
Keesokan harinya Luna terlebih dulu bangun saat terdengar suara adzan subuh.Luna menggeliyatkan tubuhnya dan tak sengaja mengenai dada Steve namun karena terlalu lelap hal itu tidak membangunkan Steve.
Luna beranjak bangun perlahan dan kaget saat melihat pakaiannya yang semalam sudah berganti pakaian tidur.
Luna menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya." Oh Tuhan apa jangan jangan semalam.... suamiku sudah melakukannya ". gumam hati Luna.Luna membuka selimut dan melihat suaminya masih mengenakan pakaian " Alhamdulillah..." bisik Luna pelan sambil menghela nafas lega.
Luna membuka koper dan mengambil mukena.Tak lupa juga ia mandi terlebih dahulu.
Selesai sholat Luna kembali keranjang dilihatnya sang suami masih tertidur pulas.Luna meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada kakaknya.
*Luna : Kak Atta, Luna sudah kembali semalam bersama suami Luna kak. Nanti siang Luna akan ke apartemen mengambil barang barang Luna kak .
Atta : Oke kakak tunggu , gimana bulan madunya , sukses???π.
Luna : Ihhhh kakak apaan sih itu terus yang ditanyain , bukannya tanyain Luna kabarnya kek huhftt sebel π.Bye*....
Luna pun merutuki kakaknya yang terus menggodanya.
" Kak Atta jahat , kenapa itu terus yang ditanya sebel ". ucap Luna melempar ponselnya kekasur.Dan hal itu membangunkan Steve.
" Sayang....kamu sudah bangun". ucap Steve sambil mengerjapkan matanya menatap kearah Luna.
" Maaf bie....gara gara luna hubbie terbangun".
Steve tersenyum menatap Luna yang rambutnya terlihat basah sehabis mandi.
" Jam berapa ini yang ".
__ADS_1
" Sudah jam lima bie ". jawab Luna terlihat kesal diwajahnya.
" Ehhh pagi pagi istriku tersayang kenapa mukanya ditekuk gitu ". goda Steve.
" Bie... jangan mulai deh , Luna udah kesal sama kak Atta jangan buat Luna kesal juga bisa gak ". bibir luna meruncing karena kesal.
Steve duduk dan merangkup wajah istrinya yang tengah kesal itu sembari mencium keningnya.Cup....
" Bie sana gih buruan sholat entar keburu siang loh ". ujar Luna yang kini menatap wajah Steve.
Steve terdiam dan itu membuat Luna merasa bersalah rupanya ia baru tahu kalau Suaminya itu sama seperti Reza dulu belum terlalu mengenal agama.
Luna balik mengangkat wajah suaminya yang kini tertunduk.
" Bie... bukannya kita sudah berjanji akan memulai semuanya dari awal, jadi perlahan kita akan sama sama belajar ya bie.Luna akan bantu hubbie mempelajari tata cara sholat dan semua yang hubbie belum tahu ".
Steve tersenyum memeluk sang istri merasa bersyukur bisa mendapatkan Luna karena siap menerima segala kekurangannya dan bersedia membimbingnya menjadi imam bagi keluarganya.
" Hari ini aku masih libur sayang , pertemuannya masih besok apa kamu mau jalan jalan ".
" *Bie... nanti siang anterin Luna ya ke apartemen mengambil baju dan barang barang Luna ".
" Sayang....kenapa harus mengambil baju disana , biar saja itu tetap disana hari ini kita akan berbelanja segala keperluan kamu okey".
" Tapi bie kan sayang kalau harus beli baju baru lagi baju luna masih banyak kok yang masih baru ".
" Sayang nanti kalau kita menginap disana kan bisa kamu pakai biar kamu gak perlu repot repot bawa pakaian lagi nanti* ".
__ADS_1
" Baiklah bie ".
*****
Kini Steve pun berjalan menuju kamar mandi sementara Luna sedang didapur membantu pelayan.
" *Non jangan , biar bibi saja nanti tangan non kotor takut tuan muda nanti marah sama bibi".
" Bi...gak papa kok Luna udah terbiasa melakukan semua pekerjaan dapur sejak kecil jadi bibi tidak perlu khawatir ".
" Tapi non*....". ucapan pelayan itu pun terpotong saat istri majikannya menepuk pundaknya.Dan Lunapun pagi itu berjibaku dengan alat dapur memasak sarapan untuk Steve.
Seusai mandi Steve turun keruang makan dilihatnya sang istri tengah menggoreng ikan dan rambutnya yang basah dinaikkan keatas menggunakan jepit rambut membuat leher jenjang Luna terlihat menggoda.
Pelayan itu ketakutan saat melihat tuan mudanya sedang didapur.Steve memberi kode kepada pelayan untuk diam dan keluar membiarkannya berdua dengan sang istri.
Steve memeluk tubuh luna dari belakang dibenamkan wajahnya kepundak Luna dan tercium aroma parfum khas milik Luna.
" Kamu cantik sekali sayang pagi ini ". ucap Steve sambil menjelajahkan bibirnya keleher Luna.
" Bie... hentikan malu tahu ada bibi ". ucap Luna masih sibuk menggoreng dan menyikut perut suaminya.Namun tak membuat Steve menghentikan aksi nakalnya.
" Sayang kenapa sih berisik sekali ini kan rumah kita jadi aku bebas donk mau ngapain istriku dimanapun". goda Steve yang masih terus merangsang istrinya.
Luna kesal dengan tingkah Steve lalu membalikkan badannya memelototi wajah suaminya.Dan tangannya diangkat keatas yang masih memegang spatula.
Steve terkekeh tersenyum geli melihat istrinya yang memperlihatkan wajah garang dan juteknya.
__ADS_1
ββββββ
Terimakasih atas dukungannya.Jangan lupa Vote n klik likeβ€ sebanyak banyaknya.Terimakasih πππβ€β€β€