Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Steve mengakui perasaannya pada Mirna


__ADS_3

Di tempat lain Steve baru terbangun dari tidurnya. Steve mengerjapkan matanya kepalanya serasa berat sekali. Steve tak mengingat apa yang telah terjadi semalam. Ia menatap langit kamarnya lalu beralih menatap sekeliling. Steve berusaha bangun dan " Auww " kepalanya terasa berat sekali.


Beberapa saat kemudian Steve duduk di kasurnya. Sambil memijat pelipis dan keningnya.Ia berusaha mengingat semalam namun kepalanya makin sakit.


Steve melihat ponsel yang terletak di laci pandangannya sesaat tertuju pada secarik kertas kecil.


Steve meraih kertas itu dan membacanya.


" Kak... maaf Reza tidak membangunkan kakak.Reza harus kembali pagi ini juga karena ada tugas penting dikampus.Jaga diri kakak baik baik.Jangan pernah mengulangi kesalahan kakak seperti semalam. Reza sangat menyayangi kakak. Reza akan melakukan apapun demi kebahagiaan kakak . From Reza ". itulah bunyi pesan singkat yang Reza tulis untuk Steve.


Steve terjaga dari duduknya ia menahan kepalanya yang masih terasa berat sambil berjalan menuju arah pintu. Dibukanya pintu dan ia berjalan menuruni tangga.


Tampak pembantunya datang menghampirinya.


" Tuan sudah bangun...sebaiknya tuan muda istirahat saja. Bibi akan buatkan jeruk hangat agar kepala tuan muda tidak pusing lagi ". ujar bibi sambil membungkukkan badannya.


" Terimakasih bi. Ohya Reza berangkat jam berapa tadi bi?"


" Tuan muda junior berangkat pukul enam tadi tuan ". sahut bibi


Steve kemudian kembali kekamarnya. Ia segera masuk kedalam kamar mandi. Ia berendam disana berusaha merileks kan tubuhnya. Samar samar ia mengingat saat ia mulai mabuk semalam.


" Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan semalam ". gumam Steve sambil mengusap wajahnya.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit Steve keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan jas mandinya.Diraihnya ponsel yang ada di laci.


Steve menghubungi maminya.


" Hallo mih... ini Steve ". ucap steve dibalik telefon.


" *Iya sayang ada apa tumben anak mamih nelfon. "


" Mih Reza sudah balik tadi pagi dua jam lagi mungkin Reza sudah sampai disana ".

__ADS_1


" Owh...itu, Reza udah telfon mamih tadi pagi sayang dan supir yang akan menjemputnya nanti".


" Ohya anak sulung mamih kapan mau ngenalin mamih sama calon mantu mamih.Masak kalah sama si Reza sebentar lagi Reza mau meresmikan pertunangannya loh* " ujar Mirna.


" Mih... Steve mau mengatakan sesuatu mamih janji gak bakalan marah sama Steve ya ".


Mirna mendadak kaget ia fikir Steve telah menghamili anak gadis orang.


" Sayang apa kamu telah memghamili seorang gadis ?" tanya Mirna ragu ragu.


" Mih...ini bukan seperti yang mamih bayangkan. Steve tidak menghamili seorang wanita tapi..... " Steve menhgantung kalimatnya.


" Tapi apa sayang...katakan jangan bikin mami khawatir deh ". ucap Mirna.


" Mih...Steve minta maaf, Steve tahu Steve salah...".


" Cepat katakan sayang...apa yang mau Steve katakan. Mamih janji akan bantu anak mamih jika ada masalah sayang ". ucapan Mirna makin terdengar khawatir.


" Mih...Steve mencintai Lunaya mih...calon tunangan Reza ". ucap Steve lirih namun masih terdengar dibalik telfon Mirna.


" Steve tahu mih...tapi Steve juga tidak bisa memungkiri perasaan ini mih , semakin Steve melihat kebersamaan Reza dan Luna hati Steve sangat sakit mih. Steve butuh mamih saat ini. Steve sangat mencintai Luna mih.Mami tahu kan Steve selama ini selalu menolak perjodohan yang mami atur bahkan Steve tidak pernah merasakan perasaan ini pada gadis manapun mih ".


Suara isak tangis Mirna mulai terdengar. Mirna tak tahu harus berpihak pada siapa.Ia sangat menyayangi kedua putranya.Mereka berdua sama sama lahir dari rahimnya. Bagaimana mungkin Mirna bisa memilih dan berpihak kepada salah satunya.


" Sayang dengarkan mamih... setelah adikmu tiba nanti mamih akan segera terbang kesana. Tolong jangan berbuat yang macam macam sayang. Kami semua menyayangimu nak ". ujar Mirna mencoba meyakinkan Steve.


Beberapa saat pun akhirnya pembicaraan mirna dan steve berakhir.


******


Setelah dua jam akhirnya pesawat Reza tiba dinegara F. Tampak sopir pribadi papinya sedang menunggu kedatangannya di pintu kedatangan.


" Tuan muda sudah kembali , mari tuan ". sapa sopir pribadi Andrew.

__ADS_1


Reza tersenyum dan memberikan kopernya pada sopir itu ia mengikuti langkah sopirnya berjalan menuju pintu keluar dan memasuki mobilnya yang pintunya telah dibukakan oleh sopirnya.


Mobil milik Andrew pun melaju meninggalkan bandara. Hampir satu jam akhirnya Reza tiba dikediaman Orang tuanya.


Tampak Mirna menyambut kepulangannya.


" Heiii anak mamih sudah kembali. Gimana perjalanannya sayang ? ". tanya Mirna bergelayut pada lengan Reza.


" Reza baik mih...mami gak perlu khawatir ". ucap Reza datar sambil memeluk tubuh mirna.


" Mih Reza kekamar dulu ya... Reza mau mandi setelah ini Reza harus segera kekampus ". ucap Reza berusaha menghindari pertanyaan dari maminya.


Reza melepaskan pelukan mirna kemudian


bergegas pergi meninggalkan mirna menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian Reza telah tampak lebih segar.Ia segera bergegas untuk segera mengumpulkan tugasnya karena hari ini adalah batas akhir pengumpulannya.


Reza menuruni anak tangga dengan terburu buru.


Mirna mendekati Reza di lantai dasar.


" Sayang.... apa gak besok saja kekampusnya". ucap mirna menatap Reza dalam.


" Mih... hari ini batas akhir pengumpulannya jika hari ini Reza bolos Reza gak bakal lulus nanti mih ". jawab Reza menatap balik kedalam mata maminya.


" Baiklah sayang hati hati. Ohya Za mami ada acara mendadak , sebentar lagi mami akan terbang ke ******* kamu tidak apa kan mamih tinggal sayang".


" Iya mih... Reza gak papa kok.Mih Reza berangkat dulu ya ". ucap Reza kemudian mencium pipi mirna. Lalu pergi menggunakan mobil sport miliknya.


◇◇◇◇◇◇


**Terimakasih banyak atas dukungannya. Jangan lupa klik Vote dan like ❤ agar Author makin semangat nulisnya.

__ADS_1


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**


__ADS_2