Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pagi Hari yang Romantis


__ADS_3

Malam telah tiba kini Luna dan Steve telah sama sama letih.Steve tidur dalam pelukan hangat Luna.Ya Luna kini tengah tidur diranjang yang sama tempat Steve beristirahat.


*******


Luna mengerjapkan matanya perlahan.Dilihatnya wajah tampan suaminya yang tengah tidur dengan pulas dalam pelukannya.Luna melihat beberapa luka yang tergores dibeberapa bagian tubuh Steve. Hatinya kembali bersedih.Dibelainya lembut luka yang tergores itu.


" Maafkan aku sayang ". bisik Luna lirih dan didalam kelopak matanya terdapat butiran kristal bening yang menetes.


Puas menatap goresan goresan luka pada bagian tubuh suaminya Luna kembali menatap wajah Steve.Tatapan yang sangat syahdu.


******


Tak berapa lama puas menatap wajah suaminya Luna dikejutkan oleh Steve.


" Kenapa terus memandangiku sayang.Apa ada sesuatu diwajah tampanku ". goda Steve.


Seketika wajah Luna pun memerah.Ia berusaha menghindar dan beranjak bangun namun Steve menarik tangannya kembali.Dan membuat Luna terjatuh diatas dada bidang Steve dan wajahnya berada tepat diatas wajah suaminya.


" Pandanglah sepuasmu sayang untuk apa harus mencuri curi untuk memandangiku". ucap Steve dengan suara khas bangun tidurnya.Dan tangannya menyibakkan rambut yang menutupi wajah Luna.


Sementara tangannya sebelah yang terpasang infus memeluk pinggang ramping Lunaya.Betapa tersipu malunya Luna pagi itu.Wajahnya benar benar bak kepiting rebus.


" Eeehm..Bie...aku mau kekamar mandi dulu ". ucap Luna gugup dan berusaha lepas dari pelukan Steve.Tapi sebelum Luna bisa terlepas dari pelukan suaminya wajahnya dihujani ciuman mesra oleh Steve.Membuatnya makin sulit terlepas.


Luna mengerucutkan bibirnya dan memukul pelan dada Steve.


" Bie... kita dirumah sakit mana boleh seperti ini malu tahu.Dasar mesum ". gerutu Luna yang makin meruncing bibirnya.Namun hal itu makin membuat gemas Steve hingga Steve tak menghiraukan omelan Luna dan melahap lembut bibir sang istri.


Luna meronta berusaha melepaskan diri dari cengkeraman buas suaminya pagi itu.Luna mencari cara melepaskan diri dengan menggigit bibir Steve.

__ADS_1


" Auwww ". Seketika Steve pun melepaskan bibirnya.Dan Luna pun segera kabur dari terkaman sang suami pagi itu.Dan menjulurkan lidahnya kearah Steve menandakan kemenangannya.Kemudian berlari menuju kamar mandi sementara Steve meringis kesakitan.Dan tersenyum melihat kelakuan istrinya yang berlalu menuju kamar mandi.


******


Luna telah selesai mandi dan berganti pakaian kemudian , menghampiri Steve yang sedang menonton tv.


" Bie... mau mandi apa diseka ". tanya Luna duduk disamping Steve.


" Aku mau mandi saja sayang ". jawab Steve.


" Baiklah aku siapkan airnya dulu bie ". Luna berlalu kembali ke dalam kamar mandi menyiapkan air hangat.


" Sudah bie airnya sudah siap ". ujar Luna menghampiri Steve , membantu Steve berdiri.


Luna memapah Steve berjalan kekamar mandi.Steve duduk dikursi yang telah disiapkan Luna kemudian perlahan Luna membantunya melepas satu persatu kancing bajunya.


" Sayang kenapa tanganmu gemetar ". tanya Steve yang melihat Luna seperti gugup dan gemetar.


" Ayo bie buruan mandi ntar keburu dingin airnya ". ucap Luna berusaha mengalihkan pertanyaan Steve.


Steve tersenyum nakal karena ia tahu bahwa istrinya gugup melihat tubuhnya yang kini telah telanjang.


Luna menggosok pelan bagian tubuh yang terluka dengan sangat hati hati.


" Yang ini sakit kah bie ?". tanya luna memegang bagian kaki steve yang terluka.


Steve tersenyum menggelengkan kepalanya.Pelan pelan akhirnya Luna selesai memandikan Steve.Dan hanya menyeka di bagian wajah karena kepalanya ada sedikit luka.


Dengan telaten luna memakaikan pakaian Steve.Dan menuntunnya kembali ke tempat tidur.Steve bersandar pada sandaran tempat tidurnya.Lalu Luna menyuapi Steve dengan makanan yangsudah tersedia yang dikirim perawat.

__ADS_1


" Bie minum obat dulu ya ". ucap Luna mengambil obat dan memasukkannya kedalam mulutnya.Steve tersenyum menyeringai karena obatnya adalah obat rasa cinta yang khusus diberikan oleh istrinya.


Setelah memasukkan obat satu persatu kedalam mulut sang suami dengan permainan lidahnya.


Luna menyelimuti tubuh Steve." Istirahatlah bie ".


Steve menepuk kasur sebelahnya yang kosong." Kemarilah sayang ".


Dan luna pun naik keatas tempat tidur duduk disebelah Steve menyandarkan kepalanya dipundak Steve.


Mereka menonton televisi diruang kamar rawat itu berdua.Terdengar ponsel Steve berbunyi.


" Bie biar aku saja yang mengambilnya ". ucap Luna berjalan mengambil ponsel steve yang terletak dimeja sudut ruangan rawat inap.


" Ya Hallo ". sapa Steve pada sekertarisnya dari balik telefon.


" Pak mohon maaf mengganggu waktu bapak, Lusa bapak ada rapat umum pemegang saham bulanan pak ". ujar sekertarisnya mengingatkan.


" Baiklah nanti sore aku akan terbang tolong pesankan 2 tiket untuk ku dan juga istriku ". ucap Steve datar namun masih terdengar ramah.


" Ba baik pak...segera saya pesankan , ohya mengenai data nyonya mohon bapak mengirimkan identitas nyonya untuk pemesanan pak ". uvap skertaris kembali.


Kemudian panggilan pun berakhir. Steve mematikan ponselnya.Dan Pintu pun terbuka tampaklah dokter beserta beberapa perawat dan dokter muda lainnya sedang memasuki ruangan Steve melakukan kunjungan pemeriksaan.


◇◇◇◇◇◇


**Jangan lupa tinggalkan jejak komentar terbaiknya gaess.Klik Vote dan like❤ sebanyak banyaknya.


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2