
Luna mengangguk menuruti kata kakaknya. Ia kembali kekamarnya dengan rasa penasaran dan kaget akan tangisan ibu tirinya.
" Maafkan mama sudah mengganggu istirahat kalian ". ucap Lika.
" Apakah itu anak Seno ?" tanya Atta menyelidik dengan tatapan nanar .
" Mama tidak tahu...karena mama sudah putus dari Seno dua bulan yang lalu . Setelah itu mama dekat dengan seorang pria dia pengusaha garment. Teman ayahmu dia menikahi mama siri karena tidak mempunyai keturunan dengan istrinya. Mama terpaksa menerima jadi istri simpanan.".
Atta menggedor meja makan dengan tangannya dan itu membuat pecah meja makan dihadapannya darah segar mengucur ditangannya. Ia tak menghiraukan lukanya. Sementara Lika tampak ketakutan dengan kemarahan Atta.
" Kenapa semua ini kamu lakukan ". teriak Atta. " Kenapa ayah dulu menikahi wanita sepertimu . Pergilah ".
Atta menuding ke arah Lika menyuruhnya untuk segera pergi dari hadapannya.
Lika yang ketakutan akan kemarahan Atta segera berlari keluar.Meninggalkan rumah Atta.
Didalam kamar Luna tampak gelisah tak bisa memejamkan matanya kembali. Dilihatnya jam dinding dikamar menunjukkan pukul 04. 20 Suara adzan Subuh berkumandang. Luna memberanikan diri keluar menghampiri kakaknya untuk sholat berjama'ah.
Dilihatnya sang kakak terluka ditangannya. Ia segera berlari menuju kotak P3K yang letaknya tak jauh dari meja makan.
Luna menitikan air matanya sambil terus bertanya tanya dalam hatinya. Ada hal apa sampai kakaknya seperti ini.
Luna meraih tangan Atta memcoba membersihkan lukanya. Setelah bersih Luna membalutnya dengan kasa steril.
" Kakak kenapa bisa seperti ini? Kenapa kakak melukai diri kakak sendiri ". ucap Luna sambil megusap gelinangan air mata yang kini jatuh dipipinya.
__ADS_1
Atta diam tak menjawab pertanyaan Luna. Karena ia sendiri tak tahu kenapa bisa seperti ini. Begitu berat beban yang harus ia pikul.
Atta menghirup nafas dalam dalam dan menarik tangannya yang telah selesai dibalut Luna.
" Terimakasih... Aida sekarang lagi hamil dengan pacarnya dan mama juga tengah hamil anak dari pernikahan sirinya dengan pengusaha garment ". ucap Atta terdengar berat namun tampak kekecewaan dimatanya.
Luna menutup mulutnya dengan tangannya. Ia kaget tak percaya akan berita yang kakaknya sampaikan barusan.
Kali ini mereka melaksanakan sholat subuh masing masing. Setelah sholat subuh Luna pergi kedapur untuk memasak sarapan.
*******
Atta kini sudah siap dimeja makan. Luna yang baru turun dari kamarnya dengan seragam sekolahnya menghampiri Atta . Luna mengambilkan sarapan untuk kakaknya.
Karena tangan kanan Atta sedang terluka maka Luna menyuapi kakaknya dengan lembut. Selesai menyuapi kakaknya Luna melanjutkan sarapan.
" Kakak sudah menelfon pak Edi. Sebentar lagi beliau datang ". ucap Atta singkat.
" Kalau begitu aku berangkat sekolah dulu ya kak udah siang takut telat ". ucap Luna sambil mencium tangan kakaknya yang terluka.
*****
Sebelum sampai garasi Luna mengambil ponsel disakunya. Ia mengirimkan sebuah pesan pada Nayra.
Luna
__ADS_1
" Kak Nayra tolong Luna titip kak Atta hari ini "
Luna lalu bergegas menuju garasi manaiki motor kesayangannya.Menuju sekolah.
Pak Edi sudah tiba didepan apartemen. Atta keluar menuju garasi menemui supirnya itu dan memberikan kunci mobilnya.
Sesaat pun Atta bersama Pak Edi malaju memecah kemacetan jalan dengan pandangan fokus kedepan tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya.
******
Nayra telah tiba dikantor ia duduk dimejanya . Ia lihat pesan diponselnya. " Luna ".
Nayra menyatukan kedua alisnya sambil membuka pesan Luna.Nayra terkejut apa maksud luna gumamnya.
Atta tampak berjalan menuju ruangannya melewati meja Nayra. Pandangan Nayra terhenti ditangan kanan Atta.
" Apa ini maksud Luna ".
Nayra bergegas berlari menuju ruangan Atta.
◇◇◇◇◇
Terimakasih banyak atas dukungannya mohon kesediaannya untuk klik Vote .
Jangan lupa komentar terbaiknya kami tunggu.
__ADS_1
Like ❤nya kami tunggu ya kakak.
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤