Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kaki luna terkilir di rooftop


__ADS_3

Mata luna tampak sembab setelah beberapa saat menangis di ruang laborat. Luna berusaha menghela nafas dalam dalam membuang semua rasa sesak didada yang menghimpit dadanya.


" Baiklah kak Steve kita berteman... " ucap Luna menjabat tangan steve sambil berusaha tersenyum . Sementara tangan satunya mengusap sisa air mata dipipinya.


" Okey.... Jika suatu saat kamu benar benar telah jatuh cinta padaku datanglah dalam pelukaanku aku selalu menunggu hari itu tiba ". ujar steve menerima uluran tangan luna dan mengerlingkan matanya .


" Baik kak... mari saya tunjukkan ruangan yang lain ". luna beranjak menuju beberapa ruang yang lain.


Langkah kaki Luna dan Seteve melewati beberapa ruangan yang dimiliki sekolah tersebut.


" Gak nyangka ya gadis jutek sepertimu merupakan siswa berprestasi disekolah ini ". ujar steve mencoba menggoda luna agar lebih bersahabat.


" *Ah biasa aja kak.... mungkin anugrah yang Tuhan berikan kepada saya ".


" Gimana kabar kakak mu* ".


Lama berbincang dan memasuki satu persatu ruangan yang ada disekolah itu membuat kaki mereka tanpa sadar menaiki anak tangga menuju rooftop. Sampai di lantai atas bangunan luna tiba tiba tersadar.


" Maaf kak... sepertinya kita udah nyasar sampai sini . Mari sebaiknya kita turun kak. " ucap luna tampak gugup.


" Hehehe... kenapa kamu jadi gugup seperti itu bukankah kamu tidak mencintaiku . Ayolah... santai saja aku tidak akan memangsamu ". goda steve


" Sebaiknya saya permisi dulu kak hari sudah siang mari ". luna bergegas melarikan diri dari steve karena jantungnya berdegup kencang. Saat kakinya hendak menuruni anak tangga tiba tiba kaki luna keseleo karena kurang berhati hati. Namun tubuh luna segera diraih Steve sehingga tak sampai jatuh kebawah . Kedua pasang mata itu kini saling bertatap.Jantung Luna maupun steve terdengar berirama satu sama lain. " Oh Tuhan... jaga hatiku jaga hatiku ". gumam luna dalam hatinya dan berusaha menjauhkan tubuhnya dari dekapan steve. Luna mencoba berdiri dan " Auwww... ". teriak luna menahan sakit kakinya yang terkilir akibat keseleo. Luna berjalan pincang mencoba menuruni anak tangga.


Tanpa bersuara Steve menggendong tubuh luna ala bridal style.Luna yang mengetahui tubuhnya berada dalam gendongan steve pun berontak minta turun.


" Tolong lepas kak aku bisa jalan kak ".

__ADS_1


Steve menuruti kata luna dan menurunkannya . Namun saat luna hendak berjalan lagi lagi meringis kesakitan " Auww ".


Tanpa aba aba steve telah menggendong tubuh luna kembali. " Udah jangan bawel mau sakitnya tambah parah ". ucap steve sambil menuruni anak tangga.


Luna mencoba membuang pandangannya ke arah lain. Namun keduluan steve melihatnya.


" Kenapa memalingkan muka takut jatuh cinta ya ama wajah gantengku ". ledek steve .


Luna hanya melihat kearah lain sambil tersenyum agar tidak terlihat oleh steve.


Sampai dikantor jam sudah menunjukkan jam satu siang waktu setempat. Steve memasuki ruangan guru .


" Loh luna kenapa kok Bapak Steve menggendongmu ". tanya kepala sekolah.


Steve menurunkan luna dan mendudukkannya lembut di salah satu sofa di ruangan itu.


" Ohya apakah boleh kami permisi pak biarkan saya mengantar murid bapak kerumahnya ". imbuh steve kembali.


" Apa ini tidak mengganggu waktu bapak Steve ". tanya kepala sekolah.


" *Owh... tidak pak sama sekali tidak ".


" Baiklah silahkan pak* ". ucap kepala sekolah mempersilahkan .


Mata luna melotot ke arah steve . Sementara steve mengabaikan tak menghiraukan tatapan luna.


Steve kembali menggendong luna berjalan keluar dari ruangan guru. Sekolah sudah tampak sepi hanya tersisa guru dan kepala sekolah. Wajah luna tampak memerah karena malu.

__ADS_1


Melihat majikannya menggendong seorang gadis membuat sopir steve segera membuka pintu mobilnya .Steve duduk dijok belakang sopir dan mendudukkan luna disebelahnya.


" Jalan pak ". ucap steve pada sopirnya.


" Baik tuan ".


Mesin mobil dinyalakan , supir steve melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah luna.


Luna tampak sewot karena steve sengaja menggendongnya didepan guru dan kepala sekolah.Terang saja hal itu sangat membuatnya malu.


" Tuan kita kembali ke kantor atau kemana tuan ". tanya sopir.


" Jangan kekantor pak antarkan gadis jutek ini dulu . Kalau kita membawanya kekantor bisa bisa kita dimakan hidup hidup pak. Apa bapak tidak melihat tatapan matanya pak seolah ingin memangsa kita ". ledek steve sambil cengengesan melihat wajah luna yang tersipu malu.


" Nona dimana alamat rumahnya ". tanya sopir steve.


" Lurus kedepan seratus meter dari lampu merah belok kiri pak jalan ****** ucap Luna


tak perlu waktu lama lima belas menit kemudian mobil steve sampai didepan garasi apartemen milik Atta.


" Gak perlu gendong lagi biar aku jalan sendiri kak " ucap luna sedikit tampak sewot .


Namun steve tak menghiraukannya. Ia tetap menggendong luna dari mobil berjalan menuju apartemen Atta.


◇◇◇◇◇◇


Terimakasih dukung terus novel kami vote komen dan like sebanyak banyaknya ya

__ADS_1


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤


__ADS_2