Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kedatangan Reza di Negara F


__ADS_3

Luna meninggalkan Rumah Sakit tepat pukul 15.30 waktu setempat.Luna menghela nafas lega akhirnya bisa pulang kerumah dan kembali bersekolah.Kelas baru tahun ajaran baru.


Kedua kakak beradik ini naik ke Taxi yang baru saja dipesan Atta lewat aplikasi dari ponselnya.


Sesuai perintah Taxi melaju ke alamat yang dituju. Sesampainya didepan appartemen Atta menggandeng tangan Luna. Luna tampak berdiri mematung dan heran ada dimana ia sekarang."Dimana ini " gumam Luna.


" E...kak, kita mau kemana ? apa kakak sudah lupa alamat rumah kita?" tanya luna dengan nada kebingungan.


Atta tersenyum... " Ayo kita masuk degh..ohya ini rumah baru kita sekarang, kakak lupa kasih tahu kamu ". jawab Atta sambil melangkah menuju appartemen barunya diikuti luna dari belakang.


Luna masih celingukan kesana kemari...dan penasaran karena kakaknya tidak memberitahunya tentang kepindahan mereka.


Setibanya didepan pintu appartemen Atta memberitahu Luna kata sandi pintu rumahnya.Luna mangangguk mencoba mengingat passwordnya.


Dari dalam tampak interior yang minimalis namun terkesan berkelas. Meski tak selebar rumah mereka sebelumnya. Namun detail tiap rumah menggambarkan tentang kepribadian sipemilik kuat dan berkarakter.Hal itu makin membuat Luna takjub.


" Waaahhh.... bagus sekali kak ". teriak Luna kegirangan.


" Ini kamar kamu....itu kamar kakak ".


Atta menunjuk kamar yang dimaksud dengan telunjuk jarinya. Luna pun menganggukan kepalanya.


" Kak....kenapa kita tidak pulang kerumah ayah?" tanya Luna sedikit sedih.

__ADS_1


" Kakak hanya ingin menjauhkanmu dari mereka aja degh...karena ayah sudah tidak ada. Kakak takut terjadi sesuatu ". ujar Atta berusaha mengeles dari pertanyaan Luna.Karena Atta tahu watak adiknya itu ia


tidak akan berhenti bertanya sebelum mendapat jawaban yang memuaskannya.


" Istirahatlah...mandi sana gih udah waktunya sholat ashar loh... Kakak tunggu diruang sebelah ya kita sholat berjamaah". Atta pun berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan badannya ia mengguyur badannya dengan shower disana ia tumpahkan kekesalan dan kemarahannya.Berteriak dibawah gemericik suara air dari tower. Karena kebetulan kamar mandi yang terletak dikamar Atta itu kedap suara.


Sementara Luna juga segera mengguyur badannya. Beberapa saat pun ia sudah berpakaian kembali. Lalu keluar dari kamarnya menuju ruang sebelah yang dimaksud kakaknya untuk menunaikan sholat ashar.


Saat melaksanakan sholat tiba tiba ponsel Luna berbunyi.


Dert....dert...dert....


beberapa kali berbunyi namun sipemilik tidak mengangkatnya karena sedang beribadah.


" Ayo lah cinta please .... angkat, kamu dimana sih". Reza makin khawatir karena Luna beberapa kali tidak dapat dihubungi.


Sementara di appartement Atta seusai sholat Luna segera bergegas pergi menuju kamarnya. Karena sudah sejak tadi menunggu kabar dari kekasihnya.


Luna melihat layar ponselnya " *benar ini pasti kak Reza ". gumam Luna sambil tersenyum.Luna pun menghubungi Reza kembali.


" Hallo....assalamu' alaikum". sapa luna dengan lembut*. dan hal itu membuat hati Reza seketika mak jlebbb... mendadak tenang setelah mendengar suara orang terkasihnya.


" *Cinta... kemana aja sih ditelfon kok gak diangkat". suara Reza terdengar kesal namun tetap lembut.

__ADS_1


" Maaf kak... Luna baru saja sholat bareng kak Atta jadi gak bisa angkat panggilan kakak. Maaf ya kak udah buat kakak khawatir* ". jawab luna dengan lembut .


" Kakak sudah sampai?" tanya luna kembali.


" Iya kakak udah perjalanan kearah


rumah cinta ". Reza terdengar manja suaranya diseberang sana.


" Ohhhh.... ya udah kakak hati hati ya bye bye...kakak..." Luna menutup panggilan Reza.


" Siapa Za .... kayaknya anak mami udah punya pacar nih... hayo ngaku". ledek Mirna sambil mengerlingkan sebelah matanya pertanda meminta penjelasan pada putra keduanya itu.


Reza tersipu malu " Apa an sih mih". Lalu Reza menyandarkan kepalanya dipundak Mirna.Andrew melihat dari kaca mobil tingkah anak bungsunya itu tersenyum. Lalu tiga puluh menit kemudian mobil Andrew sudah memasuki halaman rumah mereka.


Ketiganya turun dari mobil. Memasuki rumah Andrew. Sementara Andrew melemparkan kunci mobil ke arah sopir pribadinya. Dengan gesit sopir itu menangkap kunci mobil majikannya. Lalu diparkirkan kembali kedalam garasi.


◇◇◇◇◇◇


**Hallo terimakasih banyak saya ucapkan kepada Readers semua yang telah dengan setia menunggu Update novel ini. Semoga karya kami bisa memenuhi kepuasan Readers.


Jangan lupa ya mohon dukungannya. Klik Vote Coment n Like ❤.


Terimakasih 😙😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2