
Atta mengetuk pintu kamar Luna. " Luna sudah selesai belum , kakak masuk ya ?". tanya Atta
Petugas makeup itu pun membukakan pintu untuk Atta.
" Terimakasih ". ucap Atta sambil masuk kedalam.
Atta tampak terkejut melihat penampilan adiknya. Gadis juteknya kini tampak sangat cantik dan manis sekali.
Tak terasa air mata Atta mengalir hari ini ia sendiri yang akan menikahkan adik tersayangnya ia akan mengantar adik juteknya menuju pelaminan. Rasa sedih dan bahagia menyelimuti hati Atta.
Atta memeluk erat Luna tangisnya menjadi karena Atta teringat akan almarhum ayahnya. Seharusnya ayahnya lah yang mengiringi Luna serta menyerahkan luna pada calon suaminya. Andai saja ayahnya masih hidup.
" Kak... kakak kok nangis , kakak jangan khawatir ini adalah pilihan luna kak , luna sama sekali tidak menyesal menikah dengan kak Steve.Luna pasti bahagia kak ". ujar Luna dalam pelukan Atta.
" Sayang... biarkan kakak memelukmu sebentar sebelum Steve membawamu pergi , biarkan kakak mengingat momen bersejarah ini ". ujar Atta masih memeluk Luna.
Luna pun menitikan air matanya meski hatinya terpaksa melakukan pernikahan ini namun ia berusaha tampil tegar dihadapan semua orang terlebih kakak tersayangnya.
" Kak.. Luna tidak akan meninggalkan kakak , Luna akan selalu mengunjungi kakak. Karena hanya kakaklah keluarga satu satunya Luna. Do'a kan Luna bahagia kak . Cukup restu kakak agar luna bahagia ".
Setelah acara menangis dan melo barusan Atta kini tengah menuntun Luna berjalan keluar dari kamar menuju ruang tengah dimana semua keluarga Steve telah berkumpul. Tampak juga para pembantu dan sopir keluarga ikut menyaksikan acara sakral anak majikannya.
******
Melihat Luna keluar dari kamarnya mata Steve tak hentinya menatap luna. Begitupun Reza juga menatap kagum. Tampak sebuah kristal bening mengantung disudut mata Reza. Entah air mata penyesalan atau kebahagiaan hanya Reza sendirilah yang tahu.
Luna sempat melihat tatapan Reza namun dirinya berpaling menoleh kearah Steve agar Reza merasakan sakit yang ia rasakan.saat ini.
" Ihhh... sayang anak mamih cantik sekali ya pih ". ujar Mirna berjalan memeluk Luna bahagia.
__ADS_1
" Menantu siapa dulu dong ". jawab Andrew tak kalah antusias.
Kini mereka tengah berjalan menuju mobil.
Mobil pengantin hanya berisi Sopir dan Atta di jok depan samping sopir. Sementara Steve dan Luna berada dijok belakang.
Reza beserta orangtuanya ada dalam satu mobil pengiring.
Mobil pengiring lainnya berisi beberapa pelayan keluarga Mirna.Meski Andrew dan Mirna terbilang keluarga kaya raya namun keduanya selalu memperlakukan pembantunya layaknya keluarga sendiri. Tanpa terkecuali.
Hanya sepuluh menit mobil tiba dihotel milik Andrew.
Steve membuka pintu mobilnya untuk Luna. Atta menuntun Luna berjalan menuju ruang akad. Reza menuntun Steve berjalan menuju ruang akad.Didalam ruangan itu Yunus tengah siap dan rapi.
Saat memasuki ruang akad mata Reza dikejutkan oleh seorang gadis cantik berhijab duduk disamping Yunus. Reza sangat mengenal gadis itu karena gadis itu kebetulan teman sekelasnya dikampus.
" Reza... ". " Mariska '. ucap keduanya bersamaan. Tampak senyum diwajah Reza.
Luna sekilas menatap wajah Reza yang tampak berubah yang tadinya cuek dan dingin sekarang berubah ceria kembali.Hal itu membuat Luna kesal.
" Awas saja tunggu pembalasanku kak ". gumam hati Luna.
Kedua pengantin tengah duduk dipelaminan..Atta duduk disamping Luna berhadapan dengan Steve. Disampingnya penghulu Yunus.
Acara akad pun dimulai....
Atta : " Saudara Steve Meikansyah Irawan kunikahkan dan kukawinkan engkau dengan saudari ku Lunaya Almahyra Ningrum binti almarhum Sumartono dengan mas Kawin Uang Tunai seratus juta rupiah berlian seberat seratus gram beserta seperangkat alat sholat dibayar tunai ". ucap Atta menjabat tangan Steve.
Suasana saat ini sangat hening mencekam terasa sekali kesakralan acara akad pagi hari ini.
__ADS_1
Steve : " Kuterima nikah dan kawinnya Lunaya Almahyra Ningrum binti almarhum Sumartono dengan mas kawin uang tunai seratus juta rupiah , Berlian seberat seratus gram beserta seperangkat alat sholat dibayar Tunai ....."
Ucap Steve dengan kalimat satu hembusan dan terdengar lancar sekali ".
" Bagaimana para saksi ? Sah - Sah ".
ucap Penghulu dan kemudian beberapa pelayan sebagai saksi mengucapkan " Sah... Sah ".
Penghulu pun membacakan Zighat taklik pernikahan serta do'a barokah untuk pasangan pengantin ini.Semua yang hadir turut mendo'akan.
Semua menangis haru menyaksikan acara akad pagi hari ini berjalan dengan khidmat dan sangat terasa sakral sekali tanpa tamu dari luar benar benar hanya keluarga Andrew dan Atta serta pelayan.
Luna mencium tangan Steve dibalas ciuman dari Steve ke kening Luna. Reza kini duduk disamping Mariska dan ngobrol serta bercanda ria karena secara kebetulan keduanya teman sekelas dikampusnya saat ini.
Luna tampak kesal melihat keakraban Reza dan Mariska. Apalagi disaat Yunus menghampiri Reza dan berkenalan.
Acara prosesi akad nikah pagi hari ini berjalan lancar sekali. Semua kembali kekamar masing maaing yang telah disiapkan Andrew.
Hari ini hotel sengaja dikosongkan tidak melayani observasi sementara selama sehari kedepan.
◇◇◇◇◇◇
**Hai.... maafkeun Author ya jika lebih memilih menikahkan Lunaya dengan Steve.
Ayo dukung terus novel kami agar masuk rangking .
Jangan lupa klik VOTE dan like ❤ sebanyak banyaknya.
Terimakasih😙😙😙😙❤❤❤❤**
__ADS_1