Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pertemuan tak terduga kembali terjadi


__ADS_3

Setibanya direstoran mereka berempat memasuki restoran. Restoran siang itu tampak ramai sekali oleh pengunjung. Atta beserta rombongan yang masih berdiri dan belum duduk karena semua meja tampak terisi segera memanggil pelayan.


" Ya tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya waiters itu membungkukkan badannya kepada Atta.


" Kami ingin memesan meja tapi semua meja disini sudah tampak terisi. Apa mungkin ada meja atau ruangan lain yang bisa kami pesan ". tanya Atta dengan sopan pada waiters.


" Maaf tuan...semua meja sudah terisi namun jika tuan berkenan masih ada satu meja besar yang hanya berisikan satu orang saya akan mencoba bertanya kepada tuan disana barangkali beliau bersedia berbagi meja dengan anda ". ucap balik waiters itu lalu menuju meja pria itu .


" Maaf tuan permisi bolehkah saya mengganggu waktunya sebentar ".


tanya waiters dengan membungkukkan badan pada pria itu.


Pria itu tersenyum mengangguk.


" *Tuan apakah anda ada janji dengan orang lain?? jika tidak bersediakah anda berbagi meja dengan orang lain? karena kebetulan pada saat jam makan siang seperti ini restoran kami ramai oleh pengunjung.


" Silahkan* ". ucap pria itu sembari tersenyum.

__ADS_1


Kemudian waiters menuju kearah Atta.


" Tuan ..silahkan tuan itu bersedia berbagi meja dengan anda ".


Atta dan lainnya mengikuti langkah waiters.Sampai pada meja yang ditunjuk. Mereka tidak tahu siapa pria yang telah berbaik hati itu. Yang sudi berbagi meja dengan mereka. Karena posisi duduk siempunya meja itu membelakangi mereka.


" Permisi tuan...bolehkah kami duduk dimeja anda ". Ucap Atta menyapa pria itu. Pria yang sedari tadi duduk itu pun berdiri dan menoleh. Betapa terkejutnya Atta dan Luna ketika pria didepannya itu berdiri menatap mereka. Mata Luna membelalak selebar lebarnya .


" Hah....pria ini lagi ?" Atta menutup mulut Luna dengan tangannya dan berusaha tersenyum seramah mungkin.


" Luna cepatlah minta maaf pada tuan Steve. Masih untung beliau telah sudi mengizinkan untuk berbagi meja dengan kita ". ucap Atta memperingatkan Luna.


Luna mengerucutkan bibirnya berkomat kamit bla bla bla...menggerutu pelan.


" Heeh....Maaf tuan ". ucap Luna berusaha memasang senyum terbaiknya namun malah terlihat senyum yang hambar dan terpaksa.


" Duh...Tuhan kenapa Kau pertemukan kembali dengan gadis jutek yang manis ini . Tatapan membunuhnya lihatlah membuat jantungku kembali berdegup kencang begini ". Gumam Steve dalam hati sambil menghela nafas dalam dalam berusaha mengontrol emosi jiwanya. Benar sekali semenjak bertemu Luna jantungnya sering berdetak kencang seperti habis melakukan lari maraton.

__ADS_1


" Silahkan duduk tuan nona...". Steve mempersilahkan mereka dengan membuka satu tangannya sementara tangan satunya dilipat kebelakang.


Semua terlihat duduk dengan sopan kecuali satu yaitu makhluk manis yang telah berhasil memporak porandakan hati Steve saat ini. Ia seakan terpaksa duduk bahkan berhadapan langsung dengan Steve. Membuat Steve berkali kali menelan Salivanya.


Mereka menikmati hidangan yang telah tersaji dimeja makan. Steve yang kebetulan tadi masih belum memesan apapun kini tengah menikmati makan siangnya bersama Rombongan Atta .


Steve sesekali menatap kearah Luna ia tampak menikmati pemandangan indah yang Tuhan suguhkan dihadapannya. Meski gadis didepannya itu menatap tajam kearahnya seakan hendak membunuhnya dengan memanyunkan bibir indahnya.


Bagaimana Steve tak berhenti menatap Luna karena penampilan Luna selepas turun dari bandara telah berubah. Yang kini telah mengenakan dress selutut berwarna peach.Karena kecerobohannya menabrak gadis jutek dihadapannya.


**◇◇◇◇◇◇


Terimakasih atas dukungannya kakak semoga Author bisa terus update kelanjutannya.


Jangan lupa Votenya ya Coment terbaiknya serta klik Like ❤ .


Terimakasih 😙😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2