
Xuan Jian baru saja melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Kaisar Wei Huang, wajah gadis itu terlihat sangat datar, bahkan tatapannya begitu tajam melihat ke arah kiri dan kanan memperhatikan para pelayan yang sejak tadi terlihat berbisik-bisik.
Semenjak dia melewati tempat itu, 5 orang pelayan terus saja berceloteh, mereka membicarakan tentang tiga orang selir Kaisar Wei Huang dan juga tentang dirinya, sehingga membuat Xuan Jian akhirnya menghentikan langkahnya dan mendekat kearah para pelayan itu.
"Apa yang kalian ributkan sejak tadi? Bukankah kalian dibayar untuk bekerja di istana ini? Lalu kenapa mulut kalian tak bisa diam?" tanya Xuan Jian.
Para pelayan itu membelalakkan matanya, mereka bahkan tak menyadari kedatangan Xuan Jian, karena gadis itu berjalan tanpa mengeluarkan suara.
Sejak tadi mereka terus saja bergosip tentang kedua orang selir yang saat ini terlihat sangat repot dengan berbagai macam persiapan, untuk kompetisi yang akan dilakukan oleh kaisar Wei Huang guna mencari seorang calon permaisuri baru kekaisaran jiahu.
Xuan Jian mendengar suara-suara yang tak sedap, saat beberapa orang pelayan mengatakan jika selir Xuan Yang terlalu bodoh, karena telah berani menolak keinginan Kaisar Wei Huang untuk menjadi seorang permaisuri, padahal siapapun juga mengetahui jika status permaisuri satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan seorang selir.
Mereka juga mencibir Xuan Jian yang selalu bertindak seperti layaknya seorang putri kekaisaran, padahal selama ini dia hanyalah seorang putri terbuang dari Kaisar Wei Huang.
Hal itu menggelitik telinga Xuan Jian, sehingga akhirnya gadis itu pun mendekat ke arah 5 orang pelayan yang sejak tadi terus saja berbicara, tanpa mengetahui jika sebenarnya orang yang tengah mereka bicarakan saat ini, ada di hadapan mereka semua.
Xuan Jian merasa sangat muak, hingga akhirnya dia pun memanggil beberapa orang prajurit untuk segera memberikan hukuman kepada 5 orang pelayan yang saat ini terlihat menggigil ketakutan, mereka tak menyangka jika Xuan Jian akan melakukan hal itu.
Padahal sejak tadi mereka terus saja bekerja, hanya saja ada salah seorang rekan mereka yang tiba-tiba saja datang dan langsung bergosip, sehingga akhirnya keempat orang pelayan yang lain pun menghentikan pekerjaannya dan berkasak kusuk di belakang.
para prajurit pun segera mendekat ke arah Xuan Jian, mereka terlihat sangat sopan. Sejak kejadian saat di lapangan istana kekaisaran, tidak ada satu orang pun yang berani menengadahkan wajahnya di hadapan Xuan Jian.
Mereka benar-benar sangat takut terhadap putri dari Kaisar Wei Huang yang ternyata memiliki sifat yang sangat kejam itu, sehingga begitu mereka mendengar Xuan Jian memanggil para prajurit, akhirnya dengan gerakan yang sangat cepat, mereka pun segera berlari ke arah Xuan Jian, kemudian membungkukkan badan untuk memberikan hormat.
"Salam kepada tuan putri Xuan Jian." ucap para prajurit itu bersamaan.
Xuan Jian hanya menganggukan kepalanya pelan, kemudian dia pun segera menuju ke arah 5 orang pelayan yang kini nampak telah berwajah pucat.
"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" tanya Xuan Jian, kelima orang pelayan itu pun hanya bisa menunduk, tak ada satu orang pun dari mereka yang berani menjawab ucapan dari Xuan Jian.
__ADS_1
"Mulai hari ini, siapapun pelayan yang berani membicarakan tentang anggota keluarga istana kekaisaran harus dihukum mati! Bahkan mereka tidak diperkenankan untuk mendapatkan pemakaman yang layak." ucap Xuan Jian membuat kelima orang pelayan itu pun semakin menggigil ketakutan.
Xuan Jian menunjukkan seringaian kecil di wajahnya, kemudian dengan santainya dia pun memerintahkan kepada para prajurit untuk memenggal kepala dari kelima orang pelayan itu dan melemparkan jasad mereka ke hutan.
"Sekarang juga penggal kepala 5 orang pelayan itu dan lemparkan jasad mereka ke hutan! Beritahukan semua orang yang ada di seluruh istana kekaisaran, jika ada satu orang pun yang berani membicarakan tentang anggota keluarga istana, maka mereka pun akan mengalami nasib yang sama seperti kelima orang pelayan itu." ucap Xuan Jian.
Para prajurit itu pun segera melaksanakan perintah yang diberikan oleh tuan putri mereka, sedangkan kelima orang pelayan itu langsung menjatuhkan diri mereka dan bersujud di hadapan kuanjian untuk memohon ampunan.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
"Tolong ampuni hamba yang mulia, hamba tidak berani melakukan hal itu lagi." ucap para pelayan itu serempak.
"Jadi kalian masih ingin hidup?" tanya Xuan Jian.
Kelima orang pelayan itu pun menganggukan kepalanya, "Baik, jika itu keputusan kalian! Prajurit! Segera berikan hukuman dengan 20 pukulan papan, pastikan bahwa mereka tetap hidup setelah menjalani hukumannya." ucap Xuan Jian.
Hal itu tentu saja membuat kelima orang pelayan itu semakin ketakutan, 20 pukulan papan sama seperti hukuman mati namun secara perlahan-lahan, salah seorang pelayan langsung berdiri, dia pun menunjuk ke arah Xuan Jian dengan wajah yang sangat merah, karena amarah yang kini mulai menggunung di dadanya.
"Kau benar-benar seorang gadis yang sangat kejam! Bahkan hanya dengan mengatakan hal seperti itu, kau tega memberikan hukuman mati kepada kami." ucapnya.
Xuan Jian segera mendekat ke arah gadis pelayan itu, kemudian mencengkram dagunya dengan sangat kuat, bahkan terlihat saat ini jika kuku-kuku tajam milik Xuan Jian mulai menempel di kulit pipi pelayan itu dan menggoresnya hingga mengeluarkan darah.
Gadis pelayan itu hanya bisa meringis kesakitan, dia tak menyangka jika Xuan Jian ternyata lebih beringas daripada yang pernah dia dengar.
"Kau terlalu lancang! Hanya menjadi seorang pelayan saja kau sudah berani menentang ucapanku! maka sebelum keempat orang rekanmu mati, kau lah yang harus mendapatkan hukuman terlebih dahulu." ucap Xuan Jian.
__ADS_1
Tangan gadis itu dengan sangat cepat langsung mengambil pedang yang ada di pinggang salah seorang prajurit, dan langsung mengibaskannya ke arah pelayan yang lancang itu.
Crash...
Crash...
Aaaarght...
Terdengar suara jeritan dari pelayan yang saat ini merasa sangat kesakitan, karena Xuan Jian telah memotong kedua tangan gadis pelayan itu, dengan sangat cepat menggunakan pedang yang telah diambil dari pinggang salah seorang prajurit, bahkan dengan tanpa merasa jijik sekalipun, Xuan Jian mengambil dua potong tangan itu, kemudian melemparkannya ke arah pelayan yang saat ini meringis melihat darah mengucur dari tangannya yang buntung.
"Ini baru permulaan dan aku sangat suka menyiksa orang, maka hari ini kau mendapatkan sebuah kehormatan untuk merasakan siksaanku." ucap Putri Xuan Jian.
Pelayan itu pun semakin menggigil ketakutan, dia menyesali tindakannya yang telah berani bertindak tidak sopan terhadap Xuan Jian. Jika saja dia tadi bisa mengendalikan dirinya, mungkin saat ini Xuan Jian mau mengampuni nyawanya dan juga keempat orang rekannya yang lain.
Tak jauh dari tempat itu saat ini, sebuah kereta mewah baru saja memasuki halaman istana kekaisaran, terlihat ada 4 orang pria yang baru saja turun dari kereta dengan menggunakan pakaian yang sangat mewah, itu adalah pakaian dari seorang bangsawan.
Sedangkan 4 orang yang saat ini baru saja turun dari dalam kereta itu, merupakan anggota keluarga dari bangsawan Chao yang telah diundang oleh putri Xuan Jian untuk segera datang ke istana kekaisaran, mata keempatnya melotot horor melihat pemandangan yang saat ini ada di hadapan mereka.
Seorang putri kekaisaran dengan entengnya mengayunkan pedang yang sangat berat, milik seorang prajurit, untuk menebas kedua tangan milik pelayan yang membangkang.
Gluk...
Gluk...
Gluk...
Keempatnya langsung meneguk saliva mereka dengan susah payah, bahkan saat ini tubuh mereka terlihat bergetar dengan keringat yang mengucur deras di seluruh badan.
Keempatnya belum mengetahui apa yang akan diperbuat oleh Putri Xuan Jian terhadap keluarga bangsawan Chao, saat mereka telah berada di aula istana kekaisaran, tapi melihat bagaimana ke brutalan gadis itu dalam menyiksa seorang pelayan, membuat mereka pun akhirnya menyadari jika keluarga bangsawan Chao bukanlah bandingan dari seorang Xuan Jian yang ternyata berkali-kali lipat lebih kejam dan juga mematikan.
__ADS_1