
Sepulang dari Cafe Luna segera menunaikan Sholat Maghrib. Jam makan malam pun telah tiba Luna bergegas kedapur membantu ibu tirinya menyiapkan makan malam sebelum didamprat nenek lampir itu.
Didapur Luna tak bersuara begitupun ibu tirinya. Lama setelah siap semua berkumpul untuk makan malam. Luna duduk menyantap makanannya tiba tiba suara Aida terdengar.
" Assalamu'alaikum.... Ma aku pulang " Aida mencium tangan ayah dan Mamanya sembari berjalan kekamar menaruh tasnya.
Aida duduk dekat mamanya. Luna terus memandangi Aida sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Selesai makan Aida yang sedari tadi risih dengan pandangan tajam Luna pun bersuara.
" Apa apaan kamu Lun segitunya melototin aku... kamu ngiri ya sama baju baruku " Tutur Aida dengan sombongnya sembari bergaya didepan Luna memamerkan baju baru yang memang bener itu baju Luna pemberian sahabatnya yang belum pernah ia kenakan.
" Degh... itu kan baju kakak kok kamu makek gak bilang sih..." Ucap Luna dengan kekesalan .
" Apaan sih... ehhh Lun kalo ngomong jangan asal donk, ini tuh baju dibeliin mama ngaco aja " Sahut Aida dengan pura pura sewot.
__ADS_1
Luna mendekat ke Aida dan melihat baju yang dikenakan Adik sulungnya itu disana tertera merk baju itu dan itu membuat Luna yakin bahwa baju yang dipakai Ida adalah baju barunya.
Dengan geram Aida mendorong Luna hingga terjatuh. Adik luna Sita dan Puput tak berani meolongnya karena mereka tahu tabiat kakak sulungnya itu sangat temprament dan licik. Mereka hanya terdiam melihat Luna terjatuh lalu meninggalkan ruang makan.Disisi lain Atta geram dengan Aida namun tak bisa menolong adiknya karena ada mak lampir alias ibu tirinya yang terus menatapnya tajam.
Atta segera bergegas keluar rumah menuju rumah temannya yang terletak tak jauh dari rumah ayahnya.
Mendengar pertengkaran itu ayah Luna yang sudah berada di ruang keluarga pun mendekat. Namun sebelum ayahnya tiba diruang makan Aida pura pura terjatuh setelah Luna terjaga .
" Aida kenapa kamu sayang?" tanya ayahnya heran yang melihat Aida terjatuh dan Luna sebagai kakak malah cuma melihatnya .
Aida menangis tersedu seolah Lunalah yang telah mendorongnya hingga jatuh.
" Iya mas... itu aku yang belikan Aida ehhh... gak tahu kenapa anak ini menuduh Aida mencuri bajunya " Sahut mama Aida sambil bersandiwara dan mengompori suaminya.
Plak....Plakk...
__ADS_1
Tamparan yang sangat keras mendarat dipipi mulus Lunaya dua kali.
" Kamu sebagai kaka seharusnya memberi contoh yang baik pada adikmu bukan malah membuat keributan yang gak jelas seperti ini " Ucap ayah Luna dengan keras dan amarah .
" Tapi.. ayah itu benar baju Luna,, Luna ingat betul merk baju itu " jawab Lunaya sembari menangis dan memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan ayahnya.
Karena terus membantah perkataan ayahnya . Luna diikat disebuah kamar kosong dibelakang rumahnya,, kedua tangannya diikat keatas.
Luna terus berteriak " ayah jahat ... ayah gak adil... ayah telah dibodohi wanita itu dan anak kesayangannya itu" dengan suara parau karena isak tangisnya.
Ayah Luna seperti orang kesurupan terus memukuli Luna dengan rotan sambil berkata " Ayah kecewa sama kamu Luna ,, dia itu ibumu istri ayah harusnya kamu menghormatinya bukan menghinanya " .
Puas melampiaskan amarahnya pada Luna ayahnya bergegas pergi meninggalkan Luna yang masih terikat tangannya.
Luna lemas tak berdaya menahat rasa sakit akibat pukulan rotan ayahnya ditambah sakit hati ayahnya lebih percaya istrinya dan adik sulungnya ketimbang dirinya.
__ADS_1
Luna tak sadarkan diri dalam keadaan kedua tangannya masih terikat keatas pintu. Sementara jam menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat kakak Luna yang berencana menginap dirumah temannya pun diurungkan karena perasaannya tidak enak dan kepikiran adiknya Luna.
******