
Malam pun tiba Reza kembali menemani Lunaya. Sepulang dari mengantaar Nayra Atta kembali ke rumah sakit.
Tampak Reza dan Luna sedang berselfi ria duduk diranjang berdua sehingga tak menghiraukan kedatangan Atta.
" Ehem.. ehemm... " suarra deheman Atta.
" Segitunya ya yang lagi kangen kangenan sampai gak mau lepas kayak lem sama pernagko ajah ". ledek Atta sambil mendudukkan tubuhnya disofa.
" Ihhhhhh kakak ganggu aja deh ". ucap Luna kesal terhadap Atta yang tanpa permisi lalu masuk begitu saja.
" Kenapa sewot begitu... awas aja ya kalau pacarmu sudah balik kakak gak sudi membantumu ". ucap Atta ketus pura pura ngambek.
" *Ih pa an sih kenapa mesti kakak yang marah... yang seharusnya marah tuh Luna bukan kakak ". ucap Luna dengan tatapan melotot ke arah Atta.
" Sudah sudah ... kalian tuh ya kalau jauhan bak sepasang kekasih aja saling merindukan. Tapi kalau sudah ketemu bawel banget kalian* ". ujar Reza menengarai keributan kecil kekasih dan kakaknya.
" Za apa gak sebaiknya loe pulang dan istirahat dirumah aja. Luna biar gua yang jagain ". tutur Atta.
" Nggak usah lah bro... lagian gua kan emang dari jauh jauh udah niat mo ngejagain adik loe ". tolak Reza.
" Adik apa calon bini loe ". ledek Atta .
Atta beranjak dan akhirnya kembali istirahat dirumah.
Reza dan Luna hanya tersenyum tersipu malu mendengar ocehan sang kakak.Sambil memandangi punggung sang kakak yang perlahan mulai menghilang meninggalakn ruangan luna.
__ADS_1
******
Sampai di apartemen Atta segera membersihkan badannya yang terasa lengket sekali. Hanya dalam hitungan menit Atta telah keluar dari kamar mandi.Dengan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya.
Beberapa menit kemudian Atta telah selesai mengenakan kaos oblong dan celana pendek.
Diraihnya ponsel yang tergeletak dikasurnya.Menelfon Aditya.
" Hallo Assalamu'alaikum Dit...". sapa Atta dari ponselnya.
" Wa'allaikumsalam...kak, tumben kakak telfon ada apa ya?". sahut Adit dari seberang telfon.
" Dit besok temui aku diruanganku jam 9 pagi. Ohya sebaiknya kalian bersiaplah mengemasi barang kalian lagi ".
" Ih...apaan dit , siapa juga yang mau usir kalian , maksud kakak tuh rumah baru kalian udah siap untuk dihuni. Kakak memintamu datang menemui kakak besok karena mau menyerahkan surat pembelian rumah yang atas nama istrimu ". ujar Atta menjelaskan.
" Owh...maaf kak , Adit kira kakak mau usir kami ". jawab Adit antusias.
" Gimana keadaan calon keponakanku ?" tanya Atta.
Aida yang sedari tadi menguping pembicaraan suami dan kakaknya pun angkat bicara.
" Baby aku sehat kok kak... kami sudah periksa ke dokter kandungan dua hari yang lalu ." suara Aida terdengar bahagia.
" Baguslah kalau begitu . Ohya Da mama gimana kabarnya?"
__ADS_1
" Mama sehat kok kak suami mama juga baik sama mama dan adik adik ". ujar Aida menceritakan.
" Baguslah... ohya jangan lupa besok Adit suruh ke ruanganku jam sembilan. Soalnya pagi pagi kakak harus ke rumah sakit dulu ".
" Rumah sakit kak , siapa yang sakit kak ?" tanya Aida penasaran.
" Luna kemarin terjatuh dan kakinya tergelincir ada tulang yang sedikit retak jadi butuh perawatan ". ujar Atta.
" *Kalau boleh tahu diruangan apa kak ?"
" VVIP DAHLIA* " jawab Atta.
" Makasih kak mungkin besok pagi kami juga akan mengunjungi kak Luna sebelum kak Adit kekantor ".
" Baiklah ". Atta pun mematikan panggilan telfonnya.
Atta merebahkan tubuhnya dikasur sembari memikirkan Nayra. Wajah Atta dipenuhi senyuman. Bahkan cowok cuek itu pun kini merasakan juga manisnya jatuh cinta.
Kayaknya Dirut muda ini sebentar lagi akan menjadi Bucin ππππ.
ββββββ
**Jangan lupa Vote dan likenya sebanyak banyaknya ya kakak.
Terimakasih πππβ€β€β€**
__ADS_1