
Keesokan paginya Aida dan Adit tengah bersiap siap mengunjungi Lunaya. Ya semenjak kehamilannya diluar nikah itu telah sedikit banyak membawa perubahan baik pada Aida. Aida yang dulunya selalu merasa iri bahkan sering membuat nangis Lunaya sekarang benar benar sudah berubah lebih baik. Tak lupa Aida juga mengabari Lika mamanya perihal luna dirawat di rumah sakit.
Di kediaman Lika pagi itu Sita dan puput tengah menikmati sarapannya.
" Sayang cepat habisin sarapannya. Kalian berangkat sama mama saja soalnya mama sekalian mau jengukin kak luna dirumah sakit ". ujar Lika.
" Loh... emangnya kak luna sakit apa ma ?. tanya Sita dan puput bersamaan. '"Terus tumben mama mau jengukin kak luna biasanya kan mama benci banget sama kak luna."
" Huszzh anak kecil jangan kebanyakan nanya buruan gih habisin sarapannya.Sebelum jalanan mulai macet ". ujar Lika yang tengah menghabiskan makanannya.
Ketiga wanita ini sudah memasuki mobil Lika pemberian Haris suami baru Lika. Lika mengemudikan mobilnya dan berjalan menyusuri jalanan kota yang masih tampak sepi dari lalu lalang kendaraan.
Lima belas menit berlalu mobil Lika tiba didepan gerbang sekolah Sita dan Puput. Kedua anaknya itu pun mencium tangan dan pipi Lika.
" Ma salam ya buat kak Luna... besok sepulang sekolah kami akan menjenguk kak Luna ". ujar kedua putrinya sambil tersenyum dan melambaikan tangan meninggalkan Lika.
*****
Mobil Lika tiba dirumah sakit. Lika memarkirkan mobilnya. Tampak dari belakang Lika , sebuah mobil berwarna silver pemberian Atta memasuki area parkir rumah sakit.
Adit mematikan mesin mobilnya berjalan keluar membukakan pintu untuk Aida. Sementara Lika sudah berdiri menunggu Aida dan Adit.
Aida menghampiri Lika. " Ma apa kabar... ". sapa Aida memeluk erat mamanya melepaskan kerinduan karena kini Aida sudah tak tinggal bersama Lika lagi.
__ADS_1
" Mama baik...". jawab Lika .Adit mencium tangan Lika.
" Pagi ma ". sapa Adit.
Ketiganya bergegas berjalan menyusuri koridor rumah sakit . Adit bertanya pada Satpam letak ruangan VVIP DAHLIA .
Setelah mendapat informasi dari satpam mereka pun menuju ruangan Luna.
*****
Tok tok tok
( Lika mengetuk pintu ruangan Luna )
" Loh ini Reza kan anaknya jeng Mirna ". sapa Lika.
Reza menciun tangan Lika. Dan tak lupa pula bersalaman dengan Aida dan Adit.
" Iya tan saya Reza anaknya mami Mirna ". jawab Reza.
" Silahkan masuk tan...". Reza mempersilahkan mereka semua duduk disofa.
" Loh Luna nya mana Za kok tante gak melihatnya ?" tanya Lika sambil celingukan mencari Luna.
__ADS_1
" Owh... maaf Luna nya masih dikamar mandi tan sama perawat. Hari ini dokter menyuruhnya untuk latihan menggerakkan kakinya ". jawab Reza dengan sopan
Ceklek.... pintu kamar mandi terbuka. Tampak Luna tengah tertatih diiringi perawat keluar dari kamar mandi.
" Loh.. kenapa kalian bisa sampai disini. ". Luna berjalan menuju ranjangnya yang dibantu perawat tapi Lika memintanya pergi karena Lika yang membantunya duduk diranjangnya.
Melihat kebaikan Lika pagi itu membuat hati Luna tersentuh dan merindukan sosok seorang ibu yang tak pernah ia dapatkan semenjak kecil.Tanpa terasa tampak butiran kristal bening berkumpul disudut pelupuk mata Luna hendak menetes.
" Makasih ma... " ucap Luna yang sontak membuat Lika memeluknya erat. Ya Lika telah menyadari kesalahannya yang dulu pernah ia lakukan pada Luna beberapa waktu ini. Hingga Tuhan menghukumnya dengan musibah kehamilan Aida.Selama ini Luna tak pernah memanggilnya dengan sebutan mama setulus ini.Hal itu membuat hati Lika tersentuh.
" Maafin mama sayang... Terimakasih Luna sudah mau memanggil mama dengan sebutan mama ". Lika membelai rambut indah Luna keduanya menangis terharu tak lupa Aida pun ikut memeluk mereka dan menangis haru.
Sementara dibalik pintu Atta telah berdiri beberapa menit yang lalu menyaksikan drama terindah dalam hidupnya yang tak pernah ia jumpai sebelumnya.Membuat Atta juga menitikan air mata.
Tak sia sia Atta telah bekerja keras menjadi pengganti ayahnya selama ini , kini ia telah berhasil mempersatukan dan mendamaikan hubungan yang selama ini pecah karena kedengkian Lika dan Aida .
" Hebat kamu Lun... kamu telah berhasil membuka hatimu dan memaafkan orang yang pernah banyak berbuat salah padamu. Semoga luka yang kau pendam selama ini telah sembuh dari persembunyiannya sayang ". gumam hati Atta merasa bangga pada adik jutek kesayangannya.
Reza dan Adit hanya terdiam dan terharu menyaksikan drama indah dipagi itu seolah menjadi penonton terbaik.Sedangkan Atta pun telah memasuki ruangan itu.
Kini semuanya telah berkumpul dan tampak bahagia.
◇◇◇◇◇
__ADS_1
Jangan lupa Vote dan Like sebanyak banyaknya ya kakak . Terimakasih 😙😙😙❤❤❤