Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pernyataan Sayang Luna


__ADS_3

Setelah hampir satu jam dokter pun keluar.


" Keluarga pasien kecelakaan ". ucap dokter.


Luna berlari menghampiri dokter dan melepas pelukan Mirna.


" Saya istrinya dok.Bagaimana keadaan suami saya dok ". tanya Luna dalam tangisnya.


" Suami anda baik baik saja hanya kepalanya sedikit terbentur namun tidak parah.Dan ada beberapa luka ringan dibeberapa bagian tubuhnya.Saat ini pasien masih dalam pengaruh obat bius. Sebentar lagi pasti akan segera siuman ". ucap dokter.


" Benarkah dok , apa boleh saya menemuinya sekarang dok ". tanya Luna kini tersungging senyum dibibirnya dan matanya masih basah.


******


Luna bergegas berjalan menuju UGD dengan mengenakan seragam pengunjung pasien.


Disana dilihatnya wajah pucat sang suami.Air mata Luna kembali memgalir.Dibelainya wajah Steve dengan lembut.


" Maafin Luna kak , karena kebodohan Luna , Luna hampir kehilangan kak Steve.Luna janji tidak akan meninggalkan kak Steve ". ucap Luna dalam sesenggukan tangisnya.


Luna mendekatkan tubuhnya kearah Steve yang sedang berbaring.Luna mendekap tubuh Steve air matanya menetes di pipi Steve.


Hal itu membuat Steve tersadar dari pingsannya.Perlahan Steve membuka matanya.Dipandanginya sekeliling yang ada hanya warna putih.Kemudian ia merasa tubuhnya berat sekali karena dekapan Luna.


Steve memggerakkan tubuhnya dan Luna terkejut.


" Kak... kakak sudah sadar ". tanya Luna tersenyum gembira.


" Kita sedang dimana sayang dan kenapa kamu menangis ". tanya Steve seraya berusaha mengingat kejadian yang menimpanya.


Luna memeluk kembali tubuh Steve dan Steve pun membalas pelukan Luna.Kini Steve sudah mengingat kejadian beberapa jam yang lalu yang dialaminya.Luna masih terisak dalam tangisnya.

__ADS_1


Flashback off...


Saat Luna hendak menyeberang menghampiri Reza tiba tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang dan hampir menabrak Luna.


Karena Steve melihat jarak mobil itu makin dekat dengan Luna , maka ia mendorong tubuh Luna dan dirinyalah yang tertabrak.


*****


Flashback on....


" Sayang aku baik baik saja jangan menangis seperti ini". ucap Steve membelai lembut rambut Luna.


Luna tak menghiraukan ucapan Steve dirinya masih memeluk tubuh Steve.Steve mengangkat wajah Luna dihapusnya air


mata Luna dengan lembut dari pipinya.Kedua mata mereka kini saling bertemu dan beradu pandang.


" Sayang jangan pernah melakukan hal bodoh seperti itu lagi , jika terjadi apa apa dengan kamu aku sama siapa.Luna tidak mau lagi kembali sama kak Reza tolong jangan usir aku ". ucap Luna menatap wajah Steve dan masih mengalir air matanya.


" Sayang aku tidak mau berpisah denganmu aku ingin kita memulai semuanya dari awal jangan pernah bermaksud meninggalkanku ".


Mendengar ucapan Luna Steve segera meraih wajah Luna kembali, dikecupnya bibir Luna.


" Terimakasih sayang...aku janji aku tidak akan meninggalkanmu dan mulai saat ini kita akan memulai semuanya dari awal".


Steve mencium bibir Luna dan Luna membalasnya lembut.Meski hanya sebentar ciuman itu namun ini adalah kali pertama ciuman mereka dengan perasaan suka sama suka.Steve kembali mendekap tubuh Luna erat.


" Kak aku mau memanggil dokter agar memeriksa keadaan kakak ". ucap Luna melepas pelukan Steve.


" Ohya mami sama kak Reza juga ada disini kak. Luna akan panggil mereka ". ujar Luna kembali.


******

__ADS_1


Luna keluar dari ruang UGD dan Mirna langsung mencecarnya dengan beberapa pertanyaan.


" Sayang gimana keadaan Steve apa dia sudah siuman , apa dia baik baik saja".


" Iya mih kak Steve telah sadar dan silahkan mami menemui kak Steve ". ucap Luna.


Reza hendak melangkah menuju kakaknya namun Luna menghentikannya.


" Kak aku ingin kita bicara sebentar ".


Mirna berjalan menuju ruang UGD.Sementara Reza dan Luna berjalan menuju kursi ruang tunggu pasien.


Luna memulai percakapan. " Kak maafin Luna , mungkin tadi pagi Luna masih berharap bertemu kak Reza bahkan Luna sangat gembira saat melihat kak Reza sampai sampai Luna akan menyeberang dan hampir ditabrak mobil karena gembira.Tapi saat kak Steve menyelamatkanku dan mengorbankan dirinya agar kita bisa bersatu kembali saat itu Luna merasa kehilangan dan tak ingin kak Steve pergi meninggalkanku.Bahkan rasa takutku akan kehilangan kak Steve melebihi kegembiraanku saat ingin menemui kakak.Biarkan kami mencoba memulainya dari awal kak dan tolong restui kami.Terimakasih bahwa kakak pernah hadir menjadi cinta pertama bagi Luna dan terimakasih kakak pernah ada dalam kesedihanku.Semoga kakak mendapat seorang wanita yang jauh lebih baik dariku ".


Ucap Luna panjang lebar dengan derai air matanya.


Reza menitikan air matanya. " Aku bersyukur sekali pernah hadir dalam kehidupanmu.Dan terimakasih kamu telah mau menerima kakakku.Aku benar benar bahagia.Aku akan merelakanmu untuknya.Mulai saat ini kita berteman ". ucap Reza dengan nada bicara yang sangat tenang lembut dan terukir senyum indah dibibirnya.


Sesaat kedua insan yang pernah saling mencintai itupun berpelukan sebagai tanda perpisahan.


Mereka berjabat tangan dan saling tersenyum satu sama lain.Kini kesedihan sudah tak terlihat diwajah keduanya.


" Aku adalah adik iparmu mulai saat ini panggil saja aku Reza ". ucap Reza dengan wajah ceria .


" Baik...Mari kita masuk kedalam ". ucap Luna kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang UGD.Diiringi Reza.


◇◇◇◇◇◇◇


**MINAL AIDHIN WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.


Terimakasih banyak kepada Readers semua jangan lupa klik Vote dan like❤ sebanyak banyaknya. Terimakasih 😙😙😙❤❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2