
Jam menunjukkan pukul delapan pagi Atta bergegas pamitan pada Luna setelah drama melo meloan barusan.
Lika juga sudah berpamitan pulang. Begitupun Aida dan Adit. Kini semua sudah kembali dan melanjutkan aktifitas masing masing. Yang tersisa tinggallah Luna dan Reza.
" Kak Reza gak sarapan ?" tanya Luna menatap cemas ke arah Reza.
" Sarapan sana gih kak biar kak Reza gak sakit juga ". ucap Luna
" Luna mau gak temenin kakak sarapan pagi ?" tanya Reza sembari duduk berjongkok dihadapan luna.
Luna menganggukkan kepalanya. Reza tersenyum dan mengecup bibir Luna.
" Yuk... kita jalan jalan sekalian luna temenin kakak sarapan ". Reza pun mengambil kursi roda kemudian menuntun Luna dengan hati hati. Luna pun duduk dikursi roda.
Reza mendorong kursi roda luna berjalan mengitari koridor rumah sakit menuju kantin.
Reza berhenti disebuah meja yang kosong. Ia memanggil pelayan dan memesan nasi goreng beserta lemon tea hangat.
*******
Pelayan datang membawa makanannya ke meja Reza.
__ADS_1
Silahkan tuan ". ujar pelayan menata makanannya dimeja dan mempersilahkan Reza.
" Sayang kita makan berdua yuk." pinta Reza dengan manjanya dan menyipitkan sebelah matanya.
Luna tersenyum dan menggeleng. " Ini ditempat umum kak ". bisik Luna lirih yang tersipu malu.
Belum juga ada persiapan dari Luna , Reza pun mendaratkan suapan pertamanya ke mulut Luna. Kemudian kemulutnya begitu seterusnya sampai nasi goreng itu bersih tak tersisa.
Sesekali kedua insan ini tertawa dan saling menatap membuat orang yang melihatnya merasa iri. Begitu juga dengan Steve yang semenjak mengikuti Reza dan luna keluar dari ruangan kini berdiri disamping kaca depan kantin. Dengan hati tersayat luka dan terbakar cemburu.
Steve meneteskan air matanya." Begitu bahagianya dirimu ketika berada disamping Reza. Andai orang disampingmu itu aku ". gumam hati Steve tampak guratan kekecewaan yang mendalam diraut wajahnya.
Semakin ia mencintai Luna semakin dalam rasa sakit dan penolakan yang diterimanya.
Hubungan ini benar benar rumit dan sulit dipahami.Andai bisa memilih Steve lebih memilih untuk tidak jatuh cinta dari pada menderita sepwrti ini.
Cinta pertamanya kandas dan bahkan tak tersambut ibarat pepatah bertepuk sebelah tangan.
******
Eitsss.... jangan Baper dulu ya gaess masih ada episode yang lebih baper dan bikin mewek loh.
__ADS_1
Biar Author tambah semangat up nya bantu Vote dan like sebanyak banyaknya yuk πβ€β€β€.
******
Steve berjalan meninggalkan Luna dan Reza kembali kekantor . Seperti biasa buket bunga yang ia bawa ia jatuhkan ke lantai.
Langkah kakinya terlihat gontai. Entah berapa kali hatinya tersayat sembilu melihat beberapa kali adegan menyakitkan yang tak ingin ia lihat.
Sementara Reza dan Luna tengah berjalan berkeliling ditaman yang ada dirumah sakit. Reza berhenti disebuah kolam kecil yang ada ditaman. Luna tampak memberi makan pada ikan ikan itu.
Reza melingkarkan tangannya dileher belakang Luna sambil berbisik. " Sayang maafin kakak ya tidak bisa menemanimu sampai sembuh besok kakak harus kembali karena ada tugas kampus yang harus segera dikumpulkan . Setelah itu kakak ujian ".
Luna menoleh keatas menatap Reza. " Kakak balik aja. Luna gak papa kok lagian kak Reza udah ngejagain luna dengan sangat baik disini. Luna gak mau kuliah kakak terganggu hanya gara gara kakak ngejagain Luna. Lagian kaki luna sudah sembuh kok ". ujar Luna dengan lembut.
Reza mencium kening luna mesra dan memeluk luna dari belakang dengan erat.Seakan tak ingin lepas dan jauh dari Luna.
******
Tanpa terasa kedua insan ini bercanda ria dan bercengkrama di taman tertawa penuh bahagia. Hari sudah hampir siang Reza pun menggendong Luna ala bridal Style meninggalkan kursi rodanya ditaman.
βββββββ
__ADS_1
Vote dan likenya kami tunggu ya πππβ€β€β€ Terimakasih.