Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Suasana Haru biru


__ADS_3

" Bukan nak...anak mama dengan dokter Handi telah meninggal dunia karena kecelakaan waktu masih SMP ". ujar Sari menjelaskan dengan wajah sayu dan sendu menampakkan kesedihan yang mendalam.


" Lalu yang ibu maksud Steve barusan siapa " pertanyaan Atta makin terdengar penasaran.


Sari dan dokter Handi menghela nafasnya panjang kemudian menghembuskannya.Sari menatap kearah suaminya dan dokter Handi pun mengangguk pelan mengijinkan istrinya bercerita.


" Beberapa bulan yang lalu saat kami berlibur...tanpa sengaja kami menemukan tubuh seorang pemuda yang hampir membiru tergeletak di tepi laut.Kami meminta pertolongan kepada warga namun tidak ada sahutan jadi terpaksa kami membawanya kerumah sakit ini.Dia sempat koma bahkan juga sudah dinyatakan meninggal , namun sepertinya pemuda ini sangat beruntung sebuah mukjizat datang padanya dia tersadar dari komanya namun..." Sari kembali menghela nafas " dia sedang amnesia saat kami menanyakan namanya dan dimana dia tinggal namun dia hanya mengingat namanya saja dan nama istrinya saja. Katanya namanya Steve dan nama istrinya adalah Lunaya ".


Deg.....semua orang diruang tunggu itu terkejut dan bahkan terlihat antusias mendengar nama Steve dan Luna.


" Dokter katakan dimana pasien itu saya ingin melihatnya kami yakin dia adalah anak kami yang hilang karena kecelakaan beberapa waktu lalu " seru Andrew yang tampak penasaran begitu juga Mirna.


Kemudian dokter Handi membawa Andrew dan Mirna keruang pemeriksaan Steve berada.Betapa terguncangnya Mirna melihat anaknya tergolek lemah tak berdaya.


" Masya Allah papi...dia Steve anak kita " teriak Mirna haru sekaligus bahagia seketika Mirna merengkuh tibuh anaknya dan menangis tersedu sedu merasa bersyukur dapat bertemu kembali dengan anaknya.Tangis Mirna dan Andrew pecah diruangan itu Reza dan lainnya menyusul kedalam dan mereka juga menangis haru bahagia.Suasana diruangan itu menjadi haru biru.Membuat Sari dan dokter Handi tersenyum bahagia.


" Apakah kalian keluarga pasien yang akan melahirkan barusan ". suara dokter Handi tiba tiba terdengar mengagetkan semuanya.

__ADS_1


Mirna mengangguk dan tersenyum dengan mata yang masih basah.Seketika dokter Handi mengangkat sudut bibirnya hingga membuat sebuah senyuman yang mengembang.


" Sepertinya takdir kembali mempertemukan pasangan muda ini , ikatan bathin mereka sangat kuat.Bahkan disaat tak sadar keduanya saling menyebut nama satu sama lain.Tangan mereka juga saling berpautan saat memasuki UGD " seru dokter Handi menjelaskan apa yang ia lihat tadi.


" Ada baiknya kita mencoba membangunkannya dengan mendekatkan Steve dengan istrinya mungkin saja suara tangis bayi akan membantu memulihkan ingatan Steve " ujar dokter Handi kepada Andrew dan Mirna.


Semua terlihat bahagia meski tak dapat mengikuti Steve sampai kedalam ruang operasi bersalin.


Hanya mampu menatap kepergian tubuh Steve saat perawat mendorong brankarnya.


Dokter Handi berbisik kepada dokter kandungan yang sedang berjaga dan hendak memulai operasi.Lalu diangguki oleh dokter kandungan dan membiarkan Steve terbaring di brankar terpisah disamping Luna.


Yang terdengar hanya bunyi monitor yang ada disana Titt titt titt..... Semenit kemudian dokter mulai membedah perut Luna tanpa mengalami kendala akhirnya bayi mereka keluar dengan dibantu dokter dan perawat.


" Oek...oek...oek.... " Suara tangis bayi Luna saat keluar dari rahimnya yang terdengar lantang sekali.Membuat semua orang yang berada diruang tunggu saling bertatap bahkan saling memeluk merasa bahagia sekali.


Perawat segera meletakkan bayi perempuan Luna didekat ranjang Steve tepatnya disamping Steve berbaring.Bayi itu kian kencang dalam menangis.Dokter sengaja membiarkan hal itu sampai beberapa menit berlangsung.Mungkin diawal tidak ada perubahan sama sekali pada Steve.Steve masih tetap tertidur lama sampai beberapa menit saat perawat hendak memindahkan bayi tiba tiba layar monitor yang ada disamping Steve dan Luna sama sama berbunyi.Dengan sangat cepat.

__ADS_1


Perawat segera keluar memanggil dokter Handi untuk segera masuk kedalam dengan wajah panik membuat wajah seluruh penunggu berubah cemas dan khawatir seketika.


Dokter segera melakukan RJP ( Resusitasi Jantung Paru ) beberapa kali kepada Steve dan Luna namun tampaknya gagal tangan Steve dan Luna sama sama menggantung disamping brankar masing masing dan sepertinya dibawah alam sadar mereka tangan mereka kembali tergerak dan berpautan.


Merasa tak ada respon dokter segera meraih AED ( Automatic External Defibrillator ) untuk memberi kejutan syok jantung.Berulang kali kemudian alat pada monitor berbunyi " tiiiiiittttttt " panjang semua mata dokter saling bertatap dan menggelengkan kepala.Tampak peluh membasahi dikening dokter yang kemudian diseka perawat dengan tisu.


Dokter keluar dengan wajah lesu dan tertunduk menghampiri seluruh keluarga pasien.


" Dokter bagaimana keadaan anak dan menantu kami " tanya Andrew dengan wajah serius dan tatapan kosong.Kedua dokter itupun menggelengkan kepala bersamaan.


" Tidak....." teriak Mirna histeris..." dokter pasti berbohongkan...cepat dokter katakan ". tanya Mirna bertubi tubi sambil tangannya mengguncangkan tubuh dokter Handi.


Suara tangisan bayi dari dalam ruangan kembali terdengar bahkan sangat kencang sekali.Seketika kedua monitor itu kembali terdengar.Dengan segera perawat memanggil kedua dokter tersebut.


◇◇◇◇◇


Mf author lagi gak fit alias sakit mungkin besok free gak Up.Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2