Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Ayah Luna kecelakaan


__ADS_3

 


Luna mendekat kearah kerumunan kemudian ia turun dari motornya untuk melihat apa yang terjadi.


 


Luna kaget tak percaya dengan apa yang ia lihat . "Itu kan mobil ayah ".


Luna mendekati mobil itu dicarinya sang ayah namun tidak ada.Kemudian Luna bertanya kepada salah satu warga yang melihat kejadian tadi.


" Permisi pak....kalau boleh saya tahu apa yang terjadi dengan mobil itu pak? lalu pemiliknya dimana?" tanya Luna sedikit gemetar .


" Owh...itu, tadi mobil itu mencoba menghindari anak kecil yang sedang menyeberang non terus menabrang pembatas jalan.... pengemudinya seorang laki laki paruh baya non, beliau terluka parah dan dilarikan ke RS". tandas salah satu warga itu menceritakan kejadian tadi.


Mendengar ucapan bapak itu mendadak pandangan Luna kabur semua terasa gelap, dengan sisa kekuatan yang ada Luna mencoba tetap berdiri berjalan menuju arah motornya namun karena tadi ia terburu buru saat turun ia lupa mengunci motornya dan kini motornya entah hilang kemana.


Luna berjalan menuju trotoar dengan terhuyung lalu ia terkulai lemas seakan tak memilik kekuatan untuk berdiri. Dengan sisa sisa kesadarannya ia mengambil ponselnya menghubungi seseorang.


Dert...Dert...Dert... bunyi ponsel Sesaat terhubung .


" Hallooo....." tiba tiba Luna tak sadarkan diri didepan emperan sebuah toko.


Rupanya orang yang Luna hubungi adalah Reza.Reza kembali menelfon Luna namun tidak ada jawaban. Reza tampak panik apalagi suara Luna terdengar lemah dan parau.


Reza bergegas menyambar jaket beserta kontak mobil, secepat kilat ia melajukan mobilnya. Reza menggunakan GPS untuk mengetahui keberadaan orang yang dicintainya itu.


Dari layar ponsel tampak sebuah tittik yang terlihat semakin dekat. Tepat berada di titik yang ia cari lalu Reza keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Disana nampak beberapa orang bergerombol mengelilingi Luna. Reza menerobos masuk kerumunan dan dilihatnya Luna sedang tak sadarkan diri.


" Lunaaa..." teriak Reza , Bergegas Ia menggendong Luna dan membawanya kemobil menuju Rumah Sakit terdekat.


Setibanya di Rumah Sakit Reza segera membawa Luna keruang UGD.


" Dokter....Suster...." teriak Reza panik.


Dokter beserta suster berlari mendekati Reza


" Tolong periksa dia dok..." pinta Reza yang kini disudut matanya tampak butiran bening yang hendak jatuh.


" Baiklah biarkan kami memeriksanya, tuan sebaiknya menunggu diluar". Lalu dokter memasuki UGD dan menutup pintu ruangan tersebut.


Reza tampak mondar mandir didepan pintu IGD. Hatinya cemas khawatir sesuatu telah terjadi pada gadis yang ia cintai.


Dirogohnya ponsel dari saku celananya. Ia menghubungi asisten papinya.


" *Hallo... tolong kamu chek apa yang terjadi dijalan ****** beberapa saat lalu, aku tunggu kabarmu secepatnya".


" Baik tuan saya akan segera kesana*".


jawab Andre melaksanakan perintah putra kedua majikannya itu.


Beberapa menit kemudian pintu UGD terbuka Dokter beserta perawat keluarenghampiri Reza.


" Apa anda keluarga pasien? " tanya Dokter.

__ADS_1


" Iya saya temannya dok...bagaimana keadaan teman saya dok?"


" Teman anda baik baik saja ia nampaknya sedang syok saat ini, sebentar lagi ia sudah boleh pulang" dokter menjelaskan pada Reza.


"Terimakasih dok... ". reza memasuki ruang UGD. Disana terlihat Luna sedang menangis dan wajahnya masih terlihat pucat.


Reza mendekat ke brankar Luna .Luna menoleh dilihatnya Reza sedang duduk disampingnya. Luna langsung memeluk Reza dan ia menumpahkan tangisnya kedua kali di pelukan Reza.


Reza membelai lembut rambut Luna, setelah beberapa saat Reza mendongakkan wajah Luna dengan kedua tangannya. Ditatapnya gadis yang ia cintai yang kini tengah berada didepannya.Reza mengusap lembut pipi Luna dihapusnya sisa tangisan Luna.


" Apa yang sebenarnya terjadi Cinta?" tanya Reza berbisik. Reza memang sangat mencintai Luna meski Luna tak membalas cintanya saat ini. Dan panggilan sayang yang Reza berikan pada Luna beberapa waktu ini adalah " Cinta ".


Luna menatap wajah Reza dengan suara yang berat ia berkata.


" Ayah.... ayahku dimana kak antarkan aku melihat ayahku." lalu Luna kembali menangis histeris. Reza kembali memeluknya mencoba menenangkan Luna.


Dert....dert...dert...


( Bunyi ponsel Reza )


" Ya Hallo....".


Sesaat kemudian Reza menutup ponselnya.Reza akhirnya tahu bahwa Luna syok karena kecelakaan yang dialami Ayahnya.


◇◇◇◇◇◇◇


**Hallo readers semua tetap pantengin kelanjutan kisah Luna ya. Jangan lupa dukungan untuk Novel ini. Klik vote n ❤ .

__ADS_1


Terimakasih**.


__ADS_2