Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Cara minum obat ter romantis


__ADS_3

Didalam ruang UGD kini wajah semua keluarga terpancar kebahagiaan tidak ada lagi kesedihan sakit hati dan kekecewaan.


Semua bercengkerama selayaknya sebuah keluarga besar.Hari itu Mirna benar benar bahagia karena kini putranya telah rukun kembali.Rupanya kecelakaan itu menjadi berkah tersendiri bagi keluarga besar Mirna.


******


Steve kini telah.dipindahkan keruang perawatan.


" Sayang sebaiknya mami kembali dulu iya kan Za ". ucap Mirna dengan senyum khasnya.


" Iya kak, Reza ada beberapa kelas yang wajib hadir.Ohya kakak ipar tolong jaga kakakku.Aku titip dia , jika dia bandel kakak ipar lapor saja sama mami , iya kan mih ". goda Reza.


Mirna memeluk Luna " Sayang mami nitip Steve ya jaga dia baik baik jika kalian butuh sesuatu jangan sungkan hubungi mami atau papi.Ohya mengenai biaya Rumah Sakit biar mami yang bereskan kalian tenang saja ".


" Iya mih terimakasih ". balas Luna dengan senyuman.


Luna mencium tangan Mirna.Dan Reza bersalaman layaknya kakak ipar dan adik pada Luna.Reza memeluk Steve begitu juga Mirna.


Sesaat punggung Mirna dan Reza telah tak terlihat dari pandangan mereka berdua.


Kini didalam kamar VVIP itu hanya ada Steve yang sedang bersandar di sandaran ranjangnya.


Setelah menutup pintu Luna berjalan mendekat kearah suaminya.

__ADS_1


" Kak , Luna suapin ya kakak kan belum makan ". tanya Luna lembut.


" Sayang pangilnya jangan kakak donk, kurang romantis ". ujar Steve manja kemudian menarik tangan Luna dan membuat Luna duduk terjatuh dipangkuannya.


" Ehmmm gimana kalau Luna manggilnya hubbie saja ". jawab Luna yang tengah melingkarkan kedua tangannya pada leher sang suami dan tatapan menggoda.


" Waoww... terimakasih sayang ". ucap Steve mengecup lembut bibir Luna.Wajah Luna pun memerah kini saat Steve mulai melancarkan aksi romantisnya.


Steve mulai mencium bibir Luna dengan lembut perlahan lidahnya bermain didalam mulut Luna bahkan Luna tampak sangat menikmati ciuman Steve.Steve terus dan teruz mengeksplore lidahnya . Rasa sakit dibadan yang ia rasakan kini tak sebanding dengan kenikmatan ciuman itu seakan rasa sakit itu menghilang bak menemukan obat penawar rasa sakitnya.


Luna masih menikmati ciuman Steve dan memejamkan matanya terdengar nafas keduanya saling memburu.Steve menyesap lembut bibir Luna tanpa henti.


Seakan rasa haus yang selama ini ia rasakan kini telah mendapatkan oasenya.


******


Luna beranjak berdiri dari pangkuan Steve.Kemudian mengambil makanan yang sudah suster anatarkan beberapa menit lalu.


Kali ini giliran Luna yang menyuapi Steve dengan lembut dan telaten.Bahkan Steve juga menyuapi Luna jadi Sore itu mereka makan sepiring berdua dan saling suap menyuap satu sama lain.


Kini giliran Steve meminum obatnya. " Sayang obatnya gak usah diminum ya ". rengek Steve menatap manja ke arah Luna.


" Bie... kalau Hubbie tidak meminum obatnya bagaimana hubbie bisa sembuh ". ucap Luna lembut sambil menepuk pundak sang suami.

__ADS_1


" Tapi sayang...aku paling benci obat jadi selama aku sakit dokter hanya menyuntikku karena aku takut pahit ". jawab Steve dengan wajah ketakutan karena sudah terbayang rasa pahit yang akan dirasakannya.


" Bie...obatnya manis kok , percaya deh sama Luna.Kalau Hubbie takut pahit hubbie cukup pejamkan matanya pasti obatnya akan terasa manis.". ucap Luna menatap lembut wajah sang suami.


Luna memasukkan beberapa obat kedalam mulutnya.Hal itu membuat Steve keheranan.


" Yang sakit kan aku , kenapa malah istriku yang meminum obatnya ". gumam hati Steve keheranan.


Belum juga terjawab rasa penasarannya akan tingkah sang istri Steve pun menuruti perintah Luna untuk memejamkan matanya.


Tanpa disadarinya Luna mencium bibir Steve kembali dengan caranya sendiri yang menurutnya efektif setelah ia berfikir cukup lama barusan.Luna perlahan memasukkan obat satu persatu dengan permainan lidahnya kedalam mulut Steve.


Steve sama sekali tak menyangka aksi konyol istrinya itu.Dan dalam sekejap semua obat itu sudah berpindah kemulut Steve.Dan tanpa disadarinya Steve telah berhasil meminum semua obatnya.


Steve memegangi bibirnya dan tersenyum ." Sayang kamu ternyata pandai juga ya otakmu memang jenius ". puji Steve dan tertawa nakal.


Sementara Luna tak menghiraukannya.Kini ia naik keranjang tempat Steve berbaring.Ia merebahkan kepalanya kebahu Steve.


" Bie... terimakasih ya untuk hari ini ". Cup... Luna mengecup pipi Steve.


Steve pun membalas mencium kening Luna lembut.


" Sayang terimakasih juga untuk kamu hari ini akhirnya setelah aku menunggu beberapa waktu kamu mau menerimaku ". ucap Steve sembari tangannya membelai rambut istrinya dan tangan satunya saling berpegangan.Sesekali Steve mengecup tangan Luna.

__ADS_1


Terimakasih banyak Atas dukungan readers semua.Jangan Lupa klik Vote dan like ❤ sebanyak banyaknya.Terimakasih .😙😙😙❤❤❤


__ADS_2