Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kunjungan Ke Rumah Nenek


__ADS_3

Sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah nenek Bandiyah , Parlan bercerita singkat kepada Luna kejadian setelah kepergian Luna.


Flashback off.....


Saat itu sore telah tiba seorang lelaki paruh baya baru turun dari bus.Langkahnya berjalan menuju rumah Bandiyah.


" Assalamu'alaikum....". ucap Parlan berdiri didepan pintu rumah Bandiyah.


" Parlan....apa yang kamu lakukan disini ". tanya nenek Bandiyah.


" Dimana cucumu Luna ". Tanya Parlan pura pura tak tahu keberadaan Luna.


" Kenapa kamu menanyakan anak kurang ajar itu , seharian aku mencarinya tapi tidak ada yang melihat dia kemana , dasar anak tak tahu balas budi sudah untung aku membesarkan nya ibunya saja tak sudi merawatnya apalagi ayahnya ". Sahut Bandiyah ketus setengah emosi.


Setelah dipersilahkan duduk Parlan segera duduk di kursi tua. Menghela nafas dalam dan menghembuskan nya.


" Bandiyah....sebelumnya aku kesini mau minta maaf.Aku lah yang menolong cucumu Luna saat ia menangis aku membawanya bertemu dengan ayahnya.Aku mengantarkan nya kesana.Kamu boleh marah padaku tapi aku tidak tega kamu selalu memperlakukannya kasar dan berbeda dengan cucumu yang lain.Bagaimana bisa kamu berbuat seperti itu bukan nya gadis kecil itu yang lebih pantas mendapatkan kasih sayangmu karena Sari ibunya meninggalkannya. Jujur aku kasihan melihat penderitaan gadis kecil itu.Semoga kamu tidak menyalahkan tindakanku ini.Dan mohon maaf sebelumnya ". Ujar Parlan kemudian undur diri.


Selepas kepergian Parlan bibi Luna terus mengomel.Dan setelah Bandiyah menceritakan semuanya barulah mereka terdiam entah menyesal atau sebaliknya hanya Tuhan yang tahu.


Flashback on.....


Mata sari tampak berkaca saat melihat kampung halaman nya sudah banyak berubah rumah yang dulu biasa sudah banyak yang berubah lebih bagus bahkan jalanan yang dulunya hanya batu kerikil kini sudah mulus dan melebar.Gedung gedung tinggi sudah banyak berdiri dengan kokohnya.

__ADS_1


Kaki Sari terpatri didepan pintu rumah ibunya.Langkahnya seakan kaku namun dokter Handi mendekat dan mendampinginya.Jika ibu mertuanya meluapkan kemarahannya maka ia akan menerima kemarahannya juga.


Tok tok tok....


Seorang wanita paruh baya yang usianya tak beda jauh darinya berdiri membuka pintu.Sejenak mulut keduanya terdiam membisu saling terpaku menatap satu sama lain. " Mbak Sari ". Ucap Sri adik Sari membuka suara.


Sari mengangguk dan air matanya kini telah jatuh. " Bu...mbak Sari datang bu...kemarilah ". teriak Sri.Dengan langkah lemah tubuh renta Bandiyah berjalan dari kamarnya menuju pintu dilihatnya Sari anak yang telah lama ia rindukan kepulangannya. " Ibu...aku pulang bu...maafkan Sari ". ucap Sari mencium tangan ibunya dan memeluknya erat.


Tangis ketiga wanita ini pecah dan saling berpelukan melepas rindu yang bertahun tahun terpendam.Langkah Luna mulai maju mendekat " Assalamu'alaikum nek...bibi ".


Sri dan Bandiyah juga menoleh ke arah pintu.


" Dia Lunaya bu anak ku ". ucap Sri menarik tangan Luna lembut dan berdiri disamping neneknya." Luna...benar kamu Lunaya..." Ucap Bandiyah menyusurih ruas wajah Luna dan air matanya kembali mengalir. " Maafin nenek sama bibi mu ya nduk...kami sadar telah banyak salah kepadamu ". Ucap Bandiyah lagi terbata tubuhnya bergetar sama halnya Luna dengan refleks Luna memeluk tubuh renta Bandiyah dan menumpahkan semua kerinduan nya disana.Tangis haru kembali terjadi bahkan Luna menangis sesenggukan tak kuasa menahan keharuan pertemuan nya dengan nenek dan bibi nya.


Steve Atta dan dokter Handi mendekat dan saling memeluk." Kamu Atta...kan ". ucap Bandiyah menelusuri wajah cucunya yang sekian tahun tak pernah bertemu Atta juga menangis.Stevie kecil tak mau ketinggalan moment maka ia menyeruak menyelinap dalam pelukan semuanya. " Kenapa Stevie gak dipeluk ". Celetuk Stevie manja dan cemberut memanyunkan bibirnya.


Stevie menoleh ke arah Steve. " Daddy ini glandma atau oma ". tanya Stevie dengan wajah polosnya.


Steve berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putri kecilnya. " Sayang ini oma nya kamu juga kenalan dong sama oma baru dan nenek buyut ". ucap Steve membelai wajah cantik Stevie.


" Oma....nenek buyut kenalkan namaku Stevie putlinya bunda Lunaya dan daddy Steve ". ucap Stevie mencium tangan nenek buyut dan Sri.Semuanya terkekeh gemas melihat Stevie.Dan kembali bercengkerama melepas rindu.Beberapa sepupu Luna anak dari bibinya juga menghampiri dan bersalaman.Suasana yang sudah lama dirindukan Sari hari itu akhirnya terjadi juga.


" Alhamdulillah...terimakasih Ya Allah akhirnya Kau pertemukan aku dengan keluargaku kembali ". gumam hati Sari.Dokter Handi pun juga bersyukur meski ia kehilangan anaknya namun kehadiran putra putri Sari mampu membuatnya merasa bahagia dan dicintai.Karena Luna dan Atta benar benar menganggapnya seperti ayah mereka sendiri.

__ADS_1


Wajah bahagia juga terpancar dari wajah Bandiyah wanita renta yang tubuhnya sudah ringkih termakan usia.Bahkan kini Bandiyah sudah tidak berjualan diwarung lagi digantikan oleh anaknya Sri.


Sri juga demikian selalu tersenyum bahagia melihat Luna dan anaknya.Ada sesal sesekali terlihat diwajahnya saat menatap wajah Luna.Kesalahan yang ia perbuat beberapa tahun lalu sudah ia sadari saat memgetahui dari pak Parlan Luna pergi karena tak kuat akan perlakuannya dan ibunya.Dan Sri benar benar bersyukur Allah mempertemukannya kembali dengan Luna untuk meminta maaf secara langsung.


Lama bercanda tawa melepas kebahagiaan dan kerinduan.Sari juga mengundang ibu dan adiknya untuk hadir di pesta pernikahan Atta.Bahkan anak anak Sri dan yang lain senang sekali saat menerima hadiah pemberian Sari.Terlihat pancaran kebahagiaan dari keluarga besar Sari saat itu.


Waktu terus bergulir seusai sholat ashar mereka kembali bertolak dan berpamitan .


" Ibu jangan khawatir kami akan lebih sering kesini menjenguk ibu ". Ucap dokter Handi lembut memeluk tubuh renta Bandiyah.Air mata Bandiyah kembali menetes terharu melihat ketulusan dokter Handi kepadanya dan anaknya Sari.Begitulah suasana haru dirumah Bandiyah.Dan akhirnya mobil yang dikendarai Atta benar benar telah pergi meninhgalkan rumah sang nenek.Lambaian tanganpun terlihat dari Bandiyah dan Sri mengiringi kepergian mereka.


◇◇◇◇◇◇


**Terimakasih kepada reader lovers udah mampir ke karya pertama author ini.Mampir juga ke karya lainnya .


" *Dream of Azzalea "


" Terjebak perintah Presdir* "


Semoga author terus mampu menyuguhkan karya karya yang dapat menyentuh hati dan memberi inspirasi serta motivasi kepada reader lovers Vicaldo.


Jangan lupa dukungan nya untuk klik Vote serta berikan rate 🌟5 dan juga like❤ sebanyaknya.Komentar readers semua author nantikan selalu .


Ayo perbanyak membaca karya karya author VICALDO karena dengan banyak membaca sama halnya readers telah ikut berdonasi untuk anak yatim.

__ADS_1


Jazaqumullah Khairan Katsir


Vicaldo 😗😗😗**


__ADS_2