
Seusai mandi Steve bersama Luna bergegas menuju ruang makan yang berada dilantai bawah.Disana semua keluarga sudah menanti kedatangan sepasang pengantin baru ini.
" Pagi Mih...pih ". sapa Steve mencium pipi Andrew dan Mirna.
" Selamat pagi semuanya ". sapa Luna menunduk malu malu karena merasa canggung setiap kali kumpul bersama untuk makan bersama.
" Pagi juga sayang...gimana tidurnya nyenyak ?" tanya Mirna dengan senyumnya.
" Baik mih Alhamdulillah nyenyak ". jawab Luna.
Reza yang kini duduk tepat didepan Luna hanya tertunduk lesu.Seolah malas sekali untuk sarapan pagi itu, namun ia sangat menghargai orangtuanya maka dengan berat hati ia muncul didepan keluarga.
Sarapan pagi itu berjalan dengan hening tanpa suara hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.
Beberapa menit pun sarapan selesai.Tanpa sengaja saat Reza hendak minum ia menatap Luna. Hatinya terasa sakit saat matanya melihat tanda cinta yang ada dileher Luna.
Pandangannya berubah seketika seakan geram dan kesal sampai ia meninggalkan meja makan tanpa permisi.
Melihat putra bungsunya pergi dengan amarah Mirna pun menyusulnya kekamar Reza.Disana Reza terduduk dilantai dengan memegangi rambutnya dengan kedua tangannya.Air matanya mengalir tanpa bisa dibendung.Kondisinya sangat kacau saat ini. Bagaimanapun ia berusaha tegar namun hatinya tidak dapat membohonginya.
" Reza ". pekik Mirna menangis memeluknya.Mirna menangis tersedu sedu.
" Sayang... kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri seperti ini , jika kamu masih mencintainya seharusnya kamu berjuang mempertahankannya bukan membiarkannya pergi dengan pilihan yang sama sama sulit dan konyol seperti ini ". ucap Mirna disela tangisnya.
Tangis Reza makin pecah dalam dekapan sang mami. Semua kegalauan yang selama ini ia pendam kini ia luapkan.
" Mami tolong Reza mih... hati Reza sakit sekali bawa Reza pergi dari sini mih ". ucap Reza dalam tangisnya memohon pada Mirna.
" Iya sayang mami ngerti... mami akan bawa Reza pergi jauh dari sini.Kita akan pergi jauh sayang mami janji akan bawa Reza ". ucap Mirna meyakinkan hati anak bungsunya.
Mirna beranjak berdiri menuntun Reza untuk berbaring diranjang.Mirna meraih telefon yang ada dilaci di dalam kamar hotel itu menghubungi Melani asistan pribadinya.
" Hallo Mel... pesankan dua tiket penerbangan ke negara R sekarang juga.Serta hubungi penjaga Villa disana untuk menyuruh pembantu membersihkan Villa itu siapkan dua kamar. Terimakasih ".
__ADS_1
Setelah menghubungi Melani Mirna menghubungi suaminya karena bagaimanapun juga Andrew harus tahu kepergiaannya.
Dert...dert...dert...
Suara ponsel Andrew berbunyi. Andrew mengambil ponsel dari sakunya dan mengangkatnya.
" Ya Hallo...".
Andrew beranjak berdiri dan menjauh dari ruang makan saat mendengar suara yang menelfonnya adalah istrinya Mirna.
" *Iya mih ada apa kenapa mami menghubungi papi pakai telefon kamar hotel ".
" Pih mami harus pergi sekarang juga untuk menenangkan putra kita.Mami akan pergi ke negara R dan tinggal divilla kita disana pih* ".
Ucap Mirna menjelaskan secara detail pada Andrew. Dan Mirna meminta Andrew untuk sedikit berbohong kepada Steve agar tak semakin timbul kecurigaan dan kesalah pahaman.
Andrew kembali keruang makan.Ia berbicara pada Steve.
" *Tapi pih... Sebaiknya Steve kembali saja besok karena perusahaan pasti membutuhkan Steve pih ,tidak mungkin Steve meninggalkan perusahaan lama lama".
" Sudah jangan pikirkan perusahaan semuanya baik baik saja papi selalu memantaunya dari sini.Ohya nak Atta maaf nanti sopir yang akan mengantarkanmu ke bandara* ". ujar Andrew kembali.
" Pak Yunus... terimakasih banyak atas pertolongan anda. Saya juga sudah menyiapkan tiket kepulangan anda bersama nak Atta. Mohon maaf apabila ada perlakuan kami yang kurang berkenan dihati anda."
Selesai sarapan Atta bergegas kekamar mengambil kopernya.Sementara Luna dan Steve mengikuti langkah Atta menuju kamarnya.
" Kakak yakin mau ninggalin Luna disini kak?". tanya Luna cemberut
" Kalau kakak kelamaan disini kasihan Nayra kan sendirian urus kantor".
Luna mendekat memeluk Atta dari belakang dengan manja.
" Kak Luna ikut kakak pulang ya. Jangan tinggalin Luna disini ".
__ADS_1
Steve menyatukan kedua alisnya melihat istrinya bermanja pada kakaknya.
Atta berbalik dan menatap Luna. Atta menjitak kepala Luna.
" Auw...sakit tahu kak ". gerutu Luna kesal.
" Gadis bodoh bukannya kamu sudah tidak membutuhkan kakakmu lagi untuk apa merengek disini , sana buruan bersiap bukannya kalian juga akan pergi sebentar lagi ". Luna tetap memeluk pinggang Atta erat.Enggan melepaskan kakaknya.
" Kak... kalau kakak pergi bagaimana kalau nanti kak Steve ngapa ngapain Luna dan menerkam Luna abislah Luna nanti kak". bisik Luna ditelinga Atta.
Atta tertawa terbahak bahak mendengar ucapan adiknya.
" Steve bawalah istrimu yang bodoh ini kekamar kalian. Aku harus pergi sekarang. Kalian bersiaplah. Jaga diri baik baik jangan lupa buatkan keponakan yang lucu untukku ".
ucap Atta menggoda adiknya.
" Kakak....". teriak Luna yang masih memeluk Atta.
Atta menjewer telinga Luna. Kemudian menuntun Luna kearah Steve.
" Sana bawa dia sebelum kamar ini makin berisik ". ujar Atta
" Kak Atta jahat kak Atta sudah gak sayang lagi sama Luna ". rengek Luna dengan manjanya.
Lalu Steve pun membawa istrinya kembali kekamar sebelum istrinya melakukan kekonyolan.
******
Atta dan Yunus kini berada dalam satu mobil.Keduanya menuju bandara untuk kembali ke rumah masing masing.
◇◇◇◇◇◇
Jangan Lupa ya kak klik Vote dan like ❤ sebanyak banyaknya.Terimakasih 😙😙😙❤❤❤.
__ADS_1