
Atta bersama Yunus telah menaiki pesawat ke negara A. Sementara Luna dan Steve kini juga telah berangkat menuju salah satu kota wisata yang terletak dinegara F hanya membutuhkan perjalanan kurang lebih 1jam.
Reza dan Mirna tampak bersiap setelah kepergian Steve.Mirna sengaja menghindarkan Reza dari Luna agar tidak semakin terluka satu sama lain , semoga keputusan yang dibuat Mirna untuk kedua putranya adalah hal yang benar.
******
Steve telah tiba dihotel seperti biasa Luna sama sekali tak memperlihatkan keromantisannya didepan umum.Namun Steve tidak demikian.Ia sengaja melingkarkan tangannya dipinggang Luna. Meski Luna telah melototinya dengan tajam namun Steve tak menghiraukannya.Ia akan tetap memperlakukan Luna dengan sangat romantis sampai Luna akan menerima cintanya suatu saat nanti.
" Kak...malu dilihat orang tolong jangan berlebihan deh ". ucap Luna jengkel namun tak dihiraukan Steve.Steve masih tetap melingkarkan tangannya dipinggang sang istri dengan begitu mesra.
Tibalah dikamar hotel yang telah disiapkan Mirna.Karena merasa lelah Luna segera bergegas menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya.
" Kamu lelah sayang ". tanya Steve
" Iya kak badan Luna capek sekali Luna mau istirahat sebentar kak ". jawab Luna masih merebahkan tubuhnya.
Steve meletakkan kopernya dan menata baju yang dikirim pegawai Mirna.Steve tersenyum saat melihat lingeria warna merah jambu ada didalam kopernya.
" Bodoh mana mungkin istriku akan memakainya ". gumam Steve mengernyitkan dahinya.
Luna telah terlelap entah kemana jiwanya kini telah melayang dinegeri mimpi.
******
__ADS_1
Atta dan Yunus telah sampai di negara A. Mereka saling berpamitan.
" Om terimakasih atas bantuannya. Saya tidak akan melupakan jasa anda.Jika ada waktu berkunjunglah ketempat kami ". ucap Atta.
" Anak muda jangan sungkan , om salut sekali kepadamu. Orang tuamu pasti bangga telah mempunyai putra sepertimu.Tanggung jawabmu sebagai seorang kakak melebihi tanggung jawab orang tua". ujar Yunus menepuk bahu Atta.
Keduanya pun berjalan kearah masing masing.Tampak Nayra telah menunggu kedatangan sang kekasih.
Atta berjalan menuju arah Nayra yang tengah melambaikan tangannya.
" Selamat datang sayang ". ucap Nayra mencium tangan Atta.
Atta memeluk Nayra erat. Ia mendaratkan kecupan dikening Nayra.Nayra pun membalas pelukan sang kekasih.
Keduanya berjalan menuju mobil yang sudah siap diparkiran.
" Sayang kok bisa sih Luna menikahi Steve.Cintanya kan sama Reza bukan Steve.Kenapa Luna malah membuat keputusan memdadak seperti ini ". ujar Nayra keheranan.
" Nay.... kita boleh mencintai siapapun saat ini , namun kita tidak akan pernah tahu kelak kita akan berjodoh dengan siapa , karena jodoh maut dan rezeqi itu semua rahasia Tuhan ". ucap Atta sembari pandangannya masih fokus kedepan.
" Iya aku tahu sayang , maksud aku tuh pasti semua terasa sulit bagi Luna. Bagaimana ia bisa membalikkan hatinya kepada Steve sedangkan jiwa dan fikirannya terus memikirkan Reza ". balas Nayra.
******
__ADS_1
Kini Atta telah sampai di apartemen miliknya.
" Sayang aku balik kekantor dulu ya kamu istirahatlah ". ujar Nayra mencium pipi Atta.Dan dibalas kecupan dibibir Nayra oleh Atta.
Di bandara Mirna sudah siap bersama Reza untuk terbang ,kini Reza dan Mirna telah meninggalkan Negara F dan negara A.
" Selamat tinggal Luna , Selamat tinggal masa laluku , selamat tinggal cinta pertamaku ". gumam hati Reza sambil menitikan air mata disudut pelupuk matanya.
Mirna memeluk Reza dengan erat dan lembut , kehangatan Mirna seolah memberi kedamaian bagi Reza. Saat ini hatinya benar benar hancur dan rasa sakit yang ia rasakan teramat dalam. Ia mengira dengan mengikhlaskan Luna kepada kakaknya semuanya akan baik baik saja namun ia tidak mengira akan menderita seperti ini.
******
Dihotel hari sudah hampir sore setelah beristirahat Steve menoleh kearah Luna yang tengah tidur terlelap dengan pulasnya.Akan tetapi ditengah lelapnya Luna tertidur mulutnya tiba tiba mengigau.
" Kak Reza kenapa kamu tega menyakitiku aku masih sangat mencintaimu kak... kenapa kamu jahat padaku. Lupakah kamu akan janjimu ". tiba tiba Luna mengalirkan air matanya dalam mimpinya. Raut kegelisahan tampak dalam wajah Luna yang masih tertidur.
Steve terus menatap lembut wajah Luna.Meski hati dan telinganya sakit saat mendengar rancauan istrinya namun ia tetap berusaha tegar. Ia akan dengan sabar menunggu Luna menerima cintanya.
Steve mencoba membangunkan Luna namun dirinya sangat khawatir saat ia memegang pipi dan dahi Luna panas karena demam.
Tubuh Luna terlihat menggigil wajahnya kini terlihat pucat. Mulutnya terus menerus menyebut nama Reza.
◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
**Hai Readers mohon dukungannya & kesediaannya untuk memberikan Vote dan like pada novel ini agar mendapatkan ranking.
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**