Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Luna merajuk


__ADS_3

Adzan maghrib terdengar Steve mematikan siarang televisi dan menuntun Luna berjalan kekamar dengan lembut Steve menuntun istrinya menaiki anak tangga.Luna masih mengenakan pakaian Syar'i yang terlihat lebih cantik menempel ditubuh mungilnya.Membuat Steve makin mengagumi istrinya.


" Bie aku duluan ya yang kekamar mandi ". ujar Luna melepas genggaman tangan sang suami.Beberapa menit pun Luna telah kembali daari mengambil wudhu lalu disusul Steve yang juga mengambil wudhu dan berganti mengenakan sarung dan koko membuat Steve terlihat begitu tampan.


Kedua orang ini pun kembali melakukan sholat bersama dengan khusyuknya.Steve mencium kening Luna seusai melakukan sholat dan seperti biasa Luna mencium punggung tangan nya.


Steve mengaji dengan suara yang terdengar masih kurang fasih namun suaranya tetap terdengar merdu saat melantunkan ayat suci tersebut.Luna juga melakukan hal yang sama dengan suaminya.


Tiga puluh menit berlalu Luna membuka mukenah yang dikenakan.Kembali menuju laci hendak minum namun ternyata gelas itu sudah kosong.Luna pun berjalan hendak membuka pintu namun Steve melihatnya.


" Sayang kamu haus ". tanya Steve lembut dibalas anggukan kecil oleh Luna.Steve menuntun Luna duduk diranjang dan menyuruhnya istirahat saja.Lalu Steve pergi kedapur memgambil minuman.


Segelas air telah dibawa oleh Steve dan memberikan nya kepada sang istri.Luna pun meminum air tersebut sampai habis.Dan Steve pun meletakkan kembali gelas kemeja dikamarnya.


" Sayang ayo kita makan ". Luna menggelengkan kepalanya.


" Gak mau bie..." jawab Luna singkat membuat Steve khawatir akan keadaannya.

__ADS_1


" Sayang kalau tidak makan bagaimana dengan kamu dan anak kita kalian bisa sakit sayang ". ujar steve lembut mengusap ujung jilbab Luna.


" Bie aku ingin jalan jalan ". imbuh Luna kembali.


" Tapi sayang, dokter kan menyuruh untuk banyak istirahat bagaimana kalau nanti kamu jatuh pingsan ". suara Steve terdengar cemas.


Air mata tampak menggantung disudut mata Luna.Entah mengapa saat itu Luna benar benar ingin jalan jalan bersama sang suami.Luna mulai terisak dan bersedih karena Steve tak mengabulkan permintaannya.


Merasa bersalah Steve tampak bingung bagaimana harus bersikap pada istrinya." Ya Allah maaf aku telah membuat wanita yang aku sayang bersedih ". gumam hati steve yang masih bingung.


" Sayang kamu kenapa menangis , maaf ya aku melakukan semua ini demi kebaikan kamu dan anak kita , aku tidak ingin sesuatu terjadi dengan kalian ". Steve terdengar sedih memghapus air mata yang mengalir diwajah lembut sang istri.


Akhirnya dengan berat hati Steve mengabulkan permintaan sang istri." Baiklah sayang aku akan membawamu pergi jalan jalan tapi aku mohon demi calon anak kita kamu jangan terlalu lelah hemmm". Luna segera menghambur memeluk dan mencium pipi Steve." Terimakasih bie...terimakasih daddy ". ujar Luna yang kini terlihat ceria kembali.


Dengan mata sembab Steve kembali menghapus sisa air mata yang masih menempel dipipi sang istri.


Akhirnya Steve menggendong Luna ala bridal style menuruni anak tangga.Dan saat sampai dilantai dasar suara Mirna dan Andrew memgagetkan mereka.

__ADS_1


" Heh...anak mami sama menantu cantik mau kemana ". tanya Mirna yang berjalan mendekat kearah Steve.


" Sayang kenapa menantu mami sepertinya habis menangis kamu apakan menantu mami ". tanya Mirna kembali


" Enggak mih Steve gak ngapain Luna , hanya saja Luna bilang ingin jalan jalan dan aku melarangnya makanya dia menangis ". ucap Steve tersenyum menatap wajah istrinya yang terlihat malu dan membenamkan wajahnya kedada bidangnya.


Andrew dan Mirna pun terkekeh melihat tingkah Luna yang terlihat menggemaskan sejak kehamilannya.


" Baiklah nak ajak istri dan calon cucu papi jalan jalan buat mereka bahagia papi tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka ". suara Andrew terdengar tegas dan membiarkan anak dan menantunya menikmati suasana malam.


Steve membawa Luna ketaman kota.Mereka duduk disebuah bangku taman.Semua mata melihat kearah pasangan ini.Apalagi saat Steve menurunkan tubuh sang istri dari gendongannya duduk dikursi taman.Steve masih mengenakan baju koko dan celana.Membuat banyak gadis menatap kearahnya.


Hal itu membuat Luna merasa risih karena suaminya menjadi pusat perhatian para gadis disana.Luna mendadak berdiri dan hendak pergi dari tempat itu." Ayo bie kita pulang aku bosen ". ujar Luna yang tengah terlihat cemberut memanyunkan bibirnya.


Steve makin bingung dibuatnya melihat begitu cepat perubahan sang istri.Bagaimana tidak bingung beberapa menit yang lalu Luna sampai menangis ingin jalan jalan dan kini mendadak minta pulang setelah baru saja sampai." Ada apa dengan istriku Yaa Allah ". gumam Steve kebingungan.


Selama diperjalanan pulang Luna terlihat lebih banyak diam.Bahkan Luna kembali menangis didalam mobil.

__ADS_1


◇◇◇◇◇


Ayo terus nantikan kelanjutannya ya readers semoga author bisa terus Up.Jangan lupa vote serta like❤nya kami tunggu selalu.Komentarmu menyemangatiku 😍😍😍 Terimakasih.


__ADS_2