
Setelah dibawa ke ruang radiologi. Luna kembali dibawa ke UGD. Dokter keluar membuka pintu ruangan.
" Dengan keluarga nona Lunaya ?" tanya dokter menghampiri Atta dan steve.
" Ya saya kakaknya dok ". ujar Atta
" Mari keruangan saya ".
Atta mengikuti langkah dokter berjalan menuju ruangannya. " Silahkan duduk tuan ". ucap dokter mempersilahkan Atta duduk.
" Terimakasih dok ". ujar Atta tengah duduk berseberangan dengan dokter.
Dokter menjelaskan hasil rognten kaki Luna. Bahwa dipergelangan kaki luna tampak tulang yang retak dibagian salah satu sendi engselnya jadi dokter menyarankan agar luna dirawat di rumah sakit beberapa hari. Untuk pemeriksaan lebih lanjut.
" Baik dok... saya setuju lakukanlah yang terbaik untuk adik saya ". ujar Atta menyudahi pembicaraan mereka. Atta keluar dari ruangan dokter menuju ke arah Steve.
" Gimana bro keadaan Luna ". tanya Steve beranjak berdiri.
" Ada sedikit tulang yang retak... Luna harus dirawat beberapa hari disini ". jawab Atta
Perawat menghampiri mereka. " Tuan silahkan mengisi data pasien diruang administrasi ".
" Iya Sus... ". pungkas Atta.
Atta meninggalkan steve berjalan menuju ruang administrasi. Atta mengisi beberapa formulir prosedur rawat inap dirumah sakit tersebut.
" Sus bolehkah saya menemui pasien ". tanya steve pada salah satu suster di UGD.
" Owh... tentu saja boleh silahkan tuan ". jawab perawat mempersilahkan steve menemui Luna.
Steve telah berada diruangan Luna dirawat.
__ADS_1
" Gimana kondisinya ?" Steve duduk disamping ranjang Luna.
" Masih sakit kak ". jawab luna masih meringis kesakitan.
" Maafin kakak ya... gara gara kakak kamu jadi harus tergelincir dan dirawat disini ". ucap Steve mengacak rambut Luna.
" Bukan salah kakak luna aja yang gak hati hati ". jawab luna sambil memelintir rambutnya dengan jari jarinya.
" Kak Atta mana kak ". tanya luna sambil celingukan mencari Atta.
" Eh..... dia sedang ke ruang adminiatrasi ".
*******
Steve duduk ditepi ranjang Luna . Ditatapnya dalam dalam luna dengan tatapan bersalah.
" Udah lah kak gak usah segitunya juga kali Luna kan udah bilang gak papa paling juga besok udah boleh pulang ". ujar Luna sambil mengerucutkan bibirnya.
Steve memegang tangan Luna. Dikecupnya lembut tangan luna. Sementara Atta yang hendak memasuki ruangan mendadak berbalik saat mendapati steve sedang mencium tangan luna.
Dert...dert...dertt....
Suara ponsel Reza berbunyi . Beberapa kali panggilan akhirnya terhubung karena perbedaan waktu selisih 4 jam otomatis Reza masih mengikuti kelas di kampusnya.
Reza mengangkat telfon panggilan dari Atta.
" Assalamu' alaikum Za.. nih gua Atta kakaknya luna ". ucap Atta dari seberang telfon.
" Ehh... tumben ada apa bro ". tanya Reza
" Enggak gua cuman mau ngabarin loe ajah tadi luna kakinya tergelincir ditangga sekolah nah ada tulang yang retak jadi dia harus dirawat di Rumah Sakit untuk beberapa hari ".
__ADS_1
Ucap Atta
" Kapan ? kenapa Luna gak ngabarin gua. Pantes aja beberapa hari ini perasaan gua gak enak banget bro macam firasat kurang enak gitu ternyata ini " ujar Reza khawatir
" Jangan khawatir Luna gak papa kok paling juga harus dirawat 2 sampai 3hari doank ". imbuh Atta.
" Makasih ya bro udah ngabarin gua... gua mau izin dulu ama dosen , setelah ini gua langsung terbang ". Suara Reza terdengar gelisah.
Lalu Reza mengakhiri panggilan Atta dan bergegas menuju ruangan dosen untuk meminta izin beberapa hari tidak mengikuti kelas.
" Andai loe tahu Za... firasat loe bener gak pernah salah... apa loe bisa terima kakak kandung loe juga cinta sama gadis yang loe cinta ". gumam hati Atta
Atta berjalan menuju ruangan UGD. Luna yang melihat kakaknya telah kembali segera memanggil. " Kak kapan dipindahin keruangan ". tanya Luna dengan nada manjanya. Steve berdiri disamping Atta.
" Gimana bro udah selesai administrasinya ".
Atta menganggukkan kepalanya.Beberapa saat perawat menghampiri mereka. " Nona Luna mari kita akan pindah ke ruangan nona yang sudah disiapkan ke kamar VVIP DAHLIA ". ujar perawat.
Beberapa menit pun para perawat telah memindahkan Luna ke ruangan VVIP.
" Lun kamu pasti udah lapar ya aku cari makan dulu ya . Oh ya bro loe juga pasti udah lapar yuk kita keluar sebentar cari makanan ". ajak Steve
*******
Steve dan Atta meninggalkan ruangan Luna. Mereka berjalan menuju kantin Rumah sakit.
" Ohya bro gua barusan ngabarin Reza tentang insiden luna . Gua sih udah bilang luna gak papa tapi dia maksa , mungkin sekarang Reza sudah terbang ". ujar Atta.
Tampak senyum kecewa diwajah Steve terhadap sikap Atta.Steve menyadari setelah ia memberitahu perasaannya pada Atta. Atta terlihat sedikit berubah. Namun Steve berusaha tak menghiraukan seakan tak terjadi apa pun.
◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
**Hai hai gaess setelah baca jangan lupa klik Vote, komen, n like❤nya ya ditunggu dukungannya.
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**