
Atta Nayra dan Reza tengah bercanda ria di ruang kamar Luna. Hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat.
" Sayang sudah larut sebaiknya aku antar kamu pulang ya ." seru Atta lembut pada Nayra.
Nayra pun mengangguk dan tersenyum ." Lun kakak pamit dulu ya sampai ketemu besok " ucap Nayra memeluk Luna.
" Hati hati kak Nay . Kak Atta tolong bawa mobilnya pelan pelan awas kalau sampai kakak iparku kenapa napa ". canda Luna meledek Atta.
Reza yang sedang duduk disamping Luna pun ikut menggoda Atta.
" Sayang... sepertinya kita berempat nanti nikahnya bakalan bareng ". ujar Reza menyunggingkan senyumnya.
" Awas kalian ya..." ujar Atta hendak menjitak Reza namun Reza keburu bersembunyi dibalik punggung Luna.
" Bro... besok pagi gua harus balik ada tugas di kampus yang harus segera dikumpulkan , karena sebentar lahi gua ujian. Dan gua bakal balik kesini sepuluh hari lagi saat Luna kenaikan kelas nanti. Mami sama papi juga datang sekaligus meresmikan pertunangan kita ". ujar Reza
Mendengar ucapan Reza Atta merasa lega pasalnya ia terpaksa tidak jujur pada Reza perihal kakaknya Steve.Dan itu membuatnya sedikit merasa bersalah.
" Woww... loe tuh ya patut gua acungin jempol usaha loe. Sesuai janji gua ke loe , gua bakal serahin adik gua ke loe saat waktunya tiba nanti".
Sesaat pun Atta meninggalkan ruangan Luna berjalan menuju parkiran mengantarkan Nayra kembali kerumah.
*******
Sesampainya mengantar Nayra pulang Atta segera kembali kerumah sakit malam ini dia yang akan menjaga Luna karena Reza besok pagi harus kembali terbang ke negaranya.
Atta tiba dirumah sakit setelah memarkirkan mobilnya , berjalan menuju kamar luna.Namun langkahnya terhenti saat melihat sesosok lelaki berpawakan tinggi putih dan tampan yang tak lain adalah Steve.
Steve terduduk lesu dengan tatapan kosong dengan membawa seikat buket bunga. Dan raut wajah yang kacau.
Melihat Steve dalam kondisi seperti itu membuat hati Atta tergerak. Bagaimanapun Steve orang yang baik hanya cintanya yang datang tidak tepat.
Atta berjalan mendekat ke arah Steve. Atta menepuk pundak Steve. Membuat Steve terkaget sejenak.
__ADS_1
" Kenapa tidak masuk saja , bukankah kedatanganmu kesini untuk menjenguknya". ujar Atta yang telah ikut duduk disamping Steve.
" Tidak perlu...melihatnya dari jauh saja sudah cukup ". ucap Steve terdengar sayu.
Atta menghirup nafas panjang dan menghempaskannya. Huhft....
" Tunggulah disini sebentar lagi Reza akan pulang , setelah Reza pulang masuklah untuk bertemu dengannya.Bagaimanqpun juga loe pasti sangat merindukannya.
Steve memeluk erat Atta ( pelukan antar laki laki ya maksudnya π). Hatinya yang sedang galau seakan butuh pelampiasan untuk melepas amarahnya.Tampak air mata Steve menetes disudut mata indahnya membasahi wajah tampannya.
" Menangislah jika itu membuatmu tenang. Tapi maaf aku hanya bisa membantumu sampai disini". ujar Atta berusaha menenangkan hati Steve dan menepuk nepuk punggung Steve.
Meskipun Steve seorang Presdir namun hatinya sangat lembut. Kakak beradik ini memang terdidik untuk bersikap lembut satu sama lain apalagi terhadap rekan dan karyawannya.
Atta meninggalkan Steve dan kembali kekamar Luna.
" Eh Za...udah malem pulanglah dan beristirahatlah supaya besok tidak ketinggalan pesawat ". ujar Atta.
" Sayang aku pulang dulu ya...besok aku harus ikut penerbangan pagi jadi maaf tidak bisa mengantar kepulanganmu besok."
Reza mengusap lembut air mata Luna. Dan mengangkat wajah Luna.
" Gak boleh sedih sayang...sepuluh hari lagi kakak akan kembali menepati janji kita ". ucapnya.
Luna tersenyum ketir kemudian menatap
Reza dalam dalam.
" Kak Reza hati hati ya ". Luna pun mengecup bibir Reza lembut.
Sementara Atta hanya bisa jadi penonton setia drama itu.Hatinya masih sedikit khawatir tentang Steve yang begitu terpuruk saat ini.
Reza pun akhirnya pergi meninggalkan Luna. Ia melambaikan tangannya. Atta yang bilang akan mengantarnya pun mengantar Reza sampai parkiran.Karena Atta sengaja ingin memberi waktu untuk Steve bertemu adiknya
__ADS_1
Melihat Atta dan Reza meninggalkan kamar Luna. Steve segera beranjak pergi menemui Luna dengan seikat bunga ditangannya.
Tok tok tok....
" Masuk ". sahut Luna dari dalam.
Steve membuka pintu dan menutupnya kembali. Luna kaget melihat kedatangan Steve hatinya kembali dihadapkan pada pilihan yang sulit. Mulutnya terdiam seribu bahasa saat Steve berjalan mendekati arah ranjang. Steve meletakkan bunganya dimeja.
Ia duduk dikursi depan kasur Luna.
" Gimana keadaan kamu " tanya Steve lembut menatap wajah Luna.
Luna menundukkan pandangannya.Karena lidahnya lagi lagi serasa kelu saat berada dihadapan Steve segala amarah yang ia miliki entah kenapa sama sekali tak bisa keluar dari mulutnya.
" Seburuk itukah diriku sehingga kamu tak sudi menatapku ". ucap Steve menatap dalam kewajah luna dengan suara yang masih tetap terdengar lembut.
Luna masih terdiam ia berusaha mengangkat wajahnya perlahan dan kini sejajar dengan wajah Steve dihadapannya.
Steve tersenyum manis saat melihat luna menatap wajahnya.Steve menggenggam tangan Luna lembut dan mengusap tangan luna .
" Terimakasih atas waktu yang telah kau berikan. Aku janji tidak akan pernah muncul lagi dihadapanmu". ucap Steve
Luna memegang tangan Steve. " Kak... maafin Luna karena tidak bisa membalas perasaan kak Steve.Kak Steve orang yang baik Luna yakin pasti kakak akan mendapatkan gadis yang lebih baik dari Luna.Kak Steve tidak perlu merasa bersalah pada Luna.Kakak tidak melakukan kesalahan apapun. Dan maafin juga luna yang sempat marah sama kakak.Karena saat itu Luna takut dianggap mengkhianati kak Reza. Luna tidak bisa melarang kakak karena telah mencintai Luna.
Tapi saat ini cinta dan hati Luna hanya milik kak Reza." ujar Luna yang kini air matanya telah membanjiri pipinya.
Atta yang telah kembali dari mengantar Reza le parkiran hanya bisa mendengar percakapan mereka dari balik pintu.
Atta hanya mencoba memberi ruang dan waktu untuk Luna dan Steve menyelesaikan risalah hati mereka.
Karena kita tidak akan pernah tahu jodoh kita nanti akan bersama dengan siapa. Karena Takdir hanyq Tuhan yang mengetahuiNYA.
ββββββ
__ADS_1
Terimakasih atas like nya jangan lupa votenya juga ya kakak.πππβ€β€β€