Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Luna Dibawa Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Setiba di apartemen Luna memencet sandi pintu apartemen masih dalam gendongan . Atta mendengar suara langkah sesorang masuk dia fikir Luna. Tanpa melihat siapa yang datang karena ia masih sibuk dengan urusan kantor seusai mengikuti ujian online.


" Assalamu'alaikum..." ucap Steve memberi salam. Sontak Atta yang tadinya fokus dengan laptop segera mengarahkan pandangannya. Atta menoleh " Steve ... Luna ". ucap Atta kaget .


Steve membaringkan luna disofa dengan pelan. " Maaf bro adik loe tadi tergelincir ditangga sekolah dan kakinya keseleo. ". jawab Steve. Sembari mendudukkan tubuhnya disofa. Atta pun duduk kembali.


" Kenapa loe bisa ada disekolah adik gua ". tanya Atta masih penasaran.


Steve menceritakan kejadian yang sebenarnya dan Atta terperanjat kaget saat Steve mengatakan dirinya datang kesekolah mewakili papinya yang bernama Andrew Meikansyah Irawan.


" Ya benar Ta.... gua kakaknya Reza ". ucap Steve berusaha menjawab rasa penasaran Atta. Atta terdiam masih heran dan penasaran dengan apa yang steve ucap barusan.


" Gimana kondisimu lun?". tanya Atta


" Masih sakit kak ". jawab luna meringis kesakitan saat Atta memegang kakinya.


" Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang ".


ujar Atta


" Baiklah aku akan antar kalian ". imbuh steve.


" Baiklah...gua ganti baju dulu ". Atta bergegas berlalu meninggalkan Luna dan Steve.


" *Kak... bukannya urusan kantor kakak masih banyak , mendingan kak steve balik kantor aja gih , kan sudah ada kak Atta ".


" Udah jangan bawel... atau kamu mau aku gendong lagi* ?" ucap Steve menggoda luna kembali.

__ADS_1


" Gak gak perlu biar kak Atta aja". jawab luna dengan wajah memerah karena malu.


" Ayok ". ucap Atta berjalan ke arah Luna. Atta pun menggendong adik kesayangannya itu lembut.


" Auw... pelan kak sakit tau " rintih luna dengan suara manjanya dan menyandarkan kepalanya di dada sang kakak.


" Kenapa sama kakaknya aja mesra gitu coba giliran gua yang gendong macam singa betina ". gumam hati steve yang merasa cemburu melihat sikap manja luna pada kakaknya.


Mereka berjalan menuju mobil Steve. Steve mengetuk kaca mobil karena sopirnya tampak tertidur.


Mendengar suara ketukan dari kaca luar sopir steve pun beergegas bangun dan mengucek matanya.Lalu segera keluar dari mobil membuka pintu untuk mereka.


" Maaf tuan saya ketiduran ". ucap Sopir


Saat sopir hendak masuk kedalam mobil steve tiba tiba menghentikan langkahnya.


Steve membuka dompetnya dan memberikan uang pada sopirnya untuk segera pulang ke rumah mencari taksi.


" Ba baik tuan terimakasih... saya permisi dulu ". ucap sopir sambil berlalu pergi menuju jalan raya untuk mencegat taksi.


Steve memasuki mobil ia hidupkan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan apartemen luna menuju rumah sakit.


Dua puluh menit kemudian mobil steve memasuki area parkir Rumah Sakit.


Steve memarkirkan mobilnya. Setelah mematikan mesin mobilnya ia bergegas keluar membuka pintu untuk Atta. Luna tengah memegangi pundak Atta kemudian Atta menggendongnya.


Mereka bertiga menuju ruang UGD. Tampak dokter dan perawat menghampiri mereka. Atta meletakkan luna di brankar.

__ADS_1


" Dok.... tolong periksa adik saya... kakinya tergelincir di tangga ". ucap Atta


Dokter memeriksa kaki luna yang tampak membengkak.Beberapa saat dokter memerintahkan kepada perawat untuk membawa luna ke ruang radiologi .Steve dan Atta duduk diruang tunggu.


Atta menghela nafas dalam dalam mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Sesaat ia teringat kejadian yang pernah menimpa luna dimana dirinya dan Reza yang saling bergantian menjaga luna.


" Kenapa seperti ini ". ujar Atta dalam hati. Kenapa adiknya harus dicintai oleh kakak beradik ini dimana keduanya saling terpancar perasaan yang besar dan tulus kepada luna. Memikirkannya sesaat membuat Atta khawatir. Karena ia tahu betul perjuangan Reza untuk mendapatkan Luna tidak lah mudah. Ketulusan Reza yang dengan setia menemani luna disaat terpuruknya.


Steve yang mengamati wajah Atta sedari tadi yang tampak gelisah pun akhirnya berbicara sambil menatap ke arah Atta dan memegang pundak Atta.


" Gua tahu apa yang loe fikirkan bro. " ujar Steve menepuk pindak Atta.


" Sekali lagi gua minta maaf kepada loe. Ya dari awal gua emang udah tahu kalau Luna adalah kekasih Reza. Reza pernah bercerita tentang Luna tapi gua juga gak tahu kenapa hanya dengan mendengar cerita luna dari Reza gua bisa tersentuh penasaran bahkan jatuh cinta. Mungkin menurut loe gua gila . Tapi beberapa kali Tuhan mempertemukan kita dengan cara yang tidak kusengaja. Gua udah berusaha menolak perasaan gua... gua sadar gak seharusnya gua jatuh cinta sama pacar adik gua. Tapi batin gua beronta Ta.... tolong mengerti perasaan gua.Adik loe bukan wanita biasa dia hebat bisa membuat kami jatuh cinta pada orang yang sama. ".


Imbuh Steve menjelaskan perasaannya pada Atta.


Atta kembali menghela nafas panjang. " Maaf gua sama sekali gak bisa bantuin loe . Biarlah Luna yang memilih hatinya akan berlabuh kemana hanya dia yang bisa nentuin. Gua akan mendukung keputusan Luna sepenuhnya apapun itu ". ucap Atta menatap dalam ke arah Steve.


" Makasih bro loe udah mau ngertiin gua dan gak menyalahkan gua ".


" Gua bukan Tuhan ataupun Malaikat bro... gua gak berhak ngelarang seseorang untuk mencintai adik gua. Dan terimakasih loe udah mencintai adik gua ". ucap Atta menepuk pundak Steve.


◇◇◇◇◇◇◇


**Jangan lupa klik Vote Koment serta Like❤ sebanyak banyaknya ya. Nantikan terus kelanjutan kisah Lunaya . Tolong bantu sarannya ya Luna harus memilih siapa ?


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2