
Ujian telah berlalu jadi murid lebih sering pulang pagi sambil menunggu hasil pengumuman kelulusan.
Luna memeriksa kamarnya dan mencari cari baju pemberian sahabatnya Delya , ....
Ulasan pemberian baju Delya pada Luna...
Setelah Ujian berakhir Delya mengajak Luna ke mall Delya yang tahu sahabatnya itu selalu dianak tirikan oleh ibu tirinya sengaja membelikan Luna baju karena dia sudah banyak ditolong Luna dalam mengerjakan soal yang ia tak tahu.
Bagi Delya yang terbilang anak pejabat kaya membelikan Luna baju sangatlah sepele . Dan merupakan hal yang mudah . Bahkan Delya pun sering membantu Luna membayar uang sekolah yang kerap kali telat karena ibu tiri Luna tidak mau tahu urusan biaya sekolah Luna. Meski ayah Luna terbilang mampu namun karena sibuk sering mengabaikan Luna ditambah beliau takut kepada istrinya dimana semua urusan keuangan rumah di handle ibu tiri Luna.
*****
Puas mencari baju pemberian Delya tak kunjung ketemu Luna bertanya pada adik sulungnya Aida karena ukuran badan mereka sama.
"Eh...Adik Aida tahu gak baju kakak yang masih baru yang kakak taruh dilemari kakak?"
"Emang kamu punya baju baru darimana " Jawab Aida ketus karena iri. Ya memang baju itu diambil Aida tapi belum dipakai rencana mau dipake sore ini untuk jalan jalan dengan temannya tanpa sepengetahuan Luna.
" Kakak dibelikan teman degh..." Sahut Aida.
"Kamu beneran gak tahu degh?" tanya Luna kembali.
"Hehhh kamu nuduh aku ambil baju murahan"
kata Aida dengan nada tinggi dimana ibu tiri Luna mendengar perkataan Aida.
__ADS_1
"Aida sayang.... kenapa nak?" tanya ibunya.
Dengan pura pura terdzolimi Aida bersandiwara menitikan air mata.
" Ma... Anak kampung ini nuduh Aida ambil bajunya " tukas Aida sembari memeluk mamanya.
Plak.... tanpa Luna sadari sebuah tamparan menghampiri pipi mulusnya.
" Dasar anak tidak tahu diri... kamu ini numpang disini berani beraninya nuduh anak kesayanganku mencuri "
" Aku cuma bertanya bukan menuduhnya " sahut Luna dengan mata berkaca karena merasakan sakit pada wajahnya.
" Ayo sayang " ajak ibu tiri Luna pada Aida adik sulungnya itu pergi memasuki kamar Aida.
*****
" Kenapa tak ada yang menyayangi Luna " pekik Luna disela isak tangisnya.
Puas menangis hingga membuat Luna tertidur. Tiba waktunya Sholat Ashar Luna terjaga ia ada janji ketemuan di cafe dekat taman kota dengan Delya.
Seusai mandi dan Sholat Ashar Luna berganti pakaian Celana jeans dipadukan kaos oblong putih. Membuat Luna makin tomboi dan juteknya ditambah rambutnya dimasukkan kebelakang topi kesayangannya.
*****
" Hai Delll udah lama kamu nunggunya?"... sapa Luna sambil mencium pipi sahabatnya itu.
__ADS_1
" Enggak kok Lun baru aja sampai... ehhh mata kamu kenapa sayang?? apa jangan jangan mak lampir menyiksamu lagi?" Tanya Delya tanpa titik koma seakan butuh penjelasan mengenai mata sembab sahabatnya itu.
" Biasa lah Delll begitulah nasib anak tiri " jawab Luna Sambil duduk berhadapan dengan sahabatnya itu.
" Ehh... kamu mau pesan apa Lun?" tanya Delya.
" Aku ngikut kamu aja deh " balas Luna sambil pandangannya fokus tertuju pada ujung meja Cafe.
Disana tampak Aida sedang bercanda ria dengan sahabatnya. Lama Luna memperhatikannya ia menyadari baju yang dikenakan Aida adalah baju barunya pemberian Delya sahabatnya itu.
Luna tampak kesal dan sedih namun ia tak bisa berbuat apa apa. Yang ada anak manja itu akan mengadu dan memfitnah Luna pada ibu tirinya.
Meski Luna memiliki kakak kandung namun kakaknya juga sering keluar dan menginap kerumah temannya karena dirumah hanya kakaknya anak laki laki satu satunya dari lima bersaudara. Itu yang membuatnya bosan dirumah ditambah lagi sikap ibu tirinya pada adiknya Luna yang mengesalkan. Meski kak Atta membelapun ayahnya tak akan percaya karena ayah Luna lebih percaya pada istri dan adik adiknya.
*****
Pesanan pun tiba segera Luna mengesap minumannya Coffelate yang dipesankan Delya..... Puas Luna menemani sahabatnya itu jam sudah menunjukan pukul 17.15 waktu setempat.
" Dell... pulang yuk" ajak Luna pada sahabatnya itu.
" Okey " sahut Delya
Keduanya pun pergi meninggalkan Coffe itu.
*****
__ADS_1