
Hari ini Reza tiba dibandara kota A.Dengen memyeret sebuah koper kecil ditangan kirinya sementara tangan kanannya dimasukkan kedalam saku celana.Setiap langkahnya menjadi perhatian beberapa gadis yang ada dibandara.Namun tak sedikitpun Reza menoleh atau memperdulikannya baginya yang terpenting adalah segera sampai dirumah sakit menemui Luna.
Sejak semalam Luna meringis kesakitan menahan rasa sakit yang tak dapat diungkapkan.Disaat rasa sakit itu datang Luna selalu memyebut panggilan sayangnya kepada suaminya.
" Auw.... bie , datanglah...anakmu akan segera terlahir kedunia " seru Luna sembari nafasnya ngos ngosan mengatur laju pernafasannya.Ya Luna sudah pernah diajarkan oleh Steve jika suatu saat dirinya tidak ada disamping Luna saat merasakan sakit fase pembukaan lahiran maka ia harus terus mengatur laju nafasnya secara teratur.Dan hal itu ternyata benar benar masih diingat Luna dan ia lakukan sekarang.
Rasa sakit itu secara kontinue datang dan hilang. " Hubbie...sakit auw... "
Mirna segera membawa Luna bersama sopirnya kerumah sakit, sedangkan Andrew yang berada dikantor segera menyusul mereka.
" Hubbie...sakit bie...." teriak Luna meremas jilbab panjangnya sambil menyenderkan kepalanya didada sang ibu mertua Mirna.
__ADS_1
" Sayang bertahan ya kita akan segera sampai" bisik Mirna mengusap Jilbab menantunya.
Dikediaman Handi Satya sejak semalam Steve mengalami demam entah apa penyebabnya.Peluh dingin membanjiri sekujur
tubuh perkasanya.Bahkan Sari yang sejak semalam menjaganya merasa khawatir.
Dalam tidurnya Steve terus mengigau nama Luna serta panggilan sayang.Dan tidurnya seolah gelisah tak tenang.Terus bergerak kesamping dan kekanan.Sementara didahinya menempel sebuah handuk kecil yang digunakan Sari untuk mengompres sejak semalam.
" Hallo Assalamu'alaikum Pa...anak ini sejak semalam demamnya tinggi bahkan terus mengigau menyebut nama istrinya.Apa mama harus segera membawanya kerumah sakit papa " ujar Sari yang tampak khawatir saat menelfon suaminya.
" Iya segera bawa kemari ma...mintalah sopir untuk mengantar mama kesini.Papa tunggu ya " Suara Handi yang kemudian mengakhiri panggilan telefon Sari.
__ADS_1
Dirumah sakit dokter Handi tengah sibuk memeriksa beberapa pasien yang sedang antri melakukan pemeriksaan dan kunjungan kontrol.Karena hari ini jadwal prakteknya.
Disaat yang bersamaan Luna terus merancau menyebut dan memanggil Steve.Sopir Mirna meletakkannya disebuah brankar di UGD . Steve yang juga baru datang dengan digotong sopir keluarga Handi memasuki UGD.Karena posisi wajah Steve yang menoleh kekiri maka Mirna tak dapat melihatnya.Kedua orang ini sama sama digeledek menuju ruang UGD secara bersamaan.
Saat rasa sakit itu kembali datang Luna makin kencang memanggil " Hubbie sakit...Kak Steve jahat .... tega ninggalin aku sendirian berjuang disini " rancauan demi rancauan terus keluar dari mulut Luna yang mulai hilang kesadarannya.Dan membuat tangannya menggantung disamping brankar . Yang tanpa mereka sadari tangan Steve pun juga demikian dan mereka memasuki UGD dengan tangan saling berpautan tanpa disadari Mirna dan Sari.
Dokter Handi yang sedang menyambut kedatangan Steve di UGD merasa heran dan kaget dengan pemandangan yqng ada didepan matanya. ' Bagaimana mungkin kedua orang ini bisa saling berpautan tangannya ' gumam dokter Handi tersenyum menggelengkan kepalanya.Yang kemudian segera memeriksa Steve sementara dokter lainnya memeriksa Luna.
◇◇◇◇◇◇
Ayo terus pantengin setiap episodenya ya perjuangan Luna dan Steve untuk bisa bersama kembali.Jangan Lupa berikan Rate Vote serta like dan komentar sebanyaknya.Kita sama sama kerjasama ya.Terimakasih 😍😍😍😍
__ADS_1