkan dirinya hanyalah pelayan biasa. Mungkinkah semua orang akan menerimanya sebagai permaisuri? Sedangkan di masa itu, kasta masih menjadi momok paling utama dalam sebuah kekuasaan.


"Jika aku memberikan Xiu Lan padamu, bisakah kau berjanji dua hal padaku?" tanya Xuan Jian. gadis kecil itu menatap ke arah pangeran Lin Xiu Ya dengan sangat tajam.


"Katakan tuan putri! Persyaratan apa yang anda inginkan?" tanya Lin Xiu Ya.


"Aku hanya memiliki dua persyaratan, yang pertama kau harus menjadikan Xiu Lan sebagai permaisurimu, dan yang kedua kau tidak boleh mengangkat satu orang selir pun. Jika kau mengingkari ucapanmu, maka aku sendiri yang akan menjemput Xiu Lan untuk kembali ke istana kekaisaran jiahu dan juga menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran Tianzu untuk yang kedua kalinya." ucap putri Xuan Jian.

__ADS_1


Pangeran Lin Xiu Ya hanya menganggukan kepalanya, tak lama dia pun bersumpah di hadapan semua orang.


"Aku Lin Xiu Ya berjanji, akan menjadikan Xiu Lan sebagai permaisuri kekaisaran tianzu dan tidak akan pernah mengangkat selir satu orang pun. Dan jika aku mengingkari perkataanku sendiri, maka Putri Xuan Jian berhak untuk mengambil Xiu Lan kembali dan menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran tianzu." ucapnya dengan sangat yakin.


Akhirnya Xuan Jian pun menganggukkan kepalanya, meskipun dia harus kehilangan sahabat sekaligus saudara yang begitu disayangi, namun saat ini sebuah kemuliaan telah datang untuk Xiu Lan, dan dia tak mungkin menghalangi gadis itu untuk bisa melangkah lebih tinggi dan menduduki posisi yang terpenting.


Lagi pula Xiu Lan telah banyak belajar tentang tata krama dan yang lainnya dari Putri Xuan Jian, sehingga tidak bisa diragukan lagi bagaimana cara gadis kecil itu beretika.


Akhirnya kesepakatan pun dibuat, Xiu Lan akan segera dikirim menuju ke kaisaran tianzu untuk melangsungkan pernikahannya dengan pangeran Lin Xiu Ya. Namun sepertinya Kaisar Wei Huang tidak akan melepaskan pelayan putrinya begitu saja, sehingga dia pun mengajukan sebuah persyaratan, bahwa mulai saat ini akan ada 100 orang penjaga bayangan, yang akan terus memantau keadaan dari Xiu Lan.


Mata gadis pelayan itu terlihat berkaca-kaca, dia tak menyangka jika saat ini seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu menunjukkan perhatiannya dengan cara masing-masing, mereka bahkan tak segan-segan memperlihatkan kasih sayang kepada Xiu Lan yang telah dianggap sebagai saudara.


Hal itu juga dirasakan oleh pangeran Lin Xiu Ya, dia sangat yakin bahwa seluruh anggota keluarga kekaisaran jiahu pasti akan terus memantau keadaan dari Xiu Lan, mengingat gadis pelayan itu adalah kesayangan semua orang. Dia telah dianggap keluarga dan juga saudara oleh Xuan Jian.


Kaisar Lin Feng yang sejak tadi diam akhirnya mengeluarkan suara, sepertinya pilihan putranya saat ini sudah tepat. Meskipun status Xiu Lan hanyalah seorang gadis pelayan, nyatanya dia memiliki tempat tersendiri di hati anggota keluarga kekaisaran jiahu.


Kaisar Lin Feng segera berjalan mendekat ke arah Xiu Lan, penguasa kekaisaran tianzu itu akhirnya menyerahkan sebuah kotak yang berisi perhiasan dan juga beberapa hanfu untuk Xiu Lan, dia sangat yakin bahwa saat ini gadis pelayan itu masih belum memiliki pakaian dan juga perhiasan yang cukup, sehingga dia memberikan hal itu sebagai hadiah untuknya.


Xiu Lan menerima semua hadiah pemberian dari calon mertuanya dengan penuh hormat, gadis pelayan itu menunjukkan etika layaknya seorang gadis bangsawan, dia saat ini bahkan tidak terlihat seperti seorang pelayan.

__ADS_1


__ADS_2