
Keesokan paginya Luna tengah terlebih dulu bangun untuk melaksanakan sholat.Setelah selesai sholat subuh Luna menyiapkan pakaian untuk sang suami selama dua pekan.
Semua perlengkapan Steve telah tertata rapi dikopernya.Jam kini menunjukkan pukul enam pagi.Matahari mulai bersinar menyinari ruang kamar mereka.Membuat wajah Steve merasa hangat dan mengerjapkan matanya.
Mata Steve tertuju pada Luna yang tengah menutup kopernya.Steve berjalan memeluk Luna dari belakang.
" Sayang...aku akan sangat merindukanmu.Merindukan pelukanmu belaianmu". bisik Steve ditelinga Luna.
" Bie aku sebenarnya juga gak rela harus berjauhan sama kamu...tapi ini kan semua demi kebaikan kita nantinya ". ujar Luna membalikkan badannya menatap wajah sang suami.
Steve duduk disofa dan Luna berada diatas pangkuannya.Luna memeluk Steve menyandarkan kepalanya didada bidang sang Suami.
" Bie jangan nakal ya...jaga hati untuk Luna ". mata Luna tampak berkaca.
Steve mengangkat wajah Luna mengusap sudut mata Luna dengan jarinya dengan lembut.
" Sayang...jangan sedih donk, kalau kamu sedih bagaimana aku bisa pergi meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini.Andai saja kamu tidak sedang ujian aku pasti akan mengajakmu ".
Steve mengecup kening Luna dibalas ciuman lembut dipipi Steve oleh Luna.
__ADS_1
Pagi itu Steve tidak mengizinkan Luna untuk memasak sarapan pagi.Ia menghabiskan waktunya menemani sang istri menghabiskan waktu berdua.
*****
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi dua jam lagi pesawat Steve akan berangkat.Luna dan Steve telah selesai mandi bersama meski tidak bercinta.
Luna memasangkan kancing baju beserta dasi sang Suami.Steve melingkarkan tangannya ke leher Luna.Membuatnya puas menatap wajah imut sang istri.
" Bie jangan lupa kabarin luna kalau sudah sampai ya ". ucap Luna setelah selesai memasang dasi.
" Tentu honey...aku akan mengabarimu.Peluk donk beri aku kekuatan ". ucap Steve dengan manja memeluk erat tubuh Luna.Steve kembali mencium bibir Luna.Luna pun membalasnya dan beberapa menitpun ciuman itu segera mereka akhiri karena waktu sudah sangat mepet.
*****
Setibanya dibandara Steve menyeret kopernya sementara tangannya yang satunya merangkul pundak Luna.Mereka berjalan menuju ruang pengantar.
Luna memeluk erat tubuh Steve dan matanya kembali berkaca saat terdengar panggilan untuk para penumpang pesawat.
" Bie hati hati ya jangan lupa makan tepay waktu ". kali ini suara luna terdengar lirih dan tangisnya kembali terisak.
__ADS_1
Steve membelai rambut sang istri serta mengusap air mata Luna.Kemudian mengecup kening luna , luna pun mencium punggung tangan Steve.
Steve melangkah masuk kedalam melambaikan tangannya kepada Luna dengan berat hati ia harus meninggalkan istrinya dan tersenyum.
Luna menatap kepergian steve sampai punggung steve sama sekali tak terlihat.
*****
Luna kembali menuju area parkir.Kali ini ia sendiri yang mengendarai mobil suaminya.Hari itu Luna sengaja tidak masuk sekolah karena mengantar kepergian sang suami.
Perasaan Luna kembali sedih baru kali ini hatinya terasa berat saat harus berpisah dari suaminya.
Setiap hari perasaan Luna terhadap Steve semakin tumbuh benih cinta didalam hatinya untuk sang suami begitu besar.Kehidupan pernikahan yang awalnya karena terpaksa kini berubah menjadi sebuah kebahagiaan yang tak dapat diucapkan dengan kata kata.
Luna bahkan berharap secepatnya semoga Tuhan segera mengabulkan keinginannya untuk segera hamil.
◇◇◇◇◇◇
**Ayo Readers terus dukung Author agar semakin semangat berkarya.Tinggalkan jejak kalian dikolom komentar.Komentar terbaik kalian selalu kami tunggu.
__ADS_1
Jangan lupa Vote serta klik Like sebanyak mungkin.Terimakasih 😗😗😗😍😍😍❤**