
Hari ini semua tampak sibuk terlihat Alika sedang menelfon kesana kemari untuk memesan jasa Catering dan dekorasi rumah beserta Souvenir.
Sementara Aida dan Alika tengah bersiap pergi kesuatu butik langganan mereka untuk memilih baju yang akan mereka kenakan nanti malam.
Aida tampak bersemangat Sita dan Puput juga ikut serta pergi ke butik hanya tinggal Luna dirumah menyambut orang dekorasi .
Ayah Luna pagi pagi sekali telah berangkat karena harus menyelesaikan beberapa urusan lebih awal agar nanti malam dapat mendapingi kedua putrinya.
Tok tok tok
( Seseorang mengetuk pintu rumah Luna )
Luna bergegas membuka pintu. Diluar tampak abang kurir paket tengah membawa paket. Luna tampak terkejut " Paket "
" Non Lunaya nya ada mbak?" sapa abang kurir itu membuyarkan penasaran Luna.
" Iya saya sendiri mas,, ada titipan dari siapa ya?" tanya Luna makin penasaran.
" Ini silahkan tanda tangan non" abang kurir menyodorkan sebuah boneka beruang besar yang terbungkus rapi juga sebuah bungkusan entah apa isinya luna penasaran.
Luna menandatangani dan menerima paketnya. Dibacanya nama pengirim paket ternyata kak Atta.
Luna tersenyum kegirangan serasa tak percaya kakaknya akan mengiriminya kado yang sangat lucu dihari ulang tahunnya.Ia berlari kekamar buru buru membuka bingkisan lainnya.
Luna menganga kaget tak percaya saat membuka bingkisan itu.Ternyata sebuah mini dress warna soft blue yang terlihat cantik sekali. Meski Luna tak menyukai dress tapi ia sangat menghargai pemberian kakak tercintanya.
Luna mencobanya dan didepan cermin ia berkaca " Wahhh bagus banget..." gumamnya penuh kekaguman sambil berputar putar didepan cermin ala Cinderella yang sedang menari.
__ADS_1
Luna bergegas menelfon kakaknya.
Tuutt...tuut..tuut
( suara panggilan handphone Atta)
Setelah tersambung " Hallo kak Atta makasih ya kadonya Luna suka bangettt... boneka teddy bearnya. Ehmmm... bajunya Luna juga suka " bisik Luna lirih karena malu dan senang.
Atta mengalihkan panggilannya kevideo call. Setelah tersambung tampak dilihatnya adik juteknya itu nampak cantik dengan gaun yang ia belikan. Atta tersenyum puas melihat adiknya senang.
" Ya udah tutup dulu telfonnya ya kakak masih ada kelas" .." Bye...Assalamu'alaikum". Pamit Atta mengakhiri video callnya dengan Luna.
Atta memang mengingat hari ulang tahun adik juteknya dan beberapa hari yang lalu Atta telah membelikan kado itu berharap agar sampai pas dihari ulang tahun Luna. Apalagi Ayahnya menelfon memberi kabar perihal rencana ulang tahun Luna dan Aida.
******
Sore hari rumah Luna sudah dihias sesuai permintaan Alika yaitu dengan konsep benga bunga yang menurut Luna sih terlalu wouww. Tapi mau bagaimana lagi itu semua pasti demi Aida bukan demi dirinya.
" Heh...bengong ajah loe..nohh bantuin mama kek bawain belanjaan kami" celetuk Aida menyenggol lengan Luna.
" Apaan sih " Luna mengusap bahunya yang terasa sakit.
Luna lalu membawa semua belanjaan mereka menuju kamar Aida dan Lika.
" Ayo sayang cepat kalian mandi bersiaplah sebentar lagi perias akan datang" tandas Alika menatap tajam mata Lunaya.
" Jangan pikir kamu akan bisa tampil seperti Aida ya... " ancam Alika melotot seakan bola matanya mau keluar " jangan Mimpi..kamu".
__ADS_1
Alika pergi kekamarnya.
Luna masuk kekamarnya ia bersandar dibalik pintu dan menangis... Ia sama sekali tak mengharapkan perayaan itu.Apakah sedikit saja tidak ada rasa sayang terhadap dirinya pekik batin Luna menjerit.
" Ibu....kenapa tidak kembali...kenapa tidak mengingatku lagi" tangis Luna pecah dikamar itu meski tak terdengar keluar.
Jam lima sore perias datang menuju kamar Alika.Disana sudah berkumpul adik adiknya juga ibu tirinya.
Luna hanya bengong dikamar menunggu adzan maghrib tiba lalu ia akan bersiap setelahnya.
Dert...dert..dert..( Handphone Luna berbunyi )
" Hallo Luna... ini aku Delya...gimana kabarmu?" tanya sahabat SMP luna dari seberang telepon.
" Aku baik Dell...kamu sendiri gimana?"
" Aku baik sekali Lun Oh ya...Kak Atta menelfonku barusan dan menyuruhku untuk datang ke ulang tahunmu" tutur Delya meyakinkan Luna.
" Baguslah..." Seketika wajah Luna tampak ceria karena ia akan bertemu kembali sahabat / dewi penolongnya.
Lalu mereka mengakhir panggilannya.Delya pun yang telah bersiap bergegas pergi diantar sopir pribadinya.Menuju ruma Lunaya.
******
^^^^^ **Hai hai readers tercinta tetap ikutin kisah Lunaya ya...karena ada kejutan kejutan menarik lainnya yang akan menguras air mata kalian . Author ucapakan banyak terimakasih pada kalian semua semoga Author selalu bisa menyuguhkan yang terbaik.
__ADS_1
" Jangan lupa like n votenya " 😙😙😙**