
Hari demi hari telah Luna lalui. Sedikit demi sedikit ia sudah melupakan kekecewaannya karena tidak bisa bersekolah di sekolah Vafourite. Ia mulai beradaptasi dan sedikit membuka diri berbaur dengan teman temannya.
Tak terasa waktuberjalan cepat kini Luna sudah memasuki ujian akhir semester. Sebentar Lagi Luna akan naik ke kelas XI.
Meski berkali kali Reza mencoba mendekati dan menyatakan perasaannya namun Luna tak membalasnya.Yang ada difikirannya adalah bagaimana ia bisa mengharumkan nama sekolah dan bagaimana bisa kembali lulus dengan nilai terbaik.
Disisi lain Reza tak putus asa ia yakin suatu saat entah kapan gadis jutek itu akan membalas cintanya.
Reza sudah dinyatakan lulus dan kini tinggal menunggu hasil pengumuman dari fakultas yang ia daftar dinegara L. Reza berencana untuk kuliah keluar negeri pasalnya orangtua Reza kini sudah menetap diluar negeri enam bulan yang lalu. Sedangkan Reza masih menunggu Ijazahnya keluar barulah ia berangkat keluar negeri menyusul orangtuanya.Reza hanya akan kesekolah sesekali saja jika ia merindukan gadis juteknya itu.
Di tempat lain Luna sangat merindukan kakaknya karena akhir akhir ini mereka berdua jarang berkomunikasi karena kesibukan masing masing.Sementara Atta benar benar fokus pada kuliahnya agar bisa lulus tepat waktu sesuai harapan ayahnya.
Hari ini penerimaan Raport akhir semester. Luna tampak gugup dengan hasil ujiannya , ia takut mengecewakan ayah dan juga kakaknya. Ia terlihat mondar mandir di halaman sekolah melihat lihat kenapa ayahnya belum juga hadir untuk mengambil raportnya.
" Nungguin siapa Lun ?" Ferdi berjalan mendekati Luna.
" Ehmm... aku sedang nunggu ayahku kak, udah jam segini kok belum datang ya, Ayah bukanlah orang yang suka membuang buang waktu kenapa terlambat".
Luna mulai resah. Dirogoh ponsel dalam sakunya menghubungi ayahnya, namun berkali kali gagal.
Ferdi berlalu pergi setelah pamit untuk pulang lebih dulu karena ada urusan.
Sementara Atta di tempat lain juga tak bisa konsentrasi akan kelas yang ia ikuti .Entah kenapa hati Atta seperti mendapat firasat tidak nyaman. Atta pamit keluar kelas pada dosennya bergegas mengambil ponsel disaku celananya.Ia menghubingi Luna adiknya...Karena Atta sangat khawatir sesuatu hal buruk menimpa adiknya.
Dert....dert...dert....
( Ponsel Luna berbunyi )
Sesaat setelah melihat layar ponselnya siapa yang menghubunginya Luna lalu menjawabnya.
" Assalamu'alaikum...kak,,kenapa kak ?" tanya Luna yang masih kebingungan dan panik.
__ADS_1
Diujung seberang Atta bertanya " *Kamu baik baik saja kan degh. Gak ada sesuatu yang terjadi padamu kan?"
" Aku baik baik saja kak...kakak sendiri gimana lama kakak gak menghubungi Luna".
" Maafkan kakak sayang...kakak sibuk sekali ".
" Kak...."
" Ada apa degh*?"
Luna mulai terdengar sedih suaranya.
" *Kak...hari ini aku penerimaan Raport akhir semester. Semalam ayah udah janji akan datang , tapi semua kelas sudah bubar dan sampai saat ini ayah belum datang aku telfon juga gak bisa terhubung kak. Aku khawatir sesuatu terjadi sama ayah kak ".
" Hiks hiks hiks hiks......"
Tangis luna pecah.
" Luna...kamu jangan khawatir ayah pasti baik baik saja. Biar kakak coba telfon asistent ayah Om Seno . ujar Atta mencoba menenangkan Luna.
Sekolah sudah tampak sepi. Hanya tersisa Luna disana. Luna bergegas pulang kerumah tak menghiarukan akan Raportnya .
Atta sedang mencoba menghubungi Seno Asistent ayahnya.
Dert..dert...dert.....
( Hp Seno berbunyi )
" Ya Halo mas Atta ada apa ya tumben menghubungi saya?" tanya Seno Ramah.
Atta langsung to the point .
__ADS_1
" *Om maaf Atta mengganggu waktu om. Om tahu gak ayah pergi kemana ?? sejak tadi ponsel ayah tidak bisa dihubungi om. "
" Bukannya tadi Pak Sumarto berpamitan pada om titip untuk handle rapat ke om. Katanya beliau mau ambil Raport non Lunaya mas".
" Tapi disekolah Luna saat ini sudah tidak ada orang Om. Dan Ayah belum juga datang*".
jawab Atta tampak khawatir.
" Baiklah akan Om coba hubungi beliau"
Lalu percakapan mereka pun berakhir. Seno mencoba menghubungi ponsel Sumarto berkali kali tapi sama saja tetap tidak ada jawaban dari si pemilik ponsel.
Saat Luna mengendarai motor maticnya diujung jalan yang tak jauh dari sekolahnya macet terlihat beberapa orang sedang berkerumun melihat kejadian beberapa saat yang lalu.
Luna melajukan motornya pelan berusaha melihat lebih dekat kenapa terjadi kemacetan dan kenapa orang orang berkerumun.
Ia turun dari motornya masih dengan helm dikepalanya. Disana Luna tampak kaget tak percaya.
?????????
**◇◇◇◇◇◇◇
Hai reader lovers.... makin penasaran dengan kelanjutannya kan???. Jujur untuk episode kali ini Author bingung sekali ,,karena berkali kali mencoba menulis namun ceritanya terasa kurang ngeh dihati Author. Hingga terciptalah episode kali ini.
Jangan lupa dukungannya ya Novel ini sedang Contest...mohon keikhlasan reader lovers untuk memberikan Vote dan ❤.
Terimakasih..... 😗😗😗😗😗**
__ADS_1